Penelitian Dalam Biologi Pertanian

Kalian dapat melihat buah jeruk berbeda dari apel, pir, atau semangka, bahkan antara sekelompok anggur yang satu dengan kelompok anggur lainnya. Demikian juga halnya dengan makhluk hidup di alam ini. Dalam suatu golongan, individu yang satu dengan individu yang lain memiliki kemiripan, tetapi dengan golongan individu yang lain akan memiliki banyak perbedaan. Perbedaan morfologi, anatomi, biokimia, tingkah laku dan peranannya menjadi dasar dalam
klasifikasi makhluk hidup.

Buah-Buahan

Buah-Buahan

Standar Kompetensi

Memahami hakekat biologi sebagai ilmu.

Kompetensi Dasar

Mengidentifikasi ruang lingkup biologi.

Mendeskripsikan objek dan permasalahan biologi di berbagai tingkat organisasi kehidupan (molekul, sel, jaringan, organ, individu, populasi, ekosistem, dan bioma).

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari Penelitian dalam Biologi (Pertanian), kalian diharapkan dapat:

• Mengidentifikasi karakteristik biologi sebagai pengetahuan dan produk ilmiah.
• Mengidentifikasi langkah-langkah dalam metode ilmiah untuk menemukan konsep biologi.
• Mengidentifikasi sikap ilmiah seorang biologiwan dalam menemukan konsep biologi.
• Mendeskripsikan dasar-dasar klasifikasi makhluk hidup.
• Mendeskripsikan tujuan dan manfaat klasifikasi makhluk hidup.
• Melakukan klasifikasi makhluk hidup dengan menggunakan kunci determinasi sederhana.

Kata-Kata Kunci

Applied science
Determinasi
Dikotomi
Herba
Hipotesis
Kingdom
Klasifikasi
Pencandraan
Pure science
Resisten
Semak
Spesies
Taksonomi
Takson
Terna
Variabel bebas
Variabel bergayut
Variabel

Pernahkah kalian melakukan suatu penelitian ilmiah? Apa saja yang harus kalian lakukan selama proses penelitian berlangsung? Penelitian hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang memiliki sikap ilmiah. Rasa ingin tahu yang tinggi merupakan sikap ilmiah yang mendorong seseorang untuk melakukan penelitian. Sikap ilmiah akan menuntun seseorang untuk melalui tahapan-tahapan terencana dan sesuai prosedur dalam melakukan percobaan (penelitian). Penelitian itu sendiri digunakan untuk memperoleh konsep-konsep suatu ilmu. Biologi, fisika, dan kimia merupakan contoh ilmu pengetahuan alam. Dalam bab ini kalian akan mempelajari penelitian dalam biologi yang akan mempelajari hakikat biologi sebagai ilmu.

Biologi sebagai ilmu pengetahuan

Tahukah kalian apakah biologi itu? Biologi berasal dari kata bios, artinya hidup dan logos, artinya ilmu. Biologi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makhluk hidup. Biologi mengalami perkembangan yang sangat pesat dan dapat membantu manusia memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan seharihari. Salah satu penelitian model biologi dilakukan dengan menggunakan Sarcocystis singaporensis yang berasal dari feses ular Phyton untuk mengontrol populasi tikus sawah seperti pada Gambar di bawah ini:

Penelitian Biologi

Penelitian Biologi

Penelitian biologi menggunakan Sarcocystis singaporensis yang berasal dari feses ular piton, untuk mengontrol populasi tikus sawah.

Kajian biologi mencakup berbagai tingkat organisasi kehidupan, meliputi sel, jaringan, organ, individu, populasi, ekosistem, bahkan sampai dengan bioma. Tingkat molekul dipelajari dalam biologi molekuler. Dengan demikian, kita dapat mengetahui tingkat-tingkat metabolisme berbagai jenis makhluk hidup. Biologi sel merupakan ilmu yang membahas organel-organel yang terkandung dalam sel berkaitan dengan fungsi dan peranannya bagi kehidupan, berkat adanya ketekunan para ilmuwan yang mengkajinya.

Jaringan tubuh makhluk hidup memperoleh perhatian khusus para ahli bidang histologi. Dengan mempelajari histologi, dokter dapat memperbaiki wajah yang rusak karena terbakar melalui operasi. Tingkat organisasi kehidupan berupa organ dapat dipelajari dengan ilmu anatomi dan fisiologi. Adapun ekologi merupakan ilmu yang mempelajari makhluk hidup dalam tingkatan individu (spesies dan koloni), populasi (kumpulan individu dalam suatu tempat dan waktu yang sama), ekosistem (hubungan timbal balik antara faktor biotik dan abiotik lingkungan), serta bioma (gabungan berbagai ekosistem).

Biologi merupakan kelompok ilmu murni (pure science). Kedudukannya sama dengan fisika, kimia, dan matematika. Biologi sebagai ilmu murni berperan dalam pengembangan ilmu terapan (applied science). Misalnya kedokteran, pertanian, dan farmasi. Jadi kalian tidak mungkin dapat menguasai ilmu terapan tersebut tanpa menguasai biologi. Kalian telah mengetahui bahwa biologi berkedudukan sebagai ilmu pengetahuan. Untuk menemukan suatu konsep atau teori maka harus dilakukan suatu penyelidikan ilmiah. Disebut penyelidikan ilmiah jika dilakukan dengan metode ilmiah.

Metode ilmiah

Metode ilmiah dalam biologi dibedakan menjadi eksperimen dan metode observasi. Untuk menemukan konsep atau teori biologi dari metode eksperimen, kalian harus mengikuti langkah-langkah sebagai berikut.

Perencanaan penyelidikan ilmiah

Diawali dengan rasa ingin tahu yang tinggi, seseorang akan terdorong melakukan perencanaan, pengamatan, dan pengumpulan data yang relevan untuk menjawab rasa keingintahuan tersebut (Gambar 1.3). Sebelum menetapkan bentuk penyelidikan yang akan dilaksanakan, peneliti harus merumuskan tujuan penelitian.

Prosedur Dalam Metode Ilmiah

Prosedur Dalam Metode Ilmiah


Prosedur dalam metode ilmiah: menentukan Sarcosystis sp.

a. Pengamatan sporosit.
b. Penyaringan sporosit.
c. Sporosit disentrifugase.
d. Sporosit Sarcocystis.
e. Pemberian label.
f. Penyimpanan sporosit dalam lemari es.

Setelah menentukan tujuan penelitian, langkah-langkah berikutdisusun sedemikian rupa sehingga memudahkan peneliti untuk menghimpun data awal penelitian. Setelah data awal terkumpul, dibuat dugaan atau jawaban sementara yang disebut hipotesis. Jawaban sementara makin meningkatkan rasa ingin tahu sehingga peneliti melakukan percobaan untuk membuktikan dugaannya. Percobaan dibuat dengan memperhatikan pembanding atau kontrol dan variabel yang berkaitan terhadap masalah tersebut. Pembanding (kontrol)
merupakan suatu perangkat percobaan, adapun variabel merupakan suatu faktor yang mempengaruhi suatu percobaan. Variabel dapat berupa variabel yang dikendalikan variabel terikat maupun variabel perlakuan (variabel bebas).

Variabel yang dikendalikan disebut juga variabel bergayut (variabel respons) berkait dengan perubahan yang akan diteliti, variabel bergayut merupakan variabel yang berfungsi sebagai tanggapan terhadap respon yang diberikan. Adapun variabel bebas adalah perlakuan yang ingin dilihat pengaruhnya.

Setelah mengetahui macam variabel, kalian dapat menentukan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk mendukung bahan percobaan sesuai dengan tujuan penelitian. Apabila alat dan bahan telah tersedia, kalian harus segera menentukan instrumen penelitian.

Berdasarkan tujuan penelitian pula, kalian menetapkan instrumen yang sesuai untuk mendapatkan data yang konkret. Instrumen-instrumen itu akan diperoleh dengan memprediksikan cara menganalisis hubungan antara variabel dan tujuan penelitian tersebut.

Diagram alur penelitian.

Diagram Alur Penelitian

Diagram Alur Penelitian

Ingat, pada perencanaan penyelidikan ilmiah, kalian telah menentukan suatu hipotesis. Nantinya apabila kalian melaksanakan penyelidikan ilmiah tersebut secara eksperimen, maka kalian dapat mengambil suatu kesimpulan. Kesimpulan yang kalian ambil dapat ditarik dari hipotesis yang telah kalian tetapkan di awal penelitian. Dengan melihat hasil analisis data, kalian dapat menyimpulkan bahwa hipotesis kalian tersebut diterima atau ditolak. Hipotesis kalian diterima apabila hasil analisis penelitian tersebut mendukung hipotesis kalian. Hipotesis kalian ditolak (hipotesis nol) apabila hasil analisis penelitian tersebut bertolak belakang dengan hipotesis kalian. Diagram alur pada suatu penelitian dapat dilihat pada Gambar di atas.

Pelaksanaan penyelidikan ilmiah dalam bidang biologi

Sebelum merencanakan suatu penelitian, terlebih dahulu diidentifikasi masalah-masalah nyata yang ingin diteliti. Masalah-masalah itu dapat berupa peristiwa yang sedang hangat dibicarakan seperti penyakit DBD, SARS dan flu burung, atau masalah yang sederhana seperti munculnya nyamuk yang kebal (resisten) terhadap obat anti nyamuk.

Kalian dapat mengambil contoh masalah nyamuk modern tersebut untuk diselidiki melalui penelitian ilmiah. Dalam permasalahan nyamuk modern, kalian perlu membatasi penyelidikan pada satu jenis nyamuk tertentu.

Berdasarkan hal itu, kalian akan mengetahui sifat dan ciri khas nyamuk yang dimaksud, termasuk cara perkembangbiakannya. Apabila telah mendapatkan informasi yang lengkap mengenai hal-hal yang berhubungan dengan nyamuk, kalian dapat merumuskan suatu masalah baru mengenai nyamuk.

Setelah itu kalian dapat menentukan suatu hipotesis, misalnya yang berkaitan dengan macam obat anti nyamuk atau berkaitan dengan dosis dan kandungan zat yang ada di dalamnya.

Dari batasan tersebut, kalian dapat mengidentifikasi metode penelitian yang tepat untuk memecahkan masalah tersebut. Metode penelitian yang kalian pilih membutuhkan alat dan bahan tertentu yang menunjang tercapainya tujuan penelitian.

Setelah mempersiapkan bahan dan alat yang diperlukan, kalian dapat melakukan pengumpulan data dengan cara yang tepat. Teknik pengumpulan data antara lain dengan cara pengamatan, percobaan, atau gabungan dari keduanya. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, perlu dilakukan suatu percobaan awal dan pengulangan perlakuan (replikasi). Dari hasil pengulangan tersebut akan kalian dapatkan data mentah.

Data mentah yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis sesuai dengan keperluan jenis penelitian. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan perhitungan statistika. Perhitungan statistika menunjukkan apakah perlakuan memberi pengaruh atau memperlihatkan perbedaan yang cukup berarti. Dari perhitungan statistika tersebut kalian sudah dapat menarik suatu kesimpulan. Di samping itu pengaruh faktor lingkungan, biologi dan tingkah laku masyarakat perlu juga diikutsertakan.

1.2.3. Mengkomunikasikan Hasil Penyelidikan Ilmiah

Hasil penelitian harus dapat secara rasional diterima oleh masyarakat luas, dari kalangan awam sampai kalangan ilmuwan. Hasil penelitian diinformasikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan disampaikan dengan jelas dalam bentuk laporan ilmiah.

Prosedur penelitian tersebut juga harus diinformasikan dengan jelas agar orang lain dapat melaksanakan penelitian seperti yang kalian kerjakan. Begitu pula dengan cara mengolah dan menganalisis data harus diinformasikan secara lengkap.

Hasil pengolahan data dapat disajikan dalam bentuk tabel, grafik, diagram alur (flow chart), dan peta konsep. Laporan hasil penelitian dapat disajikan menggunakan metode yang sesuai. Dengan media tersebut, peneliti harus dapat menjelaskan data secara lisan dengan baik. Di dalam laporan hasil penelitian, model, hubungan, dan simbol harus sesuai dengan standar internasional dan gunakan secara benar.

Hasil penemuan kalian harus disampaikan menggunakan bahasa dan istilah biologi yang standar atau dibakukan dalam kode
internasional sehingga mudah dimengerti oleh peneliti di seluruh dunia. Selanjutnya, peneliti juga harus dapat menyajikan pola hubungan dari peta konsep yang ditemukan kemudian dianalisis lebih lanjut. Setelah itu, peneliti harus mendeskripsikan kecendrungan hubungan, pola, dan keterkaitan variabel yang telah dibuat. Berdasarkan hal-hal tersebut peneliti merumuskan rekomendasi hasil penelitiannya kepada masyarakat.

Hal ini dimaksudkan agar masyarakat mampu melanjutkan penelitian tersebut dengan menggali permasalahan dan mengadakan
penelitian mendalam. Umumnya para peneliti mengkomunikasikan penelitiannya dalam suatu jurnal.

Selain metode eksperimen, kalian dapat memperoleh konsep biologi dengan melakukan penelitian metode observasi yang
dibedakan menjadi dua, yaitu metode observasi dengan variabel bebas dan metode observasi tanpa variabel bebas.

1.2.3.1.Metode observasi dengan variabel bebas

Metode observasi dengan variabel bebas membutuhkan adanya suatu pengaruh “perlakuan”. Dengan adanya pengaruh “perlakuan”, kalian dapat mengamati akibat yang ditimbulkan oleh pengaruh “perlakuan” tersebut terhadap objek yang kalian teliti.

Perbedaan metode observasi ini dengan metode eksperimen adalah pada tipe pengaruh perlakuan yang dikenakan pada objek.
Pada metode eksperimen, perlakuan yang dilakukan dapat kalian kendalikan.

Misalnya, kalian dapat mengatur konsentrasi pupuk Phospat terhadap beberapa kelompok tanaman yang kalian teliti. Adapun dalam metode observasi, pengaruh “perlakuan” tersebut tidak dapat kalian kendalikan. Misalnya, kalian tidak dapat mengatur jumlah curah hujan di suatu areal persawahan pada musim hujan. Meskipun terdapat perbedaan dengan metode eksperimen. Metode observasi dengan variabel bebas juga memiliki persamaan dengannya. Misalnya, pada metode observasi ini diperlukan perlakuan dengan suatu pengulangan sehingga akan diperoleh objek-objek apa saja yang dipengaruhi oleh perlakuan dan apa saja yang tidak.

1.2.3.2. Metode observasi tanpa variabel bebas

Metode ini berbeda dengan metode sebelumnya sebab dilakukan tanpa melibatkan variabel bebas. Oleh karena itu, pengamatan yang dilakukan dapat menggunakan lebih satu objek. Misalnya, kalian dapat melakukan observasi terhadap cara hewan memelihara anaknya.

Secara umum, kalian akan mendapati cara bebek memelihara anaknya. Akan tetapi, lain halnya bebek dengan jenis hewan yang lain, misalnya belut. Apabila induk yang memelihara bebek adalah induk betina maka induk jantan belutlah yang mengerami dan memelihara telur-telur hasil perkawinan dengan induk betina.

Seorang peneliti harus peka terhadap lingkungan sekitarnya. Hal itu menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat di sekelilingnya. Hasil penelitian disampaikan secara tertulis pada jurnal, majalah, buletin, ataupun langsung (lisan) kepada masyarakat sekelilingnya. Argumentasi dan pertanyaan diajukan dengan berani dan santun. Contohnya ketika kalian mengadakan pelatihan di lapangan. Semua pendapat yang dikemukakan haruslah ilmiah dan kritis. Berdasarkan hasil penelitian, seorang peneliti harus mengusulkan perbaikan atas suatu usaha atau kondisi yang tidak sesuai dengan hasil penelitiannya.

Dia juga harus dapat mempertanggungjawabkan usulan tersebut. Selama proses penelitian, seorang peneliti harus dapat bekerja sama dengan pihak atau orang lain agar memperoleh data yang benar dan akurat. Kerja sama yang baik akan memudahkan pengumpulan data. Satu sikap yang juga harus dimiliki oleh seorang peneliti adalah jujur terhadap fakta. Kondisi yang sebenarnya di lingkungan dan merupakan hasil penelitian jangan sampai dimanipulasi sehingga menjadi suatu kesimpulan hasil penelitian yang sesuai dengan harapannya. Sebab hal itu akan merugikan peneliti itu sendiri dan masyarakat pada umumnya. Artinya, dia telah membohongi diri sendiri dengan hasil penelitiannya tersebut. Apabila hasil penelitian tidak menunjukkan hasil maka seorang peneliti harus sabar, jujur, objektif, terbuka, ulet, berpikir kritis dan bertanggung jawab dengan mengulang penelitiannya kembali. Proses penelitian harus dilakukan dengan tekun sampai mendapatkan hasil penelitian.

1.3. Cabang-cabang dan manfaat ilmu biologi
1.3.1. Cabang-cabang biologi

Biologi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Biologi berkembang menjadi cabang – cabang ilmu yang khusus mempelajari sesuatu yang khas. Adapun biologi dikelompokkan menjadi beberapa cabang biologi sebagai berikut :

1.3.1.1. Berdasarkan objek studi

a. botani : ilmu yang mempelajari seluk – beluk tumbuhan.
b. zoologi : ilmu yang mempelajari seluk – beluk hewan.
c. mikrobiologi : ilmu yang mempelajari kehidupan mikroorganisme (makhluk renik). Cabang-cabang ilmu lainnya adalah sebagai berikut:
d. mikologi : ilmu yang mempelajari seluk – beluk jamur (fungi).
e. entomologi : ilmu yang mempelajari kehidupan serangga.
f. virologi : ilmu yang mempelajari kehidupan virus dan pengaruhnya terhadap makhluk hidup lain.
g. bakteriologi : ilmu yang mempelajari kehidupan bakteri dan pengaruhnya terhadap makhluk hidup lain.
h. zimologi : ilmu yang mempelajari kehidupan khamir.

1.3.1.2. Berdasarkan tingkat organisasi
a. sitologi : ilmu yang mempelajari susunan dan fungsi bagian–bagian dari sel, baik hewan maupun sel
tumbuhan.
b. histologi : ilmu yang mempelajari susunan dan fungsi jaringan tubuh makhluk hidup.
c. organologi : ilmu yang mempelajari organ – organ makhluk hidup.

Cabang-cabang ilmu lainnya adalah sebagai berikut:

d. anatomi : ilmu yang mempelajari struktur tubuh mahluk hidup.
e. morfologi : ilmu yang mempelajari struktur luar dan fungsi organ suatu mahluk hidup.
f. fisiologi : ilmu yang mempelajari proses normal dan fungsi metabolisme (faal) serta kegiatan hidup makhluk hidup
g. embriologi : ilmu yang mempelajari perkembangan makhluk hidup dari telur sampai menjadi embrio (calon individu baru).

1.3.1.3. Berdasarkan persoalan/tema pokok
a. evolusi : ilmu yang mempelajari perkembangan mahluk hidup dari bentuk–bentuk yang sederhana menjadi
bentuk yang paling rumit (sempurna).
b. ekologi : ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahluk hidup dan lingkungannya.
c. genetika : ilmu yang mempelajari cara-cara pewarisan sifat individu kepada keturunannya.
d. patologi : ilmu yang mempelajari penyakit dan pengaruhnya terhadap makhluk hidup.
e. higiene : ilmu yang mempelajari cara-cara pemeliharaan kesehatan suatu makhluk hidup, terutama manusia.
f. taksonomi : ilmu yang mempelajari penggolongan makhluk hidup.
g. paleontologi : ilmu yang mempelajari fosil dan bentuk-bentuk kehidupan di masa lampau.

Selain digolongkan berdasarkan hal-hal di atas, biologi dapat juga dibedakan sebagaimana terlihat pada tabel 1.1.

Tabel 1.1. Penggolongan biologi berdasarkan objek: tumbuhan dan hewan

Berdasarkan objek studi Berdasarkan tingkat organisasi dan persoalan
a. Botani
b. Zoologi
c. Mikrobiologi
d. Mikologi
e. Entomologi
f. Virologi
g. Bakteriologi
h. Zimologi
a. Sitologi
b. Histologi
c. Organologi
d. Anatomi
e. Morfologi
f. Fisiologi
g. Embriologi
h. Evolusi
i. Ekologi
i. Genetika
j. Patologi
k. Higiene
l. Taksonomi
n. Paleontologi

1.3.2. Manfaat biologi dalam berbagai bidang Biologi juga dapat dimanfaatkan dalam bidang keilmuan lainnya, misalnya kedokteran, pertanian, dan farmasi.

1.3.2.1. Bidang kedokteran Dahulu orang menganggap penyakit merupakan suatu kutukan dari tuhan atau karena udara buruk. Contohnya, penyakit malaria berasal dari kata mala yang artinya buruk dan aria yang berarti udara. Pengobatan penyakit dahulu umumnya tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Sekarang, orang modern akan mencari tahu penyebab penyakit tersebut dan mengusahakan pengobatan atau pencegahannya. Kemajuan bidang kedokteran tidak lepas dari dukungan lmu biologi dan ilmu-ilmu lainnya.

Dengan kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran yang sangat pesat, sekarang sudah dapat disembuhkan berbagai macam penyakit, misalnya penyakit jantung, kanker, dan tumor. Kemajuan ilmu biologi diharapkan dapat menurunkan tingkat kematian dan meningkatkan gizi makanan.

1.3.2.2. Bidang pertanian Kemajuan ilmu biologi berperan dalam peningkatan sumber daya pangan, kemajuan teknologi alat pertanian, penggunaan pupuk secara tepat dan pemilihan bibit unggul. Bahkan rekayasa genetika, teknik kloning, pemeliharaan dan pembudidayaan tanaman secara modern (kultur jaringan dan genetika) semakin terkendali.

1.3.2.3. Bidang peternakan

Dengan kemajuan ilmu biologi, inseminasi buatan (kawin suntik), fertilisasi in vitro, dan kloning dengan menghasilkan embrio di luar uterus (rahim) induk betina dalam jumlah tertentu semakin berkembang.

1.4. Tahap-tahap klasifikasi

Apabila kalian cermati, kalian akan melihat makhluk hidup di alam ini beraneka ragam. Makhluk hidup yang beraneka ragam jenis ini memiliki persamaan dan perbedaan ciri khas. Berdasarkan hal itu, makhluk hidup dapat digolongkan kepada golongan tertentu. Proses pengaturan atau penggolongan makhluk hidup dalam kategori golongan yang bertingkat disebut klasifikasi. Hasil dari proses tersebut berupa sistem klasifikasi. Klasifikasi mempermudah kita dalam mempelajari dan menyederhanakan obyek studi.

Artinya, mengamati dan mempelajari satu jenis makhluk sudah mewakili semua makhluk yang berada dalam satu tingkat pengelompokan. Cabang biologi yang khusus mempelajari klasifikasi disebut taksonomi. Pengelompokam makhluk hidup berdasarkan aturan tertentu dikatakan sebagai klasifikasi. Adapun dasar-dasar yang dapat digunakan dalam klasifikasi makhluk hidup seperti berikut ini.

1.4.1. Berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri morfologi

Coba kalian amati ayam dan bebek yang berada di lingkungan sekitar kalian, keduanya dikelompokkan dalam unggas karena adanya persamaan ciri morfologi. Tetapi keduanya juga memiliki perbedaan, sehingga ayam dan bebek merupakan golongan berbeda seperti terlihat pada tabel 1.2.

Tabel 1.2. Persamaan dan perbedaan ciri morfologi

Ciri-Ciri Ayam Bebek Persamaan: 1. Tulang Belakang 2. Jumlah kaki 3. Jantung 4. Bulu Perbedaan:

1. Paruh 2. Kaki

1.4.2. Berdasarkan peranannya dalam kehidupan manusia

Pengelompokan makhluk hidup dapat dilakukan berdasarkan peranannya dalam kehidupan manusia, yaitu menguntungkan atau merugikan, atau dapat juga berdasarkan fungsinya sebagai tanaman sayuran, obat-obatan, pangan, beracun. Sebagai contoh kelompok tanaman peneduh: akasia, mahoni, asem, talok, dan beringin; kelompok tanaman hias: mawar, melati, anggrek, dan suplir.

Klasifikasi atas dasar peranannya dapat dilakukan oleh siapa saja asalkan pengelompokan tersebut jelas. Contohnya, padi, jagung, singkong, dan sagu dikelompokkan dalam tumbuhan sumber bahan pangan. Contoh lain, yang tergolong hewan ternak antara lain sapi, kambing dan ayam.

1.4.3. Berdasarkan ciri anatomi suatu makhluk hidup Klasifikasi berdasarkan ciri anatomi lebih ditekankan pada ciri-ciri yang terdapat dalam organ tubuh makhluk hidup atau pada struktur penyusun tubuhnya. Sebagai contoh, klasifikasi berdasarkan anatomi batang tumbuhan:

a. Tumbuhan memiliki kambium pada batang sehingga batang dapat bertambah besar, misalnya jambu, mangga, rambutan, jati, dan jeruk

b. Tumbuhan yang tidak memiliki kambium batang sehingga batang tidak dapat bertambah besar, misalnya jagung, padi, dan rumput. Hewan juga dapat diklasifikasikan berdasarkan ciri anatomi. Misalnya, klasifikasi pada hewan berdasarkan ada tidaknya tulang belakang terbagi menjadi Avertebrata (tidak bertulang belakang) dan Vertebrata (bertulang belakang).

1.4.4. Berdasarkan ciri biokimia Perkembangan ilmu pengetahuan mendorong perkembangan klasifikasi makhluk hidup. Artinya, tidak hanya ciri-ciri yang mudah diamati saja digunakan untuk klasifikasi, namun dapat juga berdasarkan sifat biokimia dalam tubuh makhluk hidup tersebut. Sifat biokimia ini dimulai dari molekul, DNA, dan membran sel yang dapat digunakan sebagai dasar pengelompokan.

1.5. Tujuan klasifikasi Dasar pengelompokan makhluk hidup antara sistem klasifikasi yang satu dengan yang lain mungkin saja berbeda. Namun, pada umumnya klasifikasi makhluk hidup tersebut mempunyai tujuan dan manfaat yang hampir sama. Tujuan klasifikasi adalah:

a. Mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup agar mudah dikenali. b. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri. c. Melihat hubungan kekerabatan antar anggota kelompok makhluk hidup dalam klasifikasi tersebut. Makin banyak persamaan satu golongan dengan golongan lain artinya kedua golongan tersebut memiliki hubungan kekerabatan makin dekat. d. Mengurutkan proses evolusi/ perkembangan suatu makhluk hidup berdasarkan hubungan kekerabatan dengan golongan lain. 1.6. Manfaat klasifikasi Selain memiliki tujuan, klasifikasi juga bermanfaat untuk kepentingan manusia. Adapun manfaat klasifikasi antara lain sebagai berikut.

a. Menyederhanakan objek studi. Apabila kita akan mempelajari sesuatu tidak perlu semua makhluk hidup yang ada di muka bumi diteliti satu persatu, tetapi cukup dengan sampel atau perwakilan dari objek tersebut yang dianggap

sudah mewakili semua. Misalnya untuk mempelajari serangga atau lebah dengan karekteristik yang mewakili serangga tersebut.

b. Diketahui hubungan kekerabatan. Dengan melihat hubungan pengelompokan\klasifikasi tersebut dapat diketahui hubungan kekerabatannya. Misalnya, ayam lebih dekat hubungan kekerabatannya dengan bebek daripada dengan ular. 1.7 Tahapan klasifikasi Tahapan klasifikasi meliputi pencandraan/ identifikasi, pengelompokan, dan pemberian nama kelompok.

a. Pencandraan (identifikasi) Pencandraan atau identifikasi merupakan pengamatan ciri-ciri atau sifat-sifat makhluk hidup. Hal-hal yang diamati meliputi morfologi, anatomi, fisiologi, kromosom, dan tingkah laku. Contoh pencandraan dengan memperlihatkan data-data berupa: tubuh ditumbuhi rambut, berkaki empat, memiliki dua mata, dan memiliki kelenjar mammae di dada. Data tersebut menunjukkan ciri khas makhluk hidup yang tergolong mamalia.

b. Pengelompokan Setelah pencandraan, langkah berikut ialah mengelompokkan makhluk hidup yang memiliki banyak kesamaan berdasarkan pencandraan dalam kelompok yang sama. Misalnya, kambing, kelinci, kuda, dan sapi termasuk dalam satu kelompok karena sama-sama merupakan hewan pemakan tumbuhan. Setelah itu, masuk pada tahap yang ketiga, yaitu pemberian nama kelompok.

c. Pemberian nama Berdasarkan contoh pengelompokan di atas, nama kelompok hewan-hewan tersebut adalah mammalia herbivor. Para ahli taksonomi telah melakukan penelitian terhadap berbagai jenis hewan dan tumbuhan di dunia ini. Mereka telah melakukan tahap-tahap klasifikasi dan akhirnya mampu memberikan nama terhadap makhluk hidup tersebut. Untuk mempermudah mencari nama makhluk hidup yang belum kalian kenal, kalian dapat menggunakan kunci determinasi.

1.8. Kunci determinasi Kunci determinasi digunakan untuk mencari nama tumbuhan atau hewan yang belum diketahui. Kunci determinasi yang baik adalah kunci yang dapat digunakan dengan mudah, cepat serta hasil yang diperoleh tepat. Pada umumnya kunci disusun secara menggarpu (dikotom), memuat ciri-ciri yang bertentangan satu sama lain. Artinya, apabila suatu makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang satu, berarti ciri yang lain

pasti gugur. Dikenal dua macam kunci determinasi, yaitu kunci determinasi bertakik (Idented Key) dan kunci determinasi paralel (Bracketed Key).

a. Contoh kunci determinasi bertakik: 1. Daun berseling 2.Buah berbiji tunggal 3. Bunga biseksual………………………………………………….Allmania 3. Bunga uniseksual……………………………………………Amaranthus 2.Buah berbiji banyak…………………………………………………..Celosia 1. Daun berhadapan 4. Kepala putik satu…………………………………………..Althernanthera 4. Kepala putik bercabang dua……………………………….Gomphrena b. Contoh kunci determinasi paralel: 1.a. Daun berhadapan……………………………………………………………..2 1.b. Daun berseling…………………………………………………………………3 2.a. Kepala putik satu…………………………………………..Althernanthera 2.b. Kepala putik bercabang dua……………………………….Gomphrena 3.a. Buah berbiji banyak………………………………………………….Celosia 3.b. Buah berbiji tunggal…………………………………………………………..4 4.a. Bunga biseksual…………………………………………………….Allmania 4.b. Bunga uniseksual………………………………………………Amaranthus Tugas: buat kunci determinasi (bentuk takik maupun paralel) dari spesimen yang disediakan. Perhatikan petunjuk pembuatannya sebagai berikut:

a. Pilihlah ciri-ciri khas yang dapat merupakan ciri kontras dari spesimen yang akan dibandingkan, yang mudah dilihat secara makroskopis dan bersifat tetap. b. Siapkan Tabel Pembanding (lihat contoh) c. Pada setiap pasang pernyataan, pakailah istilah yang paralel dan bersifat komparatif. Hindarkan pemakaian kalimat yang bersifat negatif. d. Hindarkan pengukuran yang tumpang tindih (overlapping). Contoh Tabel Pembanding

No. Spesimen 1 Spesimen 2 Spesimen 3 Spesimen 4 1. Habitus liana semak herba semak 2. Susunan daun berhadapan berseling roset berhadapan 3.Jumlah daun kelopak 7-10 5 5 3 4.Jumlah benangsari 7 4 10 5

15

5.Tipe buah kotak buni kotak kotak Berdasarkan Tabel Pembanding dapat dibuat kunci bertakik dan kunci paralel sebagai berikut.

a. Kunci bertakik 1. Herba 2. Daun roset, benangsari 10…………………………………….spesimen 3 2. Daun berhadapan, benangsari 5……………………………spesimen 4 1. Liana atau semak 3. Daun berhadapan, benangsari 7……………………………spesimen 1 3. Daun berseling, benangsari 5………………………………..spesimen 2 b. Kunci paralel 1.a. Herba……………………………………………………………………………….2 1.b. Herba atau liana…………………………………………………………………3 2.a. Daun roset, benangsari 10……………………………………spesimen 3 2.b. Daun berhadapan, benangsari 5……………………………spesimen 4 3.a. Daun berhadapan, benangsari 7……………………………spesimen 1 3.b. Daun berseling, benangsari 5………………………………..spesimen 2 1.9. Macam-macam klasifikasi Klasifikasi bermanfaat untuk mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup yang beraneka ragam. Hewan atau tumbuhan yang masih dekat hubungan kekerabatannya mempunyai banyak persamaan ciri morfologi. Ada beberapa macam sistem klasifikasi, di antaranya sistem klasifikasi alami, sistem klasifikasi buatan dan sistem klasifikasi filogenik.

1.9.1 Sistem klasifikasi alami Merupakan suatu cara pengelompokan makhluk hidup berdasarkan banyaknya persamaaan ciri morfologi yang dimiliki. Pengamatan dilakukan menggunakan mata telanjang dengan mengamati bentuk luar tubuh suatu makhluk hidup, antara lain warna, ukuran tubuh, tinggi/pendek, bentuk daun, bentuk paruh, bentuk kaki dan bentuk batang.

Penganut sistem ini adalah Aristoteles (384-322 SM). Aristoteles seorang ahli filsafat Yunani yang mengelompokkan tumbuhan berdasarkan jumlah kotiledon, ada tidaknya mahkota bunga, dan letak bakal buah. Selain beliau, Theophrastus (370-285 SM) yang disebut Bapak Botani dengan karyanya berjudul “History of Plants” yang berisi pembagian dunia tumbuhan menjadi empat kelompok, antara lain:

Pohon: tumbuhan yang memiliki batang berkayu, misalnya pohon mangga dan pohon jeruk.

Semak/Perdu: tumbuhan berkayu, memiliki banyak ranting dan bercabang pendek, misalnya tanaman pagar atau teh-tehan.

Setengah Semak/Setengah Perdu:

tumbuhan berbatang rendah dengan percabangan banyak dan mudah patah, misalnya tanaman cabai dan tanaman melati.

Herba/Terna: tanaman yang memiliki batang berair atau berbatang lunak, misalnya tanaman bayam, kangkung atau sawi.

Kelebihan sistem ini ialah identifikasi yang mudah. Pengelompokan makhluk hidup yang kurang dikenal masih mungkin dilakukan dalam sistem klasifikasi ini. Sistem ini juga relatif lebih stabil karena tidak akan berubah oleh perubahan perkembangan pengetahuan.

1.9.1.1. Sistem klasifikasi buatan Sistem klasifikasi buatan (artifisial) adalah pengelompokan makhluk hidup yang didasarkan atas adanya beberapa persamaan ciri morfologi, alat reproduksi, lingkungan tempat tumbuh, dan daerah penyebarannya tanpa memperhatikan kesamaan struktur yang mungkin memperlihatkan hubungan kekerabatan. Misalnya kupukupu dan kelelawar merupakan satu kelompok karena keduanya dapat terbang. Penganut sistem klasifikasi ini adalah John Ray (1627-1705), seorang naturalis Inggris yang menuangkan pendapatnya dalam “Historia Plantarum”, berisi 1800 jenis tumbuhan yang menggunakan ciri bunga, batang dan akarnya. Klasifikasi ini kurang teratur dan tidak disertai dengan tata nama. Kelebihan sistem ini adalah semua orang dapat melakukan pengelompokan makhluk hidup dengan menentukan sendiri aturan yang digunakan. Dengan demikian, dasar yang digunakan untuk pengelompokan antar orang yang berbeda akan berbeda pula.

1.9.1.2. Sistem klasifikasi filogenik Pengelompokan berdasarkan jauh dekatnya hubungan kekerabatan antar takson (kelompok). Charles Robert Darwin (1859) dalam bukunya “ On the Origin of Species by Means of Natural Selection” mengkaitkan antara klasifikasi dan evolusi. Dasar pemikiran Darwin adalah setiap makhluk hidup mengalami perubahan sehingga sifat/cirinya berbeda dengan sifat/ciri nenek moyangnya. Kelebihan sistem klasifikasi ini adalah dapat diketahui adanya hubungan filogenik antar makhluk hidup yang berada dalam satu kelompok. Selain itu, banyak informasi yang dapat diperoleh, misalnya anggota kelompok dapat ditambah dengan mudah dan kebanyakan makhluk hidup dalam kelompok memiliki ciri dasar yang diturunkan.

Carolus Linnaeus (1707-1778), sarjana kedokteran dari Swedia yang sangat besar perhatiannya terhadap bidang botani, menganut sistem klasifikasi buatan. Linnaeus menyatakan bahwa makhluk hidup yang memiliki persamaan paling banyak digolongkan dalam tingkatan yang sama, mengenal adanya tingkatan pengelompokan makhluk hidup yang disebut takson. Anggota-anggota dalam tingkatan takson yang semakin tinggi mempunyai persamaan semakin sedikit. Sebaliknya, makin rendah tingkatan takson, maka semakin banyak persamaannya. Umumnya kelompok (takson) dari tinggi ke rendah adalah sebagai berikut: Kingdom (Dunia) Phylum (Filum) atau Division (Divisi) Classis (Kelas) Ordo (Bangsa) Familia (Suku) Genus (Marga) Species (Spesies/Jenis)

Berikut ini adalah Tabel 1.3 tentang contoh klasifikasi pada tumbuhan dan hewan.

Tabel 1.3.Klasifikasi tumbuhan dan hewan

Tumbuhan Takson Hewan Plantae Kingdom Animalia Spermatophyta Phylum/Division Chordata Angiospermae Sub Phylum/Sub Division Vertebrata Dicotyledoneae Classis Mammalia Rutales Ordo Theria Rutaceae Familia Marsupialia Citrus Genus Marcapus C.macrocarpa (J. keprok) Species M. kangaroo (Kangguru)

Linnaeus juga memelopori cara pemberian nama makhluk hidup menggunakan sistem penamaan yang dikenal dengan sistem binomial nomenklatur (sistem tata nama ganda). Ketentuan penamaan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Nama ilmiah makhluk hidup ditulis dalam bahasa Latin atau bahasa asing yang dilatinkan. Contohnya, nama ilmiah melinjo adalah Gnetum gnemon yang berasal dari bahasa Melayu gnemu. b. Setiap nama jenis terdiri atas dua suku kata. Kata pertama menunjukkan nama genus, sedangkan kata kedua menunjukkan keterangan jenis/spesies (misalnya mammosum= seperti

mammae). Contohnya nama ilmiah harimau adalah Felis tigris dan nama ilmiah padi adalah Oryza sativa.

c. Huruf pertama pada kata pertama ditulis dengan huruf kapital, misalnya Felis dan Oryza. Adapun huruf pertama pada kata kedua ditulis dengan huruf kecil, misalnya tigris dan sativa. d. Nama jenis makhluk hidup dicetak miring, misalnya Oryza sativa atau dapat juga digarisbawahi, misalnya Felis tigris. e. Nama varietas ditulis sebagai kata ketiga, misalnya Oryza sativa glutinosa, yaitu nama lain padi varietas ketan. Beberapa alternatif sistem klasifikasi menggunakan sistem dua dunia, sistem tiga dunia, sistem empat dunia, dan sistem lima dunia.

Sistem dua dunia dikategorikan dalam dunia hewan (animalia), makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanan sendiri, memerlukan makhluk hidup lain sebagai sumber makanannya, dan dapat melakukan gerak berpindah tempat; dan dunia tumbuhan (plantae), makhluk hidup yang dapat membuat makanan sendiri dengan bantuan sinar matahari, mengubah senyawa anorganik menjadi senyawa organik, kelompok ini tidak dapat berpindah tempat meskipun dapat melakukan gerak yang terbatas.

Sistem tiga dunia disusun berdasarkan cara makhluk hidup memperoleh makanan yang dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1866, Bangsa Jerman). Sistem ini terdiri atas kingdom protista (mikroorganisme), kingdom plantae dan kingdom animalia.

Sistem klasifikasi berdasarkan data sekuen dari RNA ribosom (rRNA) membagi makhluk hidup hidup ke dalam tiga domain yaitu Bakteria, Archaea dan Eukarya. Anggota domain Bakteria dan Archaea ialah makhluk hidup prokariot, sedangkan domain Eukarya ialah makhluk hidup eukariot. Domain Eukarya terdiri dari 5 dunia, yaitu protista, chromista, fungi, plantae, dan animalia.

Sistem lima dunia dikemukakan oleh Robert H. Whittaker (1969), meliputi kingdom monera (prokariotik, inti sel tidak bermembran = ganggang hijau biru dan bakteri), kingdom protista, kingdom fungi (cendawan), kingdom plantae dan kingdom animalia. Klasifikasi disusun berdasarkan struktur organisasi internal sel, struktur organisasi sel, dan tipe nutrisi sel. Sistem ini yang paling sering digunakan untuk mengklasifikasikan makhluk hidup hidup.

Rangkuman

Biologi merupakan ilmu murni. Biologi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang menyangkut makhluk hidup. Pelaksanaan suatu penelitian tidak pernah lepas dari langkah-langkah yang mendukung hasil penelitian. Langkah-langkah penelitian disebut metode ilmiah, terdiri atas: identifikasi masalah, observasi atau pengumpulan data informasi, menyusun hipotesis (jawaban sementara), perencanaan percobaan berdasarkan hasil observasi, pengumpulan data dan analisis. Selanjutnya tahap terakhir adalah kesimpulan.

Sikap ilmiah dalam kinerja ilmiah bermanfaat untuk menentukan konsep-konsep biologi. Sikap ilmiah yang harus dimiliki oleh seorang biologiwan antara lain jujur, memiliki rasa ingin tahu, sesuai dengan fakta, berani dan santun, dan dalam melakukan penelitian harus tekun agar hasil yang diperoleh maksimal.

Objek tingkat organisasi dan persoalan/tema yang dipelajari dalam biologi mulai dari tingkat kecil berupa susunan molekul dan sel sampai tingkat tertinggi yaitu bioma.

Klasifikasi adalah suatu cara mengelompokkan segala sesuatu (objek, organisme, dan lain-lain) berdasarkan aturan tertentu. Tahap klasifikasi, yaitu pencandraan (identifikasi), pengelompokan, dan pemberian nama. Tujuan klasifikasi adalah menyederhanakan objek (penelitian). Sistem klasifikasi berdasarkan pendekatannya dibedakan menjadi sistem alami, sistem buatan dan sistem filogenik.

Klasifikasi menurut Carolus Linnaeus menggunakan sistem peralihan alami > buatan. Dalam klasifikasi ini, Linnaeus menyertakan tatacara dalam pengelompokan dengan aturan pemberian tata nama ganda yang dikenal sebagai Binomial Nomenklatur. Setiap satu spesies memiliki satu nama untuk tiap tingkatan takson. Urutan takson dari tingkat rendah sampai yang tinggi adalah spesies (jenis), genus (marga), familia(suku), ordo(bangsa), kelas, divisi/filum, kingdom(dunia) dan domain.

Beberapa alternatif sistem klasifikasi menggunakan sistem dua dunia, sistem tiga dunia, sistem empat dunia, dan sistem lima dunia. Sistem dua dunia dikategorikan dalam hewan (animalia) dan tumbuhan (plantae). Sistem tiga dunia terdiri atas protista (mikroorganisme), plantae dan animalia.Sistem empat dunia terbagi atas monera, fungi (cendawan), plantae dan animalia, dan sistem lima dunia terbagi atas monera, protista, fungi, plantae dan animalia.

Soal Latihan

A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e untuk jawaban yang tepat!

1. Untuk memecahkan masalah hama kutu loncat yang menyerang tanaman lamtoro gung, langkah pertama yang harus dilakukan adalah ….
a. melakukan eksprimen b. mengemukakan teori c.mengadakan observasi untuk mengumpulkan informasi d. menyusun hipotesis e. merumuskan masalah
2. Di antara gejala-gejala berikut yang termasuk gejala biologi adalah ….
a. timbulnya wabah penyakit b. peledakan jumlah penduduk c. bencana kelaparan d. serangan hama wereng e. kerusakan lingkungan
3. Imperata cylindrica (alang-alang) merupakan jenis gulma yang banyak merugikan petani. Namun, hasil penelitian menunjukkan umbi akar alang-alang dapat digunakan sebagai bahan baku obat-obatan. Orang yang melakukan penelitian tersebut merupakan ahli dalam bidang ….
a. gulmasida d. botani b. zoologi e. taksonomi c. farmakologi
4. Dalam pengamatan bunga kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis) dilakukan pengukuran diameter dan panjang mahkota yang dibuat pada lokasi berbeda, di setiap lokasi diambil sampel lima tanaman yang sama. Dari pengamatan tersebut yang dikatakan sebagai variabel bebas adalah ….
a. diameter mahkota bunga b. panjang mahkota c. lokasi yang berbeda d. setiap lokasi lima tanaman e. bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
5. Tingkatan organisasi kehidupan yang paling rendah dan merupakan ciri suatu makhluk hidup ditunjukkan oleh ….
a. sel – organ – jaringan b. molekul – sel – jaringan c. sel – jaringan – organ d. individu – populasi – komunitas e. sel – organ – sistem jaringan
6. Hal-hal berikut dapat digunakan sebagai dasar klasifikasi buatan antara lain ….
a. persamaan/perbedaan ciri yang ada b. tempat hidupnya c. morfologi d. cara perkembangbiakannya e. tingkah lakunya
7. Berikut ini yang bukan termasuk manfaat mempelajari klasifikasi ….
a. untuk menyederhanakan objek b. menunjukkan hubungan kekerabatan makhluk hidup c. menunjukkan gambaran evolusinya d. menunjukkan ciri-ciri makhluk hidup e. memanfaatkan makhluk hidup yang berguna bagi manusia
8. Sistem klasifikasi yang telah mulai menggolongkan Archaebacteria dan Eubacteria menjadi kingdom yang berbeda merupakan sistem klasifikasi ….
a. dua dunia b. tiga dunia c. enam dunia d. tujuh dunia e. delapan dunia
9. Sistem pengelompokan yang paling mudah dan semua orang dapat melakukannya adalah ….
a. sistem filogenik b. sistem alami c. sistem dua dunia d. sistem tiga dunia e. sistem artifisial
10. Berikut ini macam makhluk hidup …. (1) Manihot utilissima (2) Hibiscus rosa-sinensis (3) Solanum tuberosum (4) Manihot tuberosum (5) Oryza sativa Di antara makhluk hidup tersebut, yang paling dekat hubungan kekerabatannya antara ….
a. (1) dan (2) b. (1) dan (4) c. (3) dan (4) d. (3) dan (5) e. (2) dan (4) B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!

1. Jelaskan persiapan yang harus dilakukan seorang peneliti!
2. Jelaskan suatu hipotesis dikatakan sebagai hipotesis nol!
3. Mengapa biologi disebut sebagi pure science?
4. Jelaskan tahapan dalam metode ilmiah!
5. Jelaskan bagaimana C. Laveran menemukan penyakit malaria!
6. Sebutkan tujuan dilakukan klasifikasi!
7. Sebutkan dasar-dasar yang digunakan dalam klasifikasi makhluk hidup!
8. Jelaskan langkah-langkah yang ditempuh dalam teknik klasifikasi makhluk hidup!
9. Atas dasar apa pengelompokan makhluk hidup dibedakan menjadi dua dunia?
10. Sebutkan nama lima orang ilmuwan yang berjasa dalam klasifikasi makhluk hidup!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>