Kingdom Protista dan Kingdom Fungi

Anda akan diajak untuk dapat memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup dengan cara menyajikan ciri-ciri umum filum dalam kingdom Protista dan peranannya bagi kehidupan. Anda juga harus mampu mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis-jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan, percobaan, dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan. Pada bab sebelumnya, Anda telah mempelajari tentang virus dan

A. Kingdom Protista kingdom Monera. Menarik, bukan? Keduanya merupakan makhluk hidup
B. Kingdom Fungiyang sangat kecil (mikroskopis). Adakah kelompok makhluk hidup lain yang beragam ukurannya?

Apakah Anda pernah mengonsumsi jamur? Bagaimana rasanya, enak bukan? Jika diolah dengan baik, masakan jamur akan terasa seperti daging ayam, terutama jamur tiram. Hal tersebut dikarenakan jamur memiliki protein glikogen yang mirip terdapat pada daging. Oleh karena itu, masakan jamur sering digunakan sebagai pengganti daging oleh para vegetarian atau orang yang tidak memakan daging.

Apakah manfaat kingdom Protista dan kingdom Fungi hanya sebatas untuk dikonsumsi manusia? Tentu tidak, masih banyak manfaat dari kingdom Protista dan kingdom Fungi.

Anda akan mengenal kedua kingdom tersebut lebih jauh, baik itu ciri-cirinya maupun manfaatnya. Oleh karenanya, pahamilah kandungan bab ini dengan penuh semangat.

Soal Pramateri
1. Apa perbedaan organisme prokariotik dan organisme eukariotik?
2. Apa yang Anda ketahui tentang jamur?
3. Apa manfaat jamur bagi manusia?

Kata Kunci

• Autotrof • Heterotrof • Multiseluler • Protista • Uniseluler Wawasan Biologi Pada klasifikasi dua kingdom (Hewan dan Tumbuhan), sebagian anggota Protista masuk ke dalam kingdom hewan karena dapat bergerak bebas dan heterotrof, sebagian lagi masuk ke dalam kingdom tumbuhan karena tidak bergerak bebas dan dapat berfotosintesis. Namun, para ilmuwan bingung ketika akan mengelompokkan Euglena sp. Karena, Euglena dapat berfotosintesis, dapat bergerak bebas, dan dapat mencerna makanan. Jadi, apakah Euglena hewan atau tumbuhan?

Gambar 3.1

Jamur dari Filum Myxomycota.

(a) Physarium merupakan salah satu contoh jamur lendir serta salah satu organisme perintis. (b) Bentuk sporangium jamur lendir. A Kingdom Protista

Kingdom Protista sangat berbeda dengan kingdom lainnya. Beberapa Protista adalah autrotof dan beberapa lagi adalah heterotrof. Respirasi pada Protista terjadi secara aerobik. Hidup bebas di laut, air tawar, atau parasit pada makhluk hidup lain. Walaupun pada umumnya Protista adalah makhluk hidup uniseluler, namun terdapat juga Protista yang multiseluler, seperti ganggang laut. Apakah Anda tahu contoh lainnya?

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa Protista tidak dikelompokkan dalam kingdom Monera meski keduanya secara umum merupakan makhluk hidup satu sel. Hal ini dikarenakan Protista berbeda dengan Monera dalam hal struktur inti sel. Pada Protista, selnya sudah mempunyai membran inti atau disebut organisme eukariotik. Bagaimana dengan Monera?

1. Klasifikasi Protista Organisme anggota Protista bersifat autrotrof, heterotrof, dan ada juga yang mendapatkan makanannya secara bervariasi bergantung kondisi lingkungan saat itu. Protista dapat ditemukan di air tawar, air laut, dan bersimbiosis dengan makhluk hidup lain. Keanekaragaman habitat dan cara hidup Protista membuatnya sulit diklasifikasikan ke dalam kelompok hewan maupun tumbuhan. Saat ini, Protista dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu Protista mirip jamur, Protista mirip tumbuhan, dan Protista mirip hewan (Campbell, 1998: 522).

a. Protista Mirip Jamur Dahulu Protista mirip jamur sering dikelompokkan ke dalam kingdom Fungi, namun sekarang pada umumnya para ahli telah mengelompokkannya ke dalam kingdom Protista. Protista mirip jamur menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya dalam bentuk uniseluler. Akan tetapi, Protista mirip jamur dapat bergabung dan berkelompok sehingga membentuk organisme multiseluler. Dalam keadaan tersebut, Protista mirip jamur mengalami masa transisi dari uniseluler menuju multiseluler.

Protista mirip jamur atau yang lebih dikenal dengan jamur lendir memiliki susunan sel, cara reproduksi, dan siklus hidup yang berbeda dari jamur. Berdasarkan perbandingan molekuler, jamur lendir mirip dengan beberapa alga walaupun jamur lendir tidak memiliki kloroplas. Protista mirip jamur terdiri atas tiga filum, yaitu Myxomycota, Acrasiomycota, dan Oomycota.

1) Myxomycota

Filum Myxomycota terdiri atas jamur lendir. Anggota Myxomycota biasanya memiliki pigmen kuning atau oranye dan bersifat heterotrof. Myxomycota memiliki fase amoeboid berinti banyak dan tidak dibatasi dinding kuat yang disebut plasmodium yang dapat dijumpai dalam siklus hidupnya. Plasmodium dapat bergerak seperti Amoeba di atas substrat dan mencerna makanan secara fagositosis, menelan partikel atau sel secara langsung. Contoh spesies Myxomycota adalah Physarium sp.

2) Acrasiomycota

Anggota Acrasiomycota atau yang disebut jamur lendir uniseluler, pada dasarnya lebih mirip dengan protozoa uniseluler. Fase vegetatifnya juga merupakan sel yang berfungsi sebagai individu. Jika makanan tidak tersedia, sel-sel akan membentuk agregat atau kumpulan yang berfungsi sebagai unit. Meskipun kumpulan selnya mirip dengan Myxomycota, sel-sel Acrasiomycota tetap mempertahankan identitasnya dan terpisah oleh membran mereka. Perbedaan lainnya, yaitu jamur lendir plasmodium memiliki fase haploid dan diploid. Acrasiomycota memiliki tubuh buah yang berfungsi sebagai alat reproduksi seksual.

3) Oomycota

Oomycota dikenal sebagai jamur air (water molds), karat putih (white rust), dan downy mildew. Organisme ini terdiri atas hifa (filamen atau benang halus yang membentuk bagian vegetatif jamur) yang terlihat seperti jamur pada umumnya. Oomycota memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Pada umumnya, jamur air merupakan pengurai yang tumbuh pada alga atau hewan mati. Beberapa lagi merupakan parasit pada ikan.

Anggota dari kelompok Oomycota sebagian besar bereproduksi menghasilkan oogonia. Beberapa yang lainnya bereproduksi secara aseksual dengan zoospora. Pada saat proses reproduksi, zoospora bergerak dengan berenang cepat. Peristiwa tersebut terjadi di dalam air.

b. Protista Mirip Tumbuhan Protista mirip tumbuhan meliputi alga uniseluler dan multiseluler sederhana. Fosil alga yang pernah ditemukan diperkirakan berasal dari zaman Precambrian 1,2–1,4 miliar tahun yang lalu. Dengan demikian, tak dapat dipungkiri bahwa alga telah ada sepanjang zaman Paleozoic, yaitu sekitar 500 juta tahun yang lalu.

Protista mirip tumbuhan uniseluler sering disebut juga sebagai fitoplankton, sedangkan Protista mirip tumbuhan multiselular sering disebut alga. Protista fotosintetik ini tersebar secara luas di lautan dan danau-danau. Walaupun sebagian termasuk organisme mikroskopik, organisme ini memiliki peran yang sangat penting. Fitoplankton di lautan menyumbangkan sekitar 70% dari semua aktivitas fotosintesis yang ada di muka bumi ini, yaitu menyerap karbon dioksida, mengisi atmosfer dengan oksigen, dan menyokong siklus kehidupan dalam jaring-jaring makanan dalam kehidupan air.

Protista mirip tumbuhan, dibagi menjadi 7 filum, yaitu Euglenophyta, Chrysophyta, Bacillariophyta (Diatomae), Pyrrophyta (Dinoflagellata), Rhodophyta, Phaeophyta, dan Chlorophyta.

Gambar 3.2

Contoh Protista dari kelompok Oomycota.

(a) Bentuk zoosporangia pada Saprolegnia sp. yang akan menghasilkan zoospora, (b) bentuk oogonia pada Saprolegnia sp. yang menghasilkan oogonium, dan (c) jamur air yang tumbuh pada bangkai kecoa untuk dirombak atau diuraikan. Kingdom Protista dan Kingdom Fungi

45

Flagela Bintik mata Inti sel Kloroplas Vakuola kontraktil 1) Euglenophyta

Filum Euglenophyta dinamai berdasarkan genus yang melimpah pada filum ini, yaitu Euglena (Gambar 3.3). Euglenophyta merupakan organisme uniseluler yang memiliki flagela, vakuola kontraktil, stigma yang dapat menangkap cahaya (photoreceptive eyespot), dan kloroplas. Euglenophyta dapat hidup secara autotrof atau heterotrof. Beberapa jenis Euglena yang autotrof dapat menjadi heterotrof ketika tingkat cahaya rendah.

Euglenophyta mengandung klorofil a dan b serta beberapa jenis karotenoid. Karbohidrat hasil fotosintesis disimpan dalam bentuk paramilum. Perkembangbiakan dilakukan secara aseksual melalui pembelahan biner.

Kegiatan 3.1

Sumber: Biological Science, 1986

Gambar 3.3

Gambar struktur tubuh Euglena. Apa guna kloroplas bagi Euglena?

1

2 3 4 5 Sumber: Biology, 1998

Gambar 3.4

inobryon adalah contoh spesies Chrysophyta.

Kehidupan Air Tujuan

Mengamati mikroorganisme yang hidup dalam air sawah atau air kolam

Alat dan Bahan

Botol air mineral bekas, air kolam atau air sawah, air minum atau air yang bersih, pipet, mikroskop, dan kaca objek serta penutupnya

Langkah Kerja

1. Masukkan air kolam atau air sawah ke dalam botol air mineral. 2. Ambillah air kolam atau air sawah menggunakan pipet, kemudian teteskan ke kaca objek. 3. Setelah itu, tutup dengan kaca penutup objek. 4. Amatillah di bawah mikroskop dengan memulai dari perbesaran yang terkecil. 5. Apakah yang dapat Anda simpulkan dari kegiatan tersebut. Diskusikanlah bersama kelompok Anda. Presentasikan hasilnya di depan kelas. Jawablah pertanyaan berikut untuk menyimpulkan fakta.

1. Setelah dilihat di bawah mikroskop, apakah yang Anda amati? Adakah organisme yang bergerak? 2. Jika ada, gambarlah bentuk organisme yang Anda amati tersebut. 3. Lakukanlah hal yang sama, seperti pada langkah kerja tadi, tetapi menggunakan air minum atau air yang bersih. Bagaimana hasil pengamatan Anda? 2) Chrysophyta (Alga cokelat-keemasan)

Chrysophyta kebanyakan hidup di air tawar, meskipun beberapa ada yang hidup di air laut. Alga kelompok ini mempunyai makanan yang disimpan sebagai laminarin, yaitu suatu polisakarida sebagai simpanan makanan pada alga ini, dan memiliki pigmen fotosintetik, yaitu klorofil c, klorofil a, xantofil, dan pigmen karoten.

Alga cokelat-keemasan memiliki variasi struktur dan bentuk. Sebagian tidak memiliki dinding sel dan dapat merayap seperti Amoeba. Sebagian lagi memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Biasanya, Alga cokelat-keemasan yang memiliki dinding sel pektin, memiliki dua flagel. Alga cokelat-keemasan memiliki klorofil a, klorofil b, pigmen karoten, dan pigmen fucoxanthin yang merupakan sumber warna keemasan alga ini. Contoh spesies anggota Chrysophyta adalah Dinobryon (Gambar 3.4).

3) Bacillariophyta (Diatom)

Anggota kelompok ini dapat hidup di air tawar dan air laut. Bacillariophyta memiliki makanan yang disimpan sebagai leukosin dan memiliki pigmen fotosintetik, yaitu klorofil a, klorofil c, xantofil, dan karoten.

Diatom menyekresikan dioksida silisium (disebut juga sebagai frustule) yang kemudian membentuk deposit fosil yang dikenal sebagai tanah diatom. Tanah diatom dapat digunakan sebagai bahan pembuat saringan dan sebagai

Praktis Belajar Biologi untuk Kelas X

46

bahan campuran penggosok. Beberapa anggota Chrysophyta merupakan organisme uniseluler dan sebagian hidup berkoloni. Umumnya berkembang biak secara aseksual, namun sebagian menghasilkan gamet dan melakukan reproduksi seksual.

Diatom dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pennalean yang mempunyai tubuh yang simetri bilateral dan bentuk tubuh yang panjang; kelompok centralean dengan simetri radial dan bentuk bulat gemuk. Diatom dapat juga digunakan sebagai indikator untuk kualitas air, pasta gigi, dan sebagai penunjuk usia fosil. Beberapa contoh spesiesnya, antara lain Rhaponeis sp., Triceratium pentacrinus, Arachnoidiscus ehrenbergi, dan Trinaria regina (Gambar 3.5).

a b c d 20 ..m

Sumber: Biological Science, 1986

Gambar 3.5

Macam-macam kelompok diatom. (a) haponeis,

(b) riceratium pentacrinus, (c) Arachnoidiscus ehrenbergi, dan (d) rinacria regina. Sumber: Biological Science, 1986

Gambar 3.6

Salah satu jenis Dinoflagellata. Ceratium, Dinoflagellata ini dapat menyebabkan gelombang merah yang mematikan ikanikan.

20 ..m 20 ..m 20 ..m

4) Pyrrophyta (Dinoflagellata)

Dinoflagellata diberi nama demikian karena pergerakan yang dibantu dua flagela mirip cambuk (dalam bahasa Latin, dino artinya pusaran air). Beberapa Dinoflagellata ditutup oleh membran sel, sedangkan lainnya ada yang ditutupi oleh dinding selulosa seperti halnya sel pada tumbuhan. Walaupun beberapa jenis Dinoflagellata hidup di air tawar, umumnya Dinoflagellata hidup di lautan contohnya Ceratium sp. (Gambar 3.6). Di lautan mereka adalah organisme yang penting sebagai makanan bagi organisme yang lebih besar. Di laut, banyak Dinoflagellata yang mengeluarkan cahaya (bioluminesens) berwarna hijau biru yang sangat indah pada malam hari.

Klorofil hijau Dinoflagellata biasanya ditutup oleh pigmen merah yang membantu menangkap energi cahaya. Ketika air dalam keadaan hangat dan kaya akan nutrisi, populasi Dinoflagellata akan meledak. Jumlah Dinoflagellata akan sedemikian banyaknya sehingga air akan berwarna merah oleh warna dari tubuh. Peristiwa ini dikenal dengan gelombang merah (red tide).

Ketika terjadi gelombang merah, ribuan ikan mati lemas akibat insang mereka tersumbat atau kekurangan oksigen oleh miliaran Dinoflagellata yang mati dan membusuk. Akan tetapi, tiram dan remis “berpesta” dengan menyaring jutaan makanan mereka dari air. Dalam proses ini, tubuh mereka akan mengumpulkan racun saraf yang diproduksi Dinoflagellata dalam jumlah yang cukup besar. Jika manusia memakan Molusca tersebut, dapat mengakibatkan keracunan akibat akumulasi racun saraf Dinoflagellata.

5) Rhodophyta (Alga Merah)

Rhodophyta mempunyai pigmen berwarna merah (fikoeritrin) yang sangat banyak. Umumnya, Rhodophyta multiseluler, namun terdapat juga Rhodophyta yang uniseluler. Alga merah multiseluler umumnya makroskopis dan struktur tubuhnya menyerupai tumbuhan (talus). Talus pada Rhodophyta berupa helaian atau seperti tumbuhan. Siklus hidup Rhodophyta berbeda satu sama lain. Tidak seperti alga lainnya, Rhodophyta tidak memiliki fase berflagel dalam siklus hidupnya. Untuk kawin, gamet bergantung pada arus air. Banyak anggota Rhodophyta tubuhnya dilapisi kalsium karbonat, misalnya Coralina (Gambar 3.7).

Gambar 3.7

(a) Coralina dan (b) Chondrus merupakan contoh alga merah. a b Sumber: Botany, 1995

Beberapa alga merah bermanfaat sebagai penyokong penting bagi batu karang tropis. Alga merah juga dapat menghasilkan carrageenan, suatu zat aditif yang dapat ditambahkan pada puding dan es krim. Selain itu, alga merah yang dikeringkan banyak digunakan dalam beberapa hidangan masakan Jepang.

Tugas Ilmiah 3.1

Gambar 3.8

(a) Postelsia dan (b) Sargassum merupakan contoh alga cokelat. Bersama teman sebangku Anda, carilah informasi mengenai spesies Protista yang menguntungkan. Pencarian dapat dilakukan melalui buku di perpustakaan, majalah, koran, dan internet. Kumpulkan informasi sebayak-banyaknya dan jangan lupa menuliskan sumber literatur Anda. Buatlah laporannya. Setelah itu presentasikan di depan kelas Anda.

6) Phaeophyta (Alga Kecokelatan)

Phaeophyta atau alga cokelat, umumnya terdiri atas organisme multiseluler yang hidup di laut dan mempunyai pigmen xantofil (pigmen warna cokelat). Phaeophyta bersifat autotrof dan menyimpan cadangan makanannya dalam laminarin. Perkembangbiakannya dilakukan secara

aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan zoospora berflagel dan fragmentasi, sedangkan reproduksi seksual dilakukan dengan oogami atau isogami. Terdapat alga cokelat yang merupakan alga laut raksasa dan dapat mencapai panjang hingga lebih dari 100 meter. Alga cokelat digunakan sebagai makanan, pupuk, dan sebagai sumber pembuatan alginate atau bahan kosmetik.

Fucus serratus termasuk ganggang warna cokelat yang berdiferensiasi menjadi bentuk yang mengapung. Postelsia dan Sargassum merupakan contoh alga cokelat yang banyak dijumpai (Gambar 3.8).

a b Sumber: Biology: he nity and iversity of Life, 1995; www.huh.harvard.com

Praktis Belajar Biologi untuk Kelas X

48

7) Chlorophyta (Alga Hijau)

Chlorophyta atau alga hijau mempunyai dinding sel, klorofil a, klorofil b, dan betakaroten, serta menyimpan produk hasil fotosintesisnya dalam bentuk pati (amilum). Alga hijau sudah tidak diragukan lagi sebagai nenek moyang dari tumbuhan. Alga hijau merupakan makhluk hidup uniseluler dan dapat berkoloni menjadi bentuk multiseluler sederhana.

Banyak spesies Chlorophyta uniseluler hidup sebagai plankton, mendiami tanah basah dan salju, atau bersimbiosis dengan organisme lain. Salah satu simbiosis mutualisme yang terkenal adalah simbiosis antara Chlorophyta dan Fungi (jamur), yang terkenal sebagai Lichenes (lumut kerak).

Chlorophyta paling sederhana adalah organisme satu sel dengan dua flagela, yaitu Chlamydomonas. Chlamydomonas dan Chlorophyta yang serupa dengannya merupakan bentuk awal dari alga hijau. Chlamydomonas hidup secara autotrof dengan kloroplas tunggal. Chlamydomonas juga mempunyai vakuola kontraktil dan pirenoid. Kelebihan gula hasil fotosintesis disimpan sebagai pati di sekitar pirenoid. Perhatikan Gambar 3.9a.

a b c Sumber: Essentials of Biology, 1990

Gambar 3.9

a) Chlamydomonas, (b) olvox, dan (c) Spirogyra sp. olvox merupakan koloni dari Chlamydomonas.

Ulva (selada laut) mengalami tahap pergiliran hidup dari bentuk talus haploid multiseluler menjadi diploid multiseluler. Perhatikan Gambar 3.10 berikut.

Meiosis Peleburan gamet Gametofit betina Gamet Gamet jantan Spora Sporofit Zigot Mitosis Gambar 3.10

Sumber: Biology: Concepts & Connections, 2006 Siklus hidup lva.

Talus haploid multiseluler disebut gametofit, sedangkan talus diploid multiseluler disebut sporofit. Sporofit dewasa akan membentuk zoospora. Zoospora-zoospora tersebut akan tumbuh menjadi gametofit jantan dan gametofit betina. Gametofit jantan setelah dewasa menghasilkan gamet jantan dan begitu juga dengan gametofit betina menghasilkan gamet betina. Kedua gamet ini akan melakukan fertilisasi dan menjadi zigot diploid. Kemudian, zigot diploid tersebut membelah secara mitosis dan tumbuh menjadi sporofit.

Ciri-ciri dan perbedaan antara Euglenophyta, Chrysophyta, Pyrrophyta, Rhodophyta, Phaeophyta, dan Chlorophyta, dirangkum pada Tabel 3.1 berikut.

Tabel 3.1 Perbandingan Protista Mirip Tumbuhan Filum Warna Dominan dan Pigmen Fotosintesis Euglenophyta Pyrrophyta (Dinoflagellata) Chrysophyta Bacillariophyta Rhodophyta Phaeophyta Chlorophyta Cadangan Makanan Penyusun Dinding Sel Habitat Hijau (klorofil a, b, karoten, xantofil) Cokelat (klorofil a, klorofil c, karoten, xantofil) Keemasan (klorofil a, klorofil c, karoten, fucoxanthin) Kecokelatan (klorofil a klorofil c, karoten, xantofil) Kemerahan (klorofil a, karoten, klorofil d pada beberapa spesies) Kecokelatan (klorofil a, klorofil c, karoten, xantofil) Hijau (klorofil a, klorofil b, karoten) Paramilum Pati (amilum) Leukosin dan laminarin Leukosin Pati Laminarin Pati tumbuhan Tanpa dinding sel; Protein submembran Selulosa Submembran Silika Silika hidrat dalam matriks organik Matrik selulosa dengan polisakarida lain. Matrik selulosa dengan polisakarida lain Selulosa Umumnya di air tawar Di laut dan di air tawar Di laut dan di air tawar Di air tawar dan air laut Kebanyakan di laut dan sebagian di air tawar Hampir semua di air tawar Kebanyakan di air tawar, namun sebagian di laut Sumber: Biology, 1998

c. Protista Mirip Hewan (Protozoa) Protozoa artinya hewan pertama (protos = pertama; zoon = hewan), digambarkan sebagai organisme mirip hewan karena dapat bergerak dan mengambil makanan dari organisme lain. Protozoa dibagi ke dalam 6 filum, yaitu Zoomastigophora, Rhizopoda, Apicomplexa, Ciliophora, Foraminifera, dan Actinopoda. Berikut adalah tabel ciri umum sebagian filum yang termasuk Protozoa.

Tabel 3.2 Perbandingan Protista Mirip Hewan No Filum 1 2 3 4 Zoomastigophora Rhizopoda Actinopoda Apicomplexa Ciri Umum Zooflagellata, menggunakan flagel untuk bergerak dan memangsa, umumnya uniseluler, beberapa berkoloni Pseudopodia untuk bergerak dan memangsa Memangsa dengan axopodia (pseudopodia yang runcing dan menyebar), memiliki rangka silika Sebelumnya dikenal sebagai sporozoa, parasit pada hewan dan manusia dengan siklus hidup yang rumit Contoh Spesies Triconympha sp. dan Trypanasoma sp. Amoeba proteus Helizoa dan Radiozoa Plasmodium Praktis Belajar Biologi untuk Kelas X

50

5 Ciliophora Cilia digunakan untuk bergerak dan memangsa, umumnya uniseluler, beberapa sesil dan berkoloni Stylonychia sp., Paramaecium sp. 6 Foraminifera Memangsa dan bergerak menggunakan pseudopodia halus yang saling berhubungan Globigerina

Semuanya termasuk organisme uniseluler, eukariot, dan heterotrofik. Perbedaan utama enam filum ini hanya dalam cara pergerakannya.

1) Zoomastigophora (Zooflagellata)

Semua Zooflagellata memiliki minimal satu flagellum. Organel serbaguna ini dapat mendorong organisme bergerak, merasakan lingkungannya, dan menjerat mangsa. Zooflagellata sangat beragam, banyak yang hidup bebas di habitat tanah atau air, bersimbiosis, hidup di dalam organisme lain dengan hubungan mutualisme atau parasitik. Salah satu contoh simbiosis mutualisme yaitu Triconympha sp. yang hidup dalam usus rayap. Kemampuan Triconympha sp. mengurai selulosa, memberi kemampuan pada rayap untuk mengonsumsi kayu (Gambar 3.11a).

Zooflagellata dari genus Trypanosoma sp. bertanggung jawab terhadap penyakit tidur yang dapat menyebabkan kematian. Zooflagellata ini disebarkan melalui lalat tse tse (Gambar 3.11b).

a b Sumber: Biology Concepts & Connections, 2006

2) Rhizopoda (Amoeba)

Rhizopoda memiliki membran plasma yang fleksibel dan dapat melebar ke arah mana pun, membentuk pseudopodia (kaki semu) yang digunakan untuk bergerak dan mendapatkan makanan. Rhizopoda yang dikenal dengan sebutan Amoeba biasanya ditemukan di danau atau di kolam. Amoeba tidak mempunyai organel-organel sel yang banyak, seperti pada Zooflagelata ataupun Ciliophora. Akan tetapi, Amoeba memiliki struktur internal kompleks dan memiliki kemampuan yang baik dalam merasakan serta menangkap mangsa (Gambar 3.12).

Pseudopodia Membran sel Vakuola kontraktil Vakuola makanan Nukleus a b Sumber: www.shs.westport.k1 .ct.us Biology Concepts & Connections, 2006

Sumber: Biology, 1998

Gambar 3.11

(a) riconympha sp. hidup bersimbiosis pada rayap, sedangkan (b) rypanosoma sp. merupakan parasit pada manusia dan penyebab penyakit tidur. Gambar 3.12

Contoh Filum Rhizopoda.

(a) Bagian-bagian tubuh pada Amoeba proteus. (b) Bentuk Amoeba proteus.

Gambar 3.13

Contoh dari Filum Actinopoda.

(a) Heliozoa dan (b) Radiozoa. 3) Actinopoda (Heliozoa dan Radiozoa)

Actinopoda artinya kaki sinar. Pemberian nama ini mengacu pada bentuk pseudopodia runcing yang memencar dari tubuh Actinopoda. Pseudopodia tipe ini disebut axopodia. Axopodia membantu organisme ini mengapung dan memangsa organisme yang lebih kecil. Heliozoa umumnya hidup di air tawar dan menggunakan axopodia untuk memangsa, sedangkan Radiozoa umumnya hidup di laut dengan cangkang bersilikat yang berbeda-beda pada setiap spesies. Perhatikan Gambar 3.13.

a b Sumber: Biology: he nity and iversity of Life, 1995

4) Apicomplexa (Sporozoa)

Semua organisme Apicomplexa, sebelumnya disebut sporozoa, bersifat parasitik dan hidup di dalam tubuh atau sel inang mereka. Mereka memiliki kemampuan membentuk spora, suatu struktur tetap yang penyebarannya melalui makanan, air, atau gigitan serangga. Sporozoa tidak memiliki alat gerak, namun mengandung organel kompleks yang membantunya menempel dan menyerang inang. Banyak anggotanya memiliki siklus hidup yang kompleks. Oleh karena itulah filum ini disebut Apicomplexa. Salah satu contoh Sporozoa yang terkenal adalah penyebab penyakit malaria, yaitu Plasmodium (Gambar 3.14). Terdapat beberapa spesies Plasmodium.

1. Plasmodium falciparum yang memiliki masa sporulasi tidak menentu, antara 1–3 × 24 jam dan merupakan penyebab penyakit malaria tropika. 2. Plasmodium vivax yang memiliki masa sporulasi setiap 2 × 24 jam dan merupakan penyebab penyakit malaria tertiana. 3. Plasmodium malariae yang memiliki masa sporulasi setiap 3 × 24 jam dan merupakan penyebab penyakit malaria kuartana. Gambar 3.14

Plasmodium yang hidup pada manusia. (a) Plasmodium yang terdapat dalam sel darah yang ditularkan oleh (b) tusukan nyamuk Anopheles betina.

a b Sumber: www.sb roscoff.fr

Penyebaran Plasmodium terjadi ketika nyamuk Anopheles betina menusuk manusia yang terkena penyakit malaria. Plasmodium akan terbawa bersama darah bersama ke dalam tubuh nyamuk dalam bentuk gametosit. Di dalam tubuh nyamuk, gametosit berubah menjadi gamet jantan dan gamet betina, lalu terjadi fertilisasi. Zigot hasil fertilisasi merupakan fase haploid dari seluruh

Praktis Belajar Biologi untuk Kelas X

52

siklus hidup Plasmodium. Zigot menerobos dinding usus dan mengisap makanan dari tubuh nyamuk. Zigot berkembang menjadi oosista yang mengandung ratusan sporozoit. Sporozoit yang terbentuk berpindah ke kelenjar air liur (saliva). Perhatikan Gambar 3.15 (Burn, Kane, dan Karps 1994: 814).

Nyamuk menusukorang sehat Aliran darah Hati Infeksi sel darah merah Trophozoid disel darahmerahSiklus dalam seldarah merahMerozoitSel darahmerah lisisSel darah merahSporozoit kelenjar air sehatMerozoitMerozoit danNyamuk gamet di sel darahmenusuk orang Siklus seksualpindah ke liur nyamuk SporozoitSporozoitdilepaskanke dalamdarah yang terinfeksi merah

Sumber: Biology: Exploring Life, 1994

Jika nyamuk betina mengisap darah manusia sehat, sporozoit akan dikeluarkan bersama zat antikoagulan (zat antipembekuan darah) dari nyamuk menuju peredaran darah manusia. Kemudian, menuju ke sel hati. Setelah beberapa hari, akan terjadi pembelahan dan terbentuklah merozoit yang menyerang sel-sel darah merah. Setelah sel-sel darah merah pecah (sporulasi), merozoit akan keluar dan mencari sel darah merah baru. Pada saat sel-sel darah merah pecah, penderita akan merasa demam. Siklus demam bergantung pada spesies Plasmodium.

Setelah mengalami beberapa kali pembelahan, beberapa merozoit berubah menjadi gametosit. Gametosit ini berada di dalam peredaran darah dan dapat terbawa oleh Anopheles betina lainnya.

Walaupun obat chloroquinone (kina) dapat membunuh parasit malaria, amat disayangkan parasit ini mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya terhadap chloroquinone. Program pemusnahan nyamuk Anopheles tidak berjalan dengan lancar karena nyamuk ini menjadi resisten atau tahan terhadap pestisida. Para peneliti berharap dapat menggunakan teknik rekayasa genetik untuk membuat nyamuk Anopheles memiliki kemampuan untuk membunuh parasit Plasmodium, bukan menyebarkannya.

5) Ciliophora (Ciliata)

Anggota Filum Ciliophora merupakan organisme uniseluler soliter yang umumnya hidup di air tawar. Ciliata memiliki banyak organel yang terspesialisasi, termasuk cilia (tunggal cilium), struktur mirip rambut pendek di luar tubuhnya. Cilia mungkin menutupi seluruh bagian tubuh Ciliata atau terlokalisasi. Pada genus Paramaecium (Gambar 3.16), cilia menutupi seluruh bagian permukaan tubuh. Koordinasi yang baik pada cilia menyebabkan mereka dapat bergerak dengan cepat, sekitar satu milimeter per detiknya. Walaupun merupakan sel tunggal, Paramaecium dapat merespons lingkungan sekitarnya dengan baik. Jika bertemu dengan bahan kimia berbahaya atau penghalang, sel secara cepat akan mundur dengan gerakan cilia menuju arah yang berbeda.

Gambar 3.15

Siklus hidup Plasmodium pada manusia yang disalurkan oleh nyamuk Anopheles.

Kapankah sel darah merah mengalami lisis?

Tokoh

Sumber: Concise Encyclopedia ature, 1994 Biologi Ronald Ross (1857-1932) Ia merupakan seorang ahli kedokteran dari Inggris. Ia mengungkap siklus hidup Plasmodium, penyebab malaria.

Gambar 3.16

(a) Paramaecium dengan trikosista dan (b) struktur tubuh dari Paramaecium.

Sumber: Biological Science, 1986

Gambar 3.17

Cangkang Foraminifera yang dapat ditemukan di laut.

a b 20 ..m

Sumber: Biology: he nity and iversity of Life, 1995

Ciliata adalah predator yang ulung. Beberapa Ciliata, termasuk Paramaecium dan Didinium, membuat mangsa mereka tidak dapat bergerak dengan melepaskan jarum-jarum yang disebut trikosista yang menempel pada tubuh mereka. Mangsa kemudian dibawa ke dalam struktur mirip mulut dan dicerna pada vakuola yang sewaktu-waktu berfungsi seperti perut. Sisa makanan tersebut kemudian dikeluarkan melalui eksositosis. Air yang berlebihan diakumulasikan di dalam vakuola yang secara periodik berkontraksi untuk mengosongkan cairan melalui lubang yang disebut pori anal.

6) Foraminifera

Foraminifera merupakan Protozoa yang hidup di air laut. Anggota filum ini umumnya hidup di pasir atau menempel pada batu dan alga. Akan tetapi, beberapa terdapat juga sebagai plankton. Foraminifera memiliki cadangan yang terbuat dari kalsium karbonat. Dari semua spesies Foraminifera yang teridentifikasi, 90% adalah fosil. Cangkang Foraminifera yang telah menjadi fosil, merupakan komponen penyusun sedimen laut (Gambar 3.17).

2. Peranan Protista dalam Kehidupan Manusia Protista dalam kehidupan manusia dapat memberikan keuntungan dan kerugian. Banyak anggota dari kingdom ini bersifat parasit, baik bagi manusia maupun makhluk hidup lain. Phytophtora infestans merupakan Protista mirip jamur yang menginfeksi tanaman kentang sehingga menyebabkan gagal panen dan kelaparan yang hebat di Irlandia pada abad ke-19.

Protista mirip hewan juga kerap menyebabkan masalah bagi manusia. Entamoeba histolytica, Entamoeba coli, dan Entamoeba gingivalis merupakan organisme penyebab beberapa penyakit sekitar mulut dan pencernaan. Chlorophyta dan Dinoflagellata mampu menyebabkan kematian ribuan ikanikan di danau atau sungai yang disebut alga bloom dan red tide. Trypanosoma merupakan parasit pada hewan dan manusia yang menyebabkan penyakit tidur di Afrika. Salah satu anggota kingdom Protista yang cukup berbahaya adalah Plasmodium, penyebab penyakit malaria.

Walaupun demikian, terdapat banyak manfaat dari anggota Protista. Manfaat terbesar adalah sebagai penghasil oksigen dan sebagai produsen terbesar di laut. Berikut pada Tabel 3.3 beberapa manfaat lain dari anggota kingdom Protista.

Tabel 3.3 Beberapa Spesies Protista yang Bermanfaat No 1 2 3 4 5 Jenis Diatom Chlorella Eucheuma Paramaecium Foraminifera Manfaat Bahan campuran penggosok, campuran pasta gigi Makanan sumber protein tinggi dan vitamin Bahan pembuat agar-agar Indikator air tawar yang tercemar Fosilnya sebagai petunjuk sumber minyak bumi Praktis Belajar Biologi untuk Kelas X

54

Soal Penguasaan Materi 3.1 Soal Penguasaan Materi 3.1 Kerjakanlah di dalam buku latihan Anda.

1. Mengapa Protista dikelompokkan menjadi Protista 2 . mirip jamur, Protista mirip tumbuhan, dan Protista 4. Apa yang dimaksud dengan red tide (gelombang mirip hewan? Jelaskan. merah)? Sebutkan Protista yang menguntungkan dan merugikan bagi manusia. B Kingdom Fungi

3. Mengapa Protista disebut sebagai produsen di laut? Jamur tidak memiliki klorofil, tidak dapat membuat makanannya sendiri, dan tidak memiliki jaringan-jaringan yang terspesialisasi seperti halnya tumbuhan. Jamur bersifat heterotrof, mendapatkan makanan dari organisme lainnya dengan cara mensekresikan enzim yang menguraikan makanan menjadi molekul sederhana sehingga dapat diserap sel-sel jamur. Sebagian besar anggota kingdom Fungi hidup secara saprofit, mendapatkan makanan dari makhluk hidup yang telah mati atau bahan organik yang membusuk. Karena itulah, jamur memiliki kingdom tersendiri dan dipisahkan dari kingdom Plantae. Pernahkah Anda mengamati jamur?

1. Struktur Tubuh dan Cara Mendapatkan Makanan Anggota kingdom Fungi terdiri atas organisme uniseluler dan multiseluler. Jamur yang terdiri atas banyak sel (multiseluler) diklasifikasikan berdasarkan sporanya dan bentuk tubuh setelah dewasa. Spora jamur mempunyai sifat dapat membentuk filamen multiseluler yang disebut dengan hifa. Sel jamur mempunyai dinding sel yang tersusun atas karbohidrat dan protein, disebut kitin.

Sebagian besar jamur mempunyai bentuk berupa filamen, sedangkan jamur yang sering kita lihat berbentuk tubuh buah jamur. Tubuh buah merupakan struktur reproduksi jamur yang bersifat sementara. Struktur ini berasal dari bagian utama tubuh jamur, yaitu miselium. Miselium terbentuk dari kumpulan hifa (jamak: hyphae), struktur jamur berupa lembaranlembaran halus serupa benang.

Pada beberapa spesies, hifa memiliki sel memanjang dengan sejumlah nukleus yang dipisahkan menjadi beberapa bagian oleh septa (tunggal: septum). Namun, terdapat sebagian jamur yang tidak memilikinya. Setiap septa memiliki satu atau banyak pori. Perhatikan Gambar 3.18. Pori-pori yang terdapat pada septa memungkinkan sitoplasma bergerak dari sel satu ke sel lainnya untuk mendistribusikan nutrisi.

Kata Kunci

• Fungi • Hifa • Kitin • Miselium • Saprofit Hifa

Hifa

Gambar 3.18

Hifa pada jamur. Sebagian jamur, tidak memiliki septa Sumber: Essentials of Biology, 1990 (sekat-sekat) pada hifanya.

Septum Sitoplasma Nukleus Septum

Jamur tidak mempunyai kemampuan untuk bergerak. Namun, spora jamur banyak terdapat di udara dan dapat tumbuh dengan cepat di lingkungan yang menguntungkan, seperti pada roti yang lembap, batang yang membusuk, ataupun di tanah.

Seperti halnya hewan, jamur merupakan organisme heterotrof. Jamur bertahan hidup dengan menyerap nutrisi dari lingkungan atau tubuh hewan yang telah mati. Jamur lainnya mendapat nutrisi dari organisme yang masih hidup dan merupakan parasit penyebab penyakit. Ada pula jenis jamur yang melakukan simbiosis mutualisme dengan organisme lain, termasuk Lichenes dan mikoriza.

2. Cara Reproduksi Jamur Cara reproduksi jamur sangat bervariasi, secara seksual maupun secara aseksual. Ketika bereproduksi secara aseksual, miselium terbagi-bagi menjadi bagian-bagian kecil yang nantinya tumbuh menjadi individu baru. Banyak spesies jamur yang melakukan reproduksi aseksual dan seksual menggunakan spora. Spora dibentuk di bagian atas miselium. Struktur ini memungkinkan spora menyebar dengan mudah, baik melalui angin atau perantara makhluk hidup lain. Terdapat juga jamur yang dapat menyemburkan sporanya meski oleh sentuhan air hujan, yaitu Gaestrum triple (Gambar 3.19).

Gambar 3.19 Cara jamur bereproduksi, contohnya pada Gaestrum triple. (a) Semburan spora pada jamur Gaestrum triple dapat terjadi oleh sentuhan air hujan. (b) Spora yang dihasilkan oleh a b Gaestrum triple. Sumber: Essentials of Biology, 1990

Tubuh jamur biasanya mengandung inti sel yang haploid. Pembelahan mitosis dari sel jamur yang haploid membentuk spora aseksual. Jika mencapai tempat yang menguntungkan, spora aseksual akan memulai pembelahan mitosis. Pembelahan ini menghasilkan miselium haploid baru yang secara genetis sama dengan induknya.

Adapun pembentukan spora seksual dimulai ketika dua inti haploid melakukan fusi dan menghasilkan zigot yang diploid. Zigot kemudian melakukan pembelahan miosis dan membentuk spora seksual yang haploid. Spora kemudian menyebar, berkecambah, dan membelah secara meiosis membentuk miselium haploid yang baru.

Tugas Ilmiah 3.2

Bersama teman sebangku Anda, carilah literatur mengenai manfaat salah satu spesies kingdom Fungi. Kumpulkan data mengenai nama spesies, ciri morfologi, lingkungan tempat hidup, gambar, dan contoh pemanfaatannya. Pencarian literatur dapat dilakukan di perpustakaan sekolah, majalah, koran, dan melalui internet akan lebih baik. Tuliskan hasil temuan Anda dalam bentuk makalah. Penulisan makalah menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku dan jangan lupa tuliskan sumber literatur Anda. Presentasikan hasilnya di depan kelas.

Praktis Belajar Biologi untuk Kelas X

56

3. Klasifikasi Jamur Saat ini telah dikenal lebih dari 60.000 jenis jamur. Jamur diklasifikasikan berdasarkan cara reproduksinya menjadi tiga divisi, yaitu Zygomycota, Ascomycota, dan Basidiomycota. Berikut ini tabel ciri-ciri divisi pada jamur (Campbell, 1998: 576).

Tabel 3.4 Ciri-Ciri Kingdom Fungi No 1 2 3 Divisi Zygomycota Ascomycota Basidiomycota Ciri Tidak bersepta, spora seksual dengan zigospora, dan spora aseksual dengan sporangiospora. Contohnya, Rhizopus. Bersepta, spora seksual dengan askospora, dan spora aseksual dengan konidiospora. Contohnya, Saccharomyces. Bersepta, spora seksual dengan basidiospora, dan umumnya tidak memiliki spora aseksual. Contohnya, Auricularia. Sumber: Biology, 1998

a. Zygomycota Zygomycota memiliki anggota sekitar 600 spesies. Genus Zygomycetes yang terkenal adalah Rhizopus oryzae. Jamur ini biasa dipergunakan untuk membuat tempe dan merupakan jamur hitam yang biasa tumbuh pada roti. Contoh spesies lain dari divisi ini, antara lain Mucor sp. dan Pilobolus sp.

Siklus hidup dari jamur Rhizopus stolonifer yang tumbuh pada roti, memperlihatkan siklus seksual dan aseksual Zygomycota. Hifa haploid dari Zygomycota tampak serupa, tetapi sebenarnya memiliki cara perkawinan yang berbeda.

Pada tipe perkawinan seksual, terjadi penggabungan dua nukleus memproduksi zigospora yang diploid. Struktur yang memiliki ketahanan terhadap lingkungan ekstrim ini menyebar melalui udara dan tetap berada dalam keadaan istirahat (dorman) sampai menemukan tempat yang memungkinkan untuk tumbuh. Zigospora kemudian melakukan meiosis dan membentuk sporangium yang berisi spora haploid. Spora haploid membentuk hifa baru. Hifa ini dapat berkembang biak secara aseksual dengan membentuk spora haploid atau melakukan perkawinan dengan membentuk zigospora.Reproduksiaseksual ReproduksiseksualPeleburan Zigot (2n)Gamet (n) Hifa + Hifa -StolonRhizoid Meiosis Perhatikan Gambar 3.20.

Sporangiofor

Sporangium

Spora (n)

Spora

Sumber: Essentials of Biology, 1990

Kata Kunci

• Askospora • Basidiospora • Konidiospora • Zigospora Gambar 3.20

Siklus hidup hi opus sp.

Kegiatan 3.2

Wawasan Biologi Pada tahun 1928 Alexander Flemming secara tidak sengaja menemukan antibiotik penisilin. Bakteri hasil pembiakannya terkontaminasi jamur. Namun, setelah ia amati, di sekeliling jamur terdapat daerah yang tidak ditumbuhi bakteri. Flemming melakukan penelitian lebih lanjut dan akhirnya menemukan bahwa jamur Penicillium menyekresikan zat yang dapat menghambat dan membunuh bakteri, yaitu antibiotik penisilin.

Jamur Roti Tujuan Menumbuhkan jamur pada roti dan mengamati beberapa faktor yang memengaruhinya

Alat dan Bahan

Lima buah kantung plastik transparan, lima potong roti tawar tanpa bahan pengawet, lup, air, kertas label, dan lemari pendingin.

Langkah Kerja

1. Percikkan sedikit air pada lima potong roti. Masukkan potongan roti dalam setiap kantung plastik. Tutup atau ikat semua plastik sehingga kedap udara. 2. Beri label plastik seperti berikut. • Kantung A, sedikit cahaya • Kantung B, cahaya kamar • Kantung C, cahaya terang • Kantung D, lemari pendingin • Kantung E, tempat hangat (di belakang lemari pendingin). 3. Simpan kantung A pada tempat gelap, seperti di lemari atau di bawah tempat tidur. Simpan kantung B di meja kamar. Simpan kantung C di dekat jendela atau bawah lampu. Simpan kantung D di dalam lemari pendingin. Kantung E dapat disimpan di belakang lemari pendingin, pada tempat hangat. 4. Periksa dan amati kantung setiap hari selama satu minggu. Gunakan lup (kaca pembesar) jika diperlukan. 5. Perhatikan penampakan serta pertumbuhan jamur pada setiap kantung. Gambarkan serta tuliskan penampakan jamur tersebut dalam tabel seperti berikut. Hari ke-Kantung A B C D E 1 2 3 4 5 6

6. Bagaimana hasil yang Anda peroleh? Diskusikan hasilnya bersama kelompok dan buatlah kesimpulannya. Presentasikan di depan kelas. Jawablah pertanyaan berikut untuk menyimpulkan fakta.

1. Pada kantung manakah perumbuhan jamur yang paling baik dan cepat? 2. Jamur dengan warna apakah yang tumbuh pada potongan roti? 3. Menurut Anda, jika roti yang tidak digunakan akan disimpan, tempat seperti apakah yang paling baik? 4. Jamur berkembang biak menggunakan spora yang terbawa udara. Terangkan mengapa spora tersebut dapat memasuki kantung plastik yang tertutup. b. Ascomycota Ascomycota terdiri atas sekitar 30.000 spesies. Ascomycota disebut juga sac fungi. Diberi nama sac fungi karena memproduksi spora dari bagian reproduksi seksual yang berbentuk seperti kantung (sac). Beberapa Ascomycota hidup di dasar hutan yang berhumus tebal dan membentuk struktur reproduktif berbentuk mangkuk yang indah.

Siklus hidup Ascomycota terjadi secara seksual maupun aseksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan membentuk konidia yang merupakan hasil pembelahan ujung hifa. Ujung hifa membentuk

Praktis Belajar Biologi untuk Kelas X

58

konidiospora yang akan menghasilkan konidia. Konidia mampu membelah secara mitosis membentuk tunas baru.

Perkembangbiakan secara seksual terjadi dengan peleburan inti askogonium. Peleburan ini menghasilkan hifa diploid (2n) dan ujung hifa akan membentuk tubuh buah (askokarp). Perhatikan Gambar 3.21.

Hifa

Nukleus dikariotik

Fusi Askogonium seksual

ReproduksiTransfer seksual

nukleus Zigot (2n)

Konidia

Nukleus Hifa (n)

Meiosis I Hifa + Hifa Meiosis II

Askus KonidiosporaReproduksi aseksual

8 Askospora Mitosis

Sumber: Essentials of Biology, 1990

Divisi ini terdiri atas banyak jamur berwarna-warni yang tumbuh pada makanan, merusak buah, tanaman ladang, dan tumbuhan lain. Beberapa Ascomycota menyekresikan enzim selulase dan protease yang dapat merusak kain katun dan kain wool, terutama di tempat yang hangat dan lembap. Keadaan lingkungan tersebut dapat membuat jamur tumbuh dengan baik.

Akan tetapi, Ascomycota juga membawa keuntungan bagi tumbuhan melalui hubungan mutualisme dengan akar tanaman. Jamur Neurospora, di Jawa Barat dikenal sebagai jamur oncom untuk membuat oncom. Aspergillus wentii digunakan untuk mengubah amilum dan selulosa menjadi glukosa dalam pembuatan kecap dan tauco.

Claviceps purpurea, salah satu jamur anggota divisi Ascomycota, dapat menyerang tumbuhan dan memproduksi struktur yang disebut ergot. Struktur ini melepaskan mineral beracun yang salah satu bahan aktifnya adalah lysergic acid diethylamide (LSD). Jika zat halusinogen ini termakan oleh manusia, dapat menyebabkan orang tersebut tertawa terbahak-bahak, mengalami halusinasi, dan akhirnya mengalami kematian. Saccharomyces sp. (ragi) yang mengubah glukosa menjadi alkohol, serta Penicillium notatum termasuk anggota divisi ini.

c. Basidiomycota Divisi Basidiomycota beranggotakan sekitar 25.000 spesies. Jamur ini mudah dikenal karena umumnya memiliki tubuh buah seperti payung. Walaupun sebagian jamur divisi ini dapat dikonsumsi, beberapa jamur dapat pula mematikan. Beberapa anggota dari genus Amanita (Gambar 3.22a) mengandung racun yang sangat mematikan. Beberapa jenis Basidiomycota juga dapat membahayakan tumbuhan, misalnya menyebabkan kematian pada tanaman ladang. Contoh Basidiomycota lainnya, yaitu Auricularia polytricha (jamur kuping), Volvariella volvaceae (jamur merang), dan Ganoderma.

Wawasan Biologi Lichenes merupakan simbiosis dua organisme. Biasanya antara jamur Ascomycota dan alga hijau biru atau Cyanobacteria. Alga hijau memberikan nutrisi hasil fotosintesis kepada jamur, sedangkan jamur menjaga alga tetap menempel pada substrat dan terhindar dari kekeringan. Karena itulah, Lichenes mampu hidup pada tempat yang tidak dapat ditempati organisme lain

Gambar 3.21

Siklus hidup Ascomycota, yaitu

Pe i a aurantia. Apa yang membedakan reproduksi seksual dan aseksualnya?

Kata Kunci

Askogonium Askokarp

Konidiospora

Gambar 3.22

(a) Amanita merupakan jamur beracun. (b) Jamur kuping (Auricularia polytricha) yang dapat dimakan.

Gambar 3.23

Siklus hidup Basidiomycota.

a b Sumber: Biology: Concepts & Connections, 2006; rubus Galeri oto Jamur, 2001

Basidiomycota umumnya melakukan reproduksi secara seksual dalam siklus hidupnya. Basidiomycota melakukan konjugasi dalam kondisi yang menguntungkan dan membentuk miselium. Di bagian bawahnya terdapat bentuk seperti insang yang memproduksi sel diploid yang disebut basidia. Basidia membentuk basidiospora melalui meiosis dan melepaskan miliaran basidiospora ke udara atau ke air (Gambar 3.23).

Fusi seksual

Meiosis Basidium

Zigot (2n)

4 Nukleus (n)

4 Basidiospora (n)

Bilah

Fase Bilah dengan dikariotik banyak basidia

Hifa +

Miselium dikariotik

Miselium Hifa -

Fusi hifa (konjugasi)

Sumber: Essentials of Biology, 1990

Kegiatan 3.3

Jamur pada Makanan Tujuan

Mengamati bentuk jamur dari makanan

Alat dan Bahan

Mikroskop, kaca objek dan kaca penutup, pinset, air, tempe, roti berjamur (sebelum disimpan dalam tempat yang lembap 3–5 hari), dan nasi berjamur (sebelum disimpan dalam tempat yang lembap 3–5 hari).

Praktis Belajar Biologi untuk Kelas X

60

Langkah Kerja

1. Ambilah bagian jamur pada masing-masing makanan tadi (tempe, roti, dan nasi) yang seperti kapas, menggunakan pinset. 2. Letakkan jamur tersebut di atas kaca objek, kemudian tetesi dengan air. 3. Setelah itu, tutup dengan kaca penutup. 4. Amati jamur dari setiap makanan tadi di bawah mikroskop dengan perbesaran yang terkecil. 5. Diskusikan bersama kelompok Anda. Presentasikan hasilnya di depan kelas. Jawablah pertanyaan berikut untuk menyimpulkan fakta. 1. Apakah bentuk jamur dari setiap makanan memiliki bentuk yang sama? 2. Gambarkan dalam buku Anda bentuk tersebut jika berbeda. 3. Kesimpulan apakah yang dapat Anda ambil dari kegiatan tersebut? 4. Peranan Jamur bagi Manusia Jamur memiliki peranan yang cukup penting bagi manusia. Jamur kancing merupakan sumber protein bagi manusia. Ada pula fungsi jamur lain yang tidak terlihat, tetapi tak kalah pentingnya, yaitu sebagai pengurai. Peran ini sangat penting bagi ekosistem. Aktivitas ekstraselulernya membuat jamur berperan dalam menguraikan senyawa organik menjadi anorganik seperti karbon, nitrogen, fosfor, dan mineral lain yang dapat dipergunakan organisme lain.

Pada manusia, beberapa jamur dapat menyebabkan penyakit seperti jamur kaki, histoplasmosis (penyakit pada paru-paru), dan infeksi organ kelamin wanita. Jamur juga menyebabkan penyakit pada tanaman ladang. Jamur parasit dapat menyerang hama serangga atau Arthropoda lainnya sehingga dapat digunakan sebagai pengendali hama. Petani yang ingin mengurangi kebergantungan mereka terhadap pestisida yang beracun, berbahaya, dan mahal dapat mengganti metode menggunakan pengendali biologi yang berasal dari jamur.

Jamur dapat menghasilkan antibiotik (Gambar 3.24). Jamur juga berperan dalam memberikan nutrisi bagi manusia. Selain jamur yang dapat langsung dimakan, seperti jamur merang, jamur kuping, dan jamur shitake, jamur juga dapat digunakan untuk membuat roti, mengubah jus anggur menjadi minuman anggur, membuat tape, membuat keju, dan pembuatan tempe (Gambar 3.25).

a b Penicillium

Daerah yang terhambat pertumbuhannya

Sumber: Biology: Concepts & Connections, 2006

Gambar 3.24

Penicillium mengeluarkan antibiotik penisilin yang menghambat pertumbuhan bakteri.

Gambar 3.25 Berbagai jenis jamur yang dapat dikonsumsi beserta hasil olahannya. (a) Tempe, (b) makanan kaleng, (c) jamur kuping, dan (d) jamur tiram. Pernahkah Anda c d Sumber: okumentasi Penerbit rubus Galeri oto Jamur, 2001; www.mykonet.com engomsumsinya?

Tugas Ilmiah 3.3

Bersama kelompok Anda, carilah literatur mengenai budi daya jamur merang, tiram, kuping, atau kancing. Anda juga dapat mengunjungi tempat budidaya jamur tersebut. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang cara pembudidayaan jamur. Kemudian, bersama kelompok Anda lakukan pembudidayaan jamur tersebut. Buatlah laporannya dan presentasikan di depan kelas.

Soal Penguasaan Materi 3.2 Kerjakanlah di dalam buku latihan Anda.

1. Apa ciri-ciri Basidiomycota? 2. Sebutkan contoh jamur uniseluler dan multiseluler? Rangkuman 1. Protista merupakan salah satu kingdom yang memiliki kelompok mirip dengan makhluk lainnya. Di antaranya adalah Protista mirip jamur, Protista mirip tumbuhan, dan Protista mirip hewan. 2. Anggota dari Protista mirip jamur terdiri atas Myxomycota, Acrasiomycota, dan Oomycota. 3. Protosta mirip tumbuhan terdiri atas Euglenophyta, Chrysophyta, Phyrrophyta, Bacillariophyta, Phaeophyta, Rhodophyta, dan Chlorophyta. Walaupun Protista mirip tumbuhan bersifat autotrof, banyak anggotanya merupakan organisme satu sel mikroskopis. Organisme makroskopisnya merupakan organisme multiseluler mirip tumbuhan, disebut talus. 3. Jelaskan daur hidup jamur Zygomycota 4. Protista mirip hewan umumnya organisme satu sel mikroskopis yang bersifat heterotrof. Protista ini dapat bergerak aktif dan diklasifikasikan berdasarkan alat geraknya, antara lain menjadi Zoomastigophora, Rhizopoda, Actinopoda, Apicomplexa, Ciliophora, dan Foraminifera. 5. Fungi (jamur) merupakan makhluk hidup satu sel dan banyak sel yang bersifat heterotrof. Jamur mendapatkan makanan dengan mengeluarkan enzim untuk mengurai makanan menjadi zat-zat sederhana sehingga dapat diserap jamur. Berdasarkan septa dan cara reproduksinya, kingdom Fungi dibedakan menjadi Zygomycota, Ascomycota, dan Basidiomycota. Praktis Belajar Biologi untuk Kelas X

Peta Konsep

Makhluk Hidup Dapatkah Anda memahami materi bab ini? Apakah Anda menemui kesulitan dalam memahami materi bab ini? Jika menemukannya, diskusikan bersama guru Anda atau teman Anda! Dalam bab ini, Anda telah mempelajari dua kingdom, yaitu kingdom Protista dan kingdom Fungi. Telah Anda ketahui bahwa beberapa anggota dari kingdom Protista dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Oleh karena itu, jagalah badan dan lingkungan sekitar Anda agar terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh anggota kingdom Protista. Akan tetapi, selain menyebabkan penyakit, beberapa anggota kingdom Protista dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan berprotein tinggi, seperti halnya beberapa anggota kingdom Fungi. Dapatkah Anda menyebutkan manfaat lain dari mempelajari bab ini? • Euglenophyta • Chrysophyta • Phyrrophyta • Rhodophyta • Phaeophyta • Chlorophyta • Zoomastigophora • Rhizopoda • Actinopoda • Apicomplexa • Ciliophora • Foraminifera • Myxomycota • Acrasiomycota • Oomycota Protista mirip jamur Protista mirip tumbuhan Protista mirip hewan Kingdom FungiKingdom Protista terdiri atas terdiri atasterdiri atas terdiri atas di antaranya Basidiomycota Ascomycota Zygomycota Jamur merang Ragi Jamur tempe diklasifikasikan menjadi contoh contoh contoh Kaji Diri

Evaluasi Materi Bab 3 Evaluasi Materi Bab 3 A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan Anda. 1. Alga merupakan Protista …. a. besar b. uniseluler c. mirip hewan d. multiseluler e. amoeboid 2. Sel pada Protista telah memiliki membran inti atau disebut juga organisme …. a. uniseluler b. multiseluler c. prokariotik d. tingkat tinggi e. eukariotik 3. Ciri-ciri Basidiomycota adalah …. a. semua anggotanya bersifat mikroskopis dan saprofit b. semua hifanya berinti satu dan bersifat diploid c. hifanya bercabang-cabang tidak bersekat dan bersifat dikariotik d. basidiospora dan konidiospora sebagai hasil reproduksi generatif dan vegetatif e. basidium berbentuk papan, payung, benang, atau seperti kuping 4. Pembuatan tape dari beras ketan dengan bantuan ragi merupakan proses … a. fragmentasi b. hidrolisis c. fermentasi d. degradasi e. fosforilasi 5. Di bawah ini adalah daur hidup Ulva. Talus gametofit ditunjukkan oleh nomor .… a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5

1 2 3 4 4 5 6. Rhodophyta tampak berwarna merah karena pada alga tersebut terkandung pigmen …. a. karoten b. fikoeritrin c. fikosianin d. fikosantin e. klorofil 7. Alga mempunyai klorofil sehingga dapat berfotosintesis. Dalam ekosistem perairan, alga berperan sebagai .… a. produsen b. saprofit c. pengurai d. konsumen e. dekomposer 8. Spirulina adalah alga yang dapat digunakan sebagai sumber makanan pada masa yang akan datang. Alga ini termasuk kelompok alga …. a. hijau-biru b. hijau c. merah d. pirang e. keemasan 9. Cara penyebaran Zygomycota adalah dengan …. a. spora b. sporangium c. hifa d. miselium e. zoospora 10. Pembuatan tempe dari kedelai memerlukan bantuan jamur …. a. Rhizopus dari divisi Zygomycota b. Mucor dari divisi Zygomycota c. Rhizopus dari divisi Ascomycota d. Mucor dari divisi Ascomycota e. Neurospora dari divisi Basidiamycota 11. Myxomycota memiliki fase amoeboid yang memiliki inti banyak. Fase ini disebut …. a. zoospora b. zigospora c. plasmodium d. hifa e. misellium 12. Protista yang mirip tumbuhan uniseluler disebut juga …. a. Dinoflagellata b. Zooplankton c. Fungi d. Fitoplankton e. Alga 13. Protista yang bergerak dengan menggunakan pseudopodia atau kaki semu adalah Protista dengan filum …. a. Zoomastigophora b. Rhizopoda c. Ciliophora d. Foraminifera e. Actinopoda

14. Perhatikan gambar Amoeba berikut. 2 4 1 3 5 Bagian yang merupakan kantung makanan atau vakuola makanan adalah ….

a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5 15. Berikut adalah jamur yang dapat dikonsumsi, kecuali …. a. jamur merang b. jamur Amanita c. jamur kuping d. jamur tiram e. jamur kancing 16. Pada Ascomycota, bagian yang menghasilkan konidia adalah …. a. sporangiofor b. osteospora c. hifa d. nukleus e. konidiospora 17. Berikut adalah salah satu contoh jamur genus Zygomycota …. a. Rhizopus oryzae b. Amanita muscaria c. Selaginela sp. d. Pleurotus ostreotus e. Volvariella volvace 18. Pada Ascomycota, peleburan askogonium dan anteridium menghasilkan hifa. Ujung hifa tersebut akan membentuk …. a. hifa yang baru b. miselium c. tudung jamur d. batang e. tubuh buah 19. Peranan jamur bagi manusia adalah sebagai berikut, kecuali …. a. dekomposer b. bahan makanan c. sebagai pengendali hama d. sebagai bahan material bangunan e. bahan kosmetik 20. Salah satu manfaat jamur bagi manusia dalam hal makanan adalah sebagai berikut, kecuali …. a. pembuatan tempe b. pembuatan tape c. pembuatan minuman anggur d. pembuatan keju e. sebagai bahan penjernih air B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar pada buku latihan Anda 1. Sebutkan manfaat Protista. 2. Jelaskan cara penularan penyakit malaria. 3. Jelaskan daur hidup Zygomycota. Soal Tantangan

1. Dewasa ini banyak penelitian tentang manfaat Chlorella sorokina. Alga ini diprediksi mempunyai khasiat obat dan sebagai sumber makanan di masa depan. Menurut Anda, mengapa alga ini dapat dikatakan sebagai sumber makanan pada masa depan? 4. Sebutkan 3 jenis jamur beserta manfaatnya bagi manusia. 5. Sebutkan tiga manfaat kingdom Fungi. 2. Jamur dapat hidup diberbagai jenis habitat, termasuk di tubuh manusia. Oleh karena sifatnya yang parasit, kehadiran jamur di tubuh ternyata menimbulkan dampak negatif. Beberapa jenis penyakit, seperti panu, kadas, dan kurap disebabkan oleh jamur. Pada bagian tubuh mana saja jamur dapat berkembang biak? Bagaimana cara memelihara tubuh agar tidak ditumbuhi oleh jamur?

Evaluasi Materi Semester 1

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan Anda. 1. Suatu populasi menempati daerah dataran rendah sampai dengan dataran tinggi. Dalam kondisi tersebut terjadi variasi …. a. gen meningkat b. gen menurun c. jenis meningkat d. jenis menurun e. ekosistem konstan 2. Mikroorganisme dibahas lebih dalam pada cabang Biologi …. a. Botani b. Virologi c. Mikrobiologi d. Bioteknologi e. Fisiologi hewan 3. 1. menentukan hipotesis 2. kesimpulan 3. menguji hipotesis 4. merumuskan masalah Susunan dalam suatu penyelidikan ilmiah yang benar adalah ….

a. 1 – 3 – 2 – 4 b. 4 – 1 – 3 – 2 c. 4 – 3 – 2 – 1 d. 3 – 1 – 2 – 4 e. 3 – 4 – 1 – 2 4. Perhatikan diagram pai berikut tentang jumlah penduduk di suatu tempat. a e b d c Dari grafik kue pie tersebut, jumlah penduduk yang terbanyak ditunjukkan oleh huruf ….

a. a b. b c. c d. d e. e 5. Berikut yang merupakan contoh dari satu bioma adalah …. a. kolam ikan b. sawah c. tundra d. kebun kelapa e. danau 6. Cabang Biologi tentang struktur dan fungsi sel adalah …. a. sitologi b. parasitologi c. embriologi d. organologi e. fisiologi 7. Berikut merupakan faktor abiotik pada suatu lingkungan, kecuali …. a. tanah b. suhu c. angin d. cacing e. angin 8. Cabang ilmu Biologi tentang burung adalah …. a. Virologi b. Entomologi c. Sitologi d. Ornitologi e. Embriologi 9. Pada manusia, virus influenza menyerang …. a. kulit b. organ vital c. bagian rongga mulut d. daya tahan tubuh e. membran trakea 10. Pemanfaatan bakteri untuk mendapatkan insulin secara teknologi bagi kehidupan manusia dapat dilakukan dengan cara …. a. kultur jaringan b. rekayasa genetika c. pembuatan vaksin d. mutasi dan hibridisasi e. fermentasi 11. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus, kecuali …. a. influenza b. herpes c. AIDS d. polio e. malaria 12. Pada reproduksi secara konjugasi, organisme yang dibentuk pada akhir proses tersebut berjumlah …. a. satu organisme b. dua organisme c. tiga organisme d. delapan organisme e. enam belas organisme

13. Virus mempunyai ciri dan sifat berikut, kecuali …. a. tidak memiliki satu macam asam nukleat b. tidak memiliki sitoplasma, inti, dan selaput plasma c. bentuk dan ukurannya bervariasi d. dapat aktif pada makhluk hidup tertentu e. untuk reproduksinya hanya memerlukan bahan organik saja 14. Di bawah ini adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. 1. New Castle Disease (NCD) 2. Citrus Vein Pholem Degeneration (CVPD) 3. Foot and Mouth Disease (FMD) 4. Tobacco Mosaic Virus (TMV) 5. Tungro Penyakit yang menyerang tumbuhan adalah …. a. 1, 4, dan 5 b. 2, 3, dan 4 c. 2, 4, dan 5 d. 3, 4, dab 5 e. 1, 2, dan 3 15. Bakteri Halofilik merupakan anggota Archaebacteria yang memiliki ciri-ciri …. a. hidup pada lingkungan kadar garam tinggi b. hidup pada lingkungan kadar garam rendah c. hidup pada lingkungan dengan suhu tinggi d. hidup pada lingkungan dengan suhu rendah e. hidup pada lingkungan kadar asam tinggi 16. Kehidupan ganggang sangat dipengaruhi oleh keadaan cahaya, karbon dioksida, oksigen, dan suhu air. Faktor-faktor tersebut berkaitan dengan aktivitas hidup berupa …. a. pertumbuhan b. reproduksi c. gerak d. metabolisme e. perkembangan 17. Lichenes merupakan tumbuhan perintis karena memiliki sifat-sifat berikut, kecuali …. a. tahan kekeringan b. membutuhkan mineral dari debu c. menghasilkan enzim yang mampu mengurai batuan d. tahan terhadap polusi udara e. pada waktu kurang air mampu melakukan fotosintesis 18. Ciri-ciri Protozoa antara lain: 1. uniseluler; 2. sel bersifat eukariotik; 3. mempunyai pseudopodia; 4. mempunyai alat gerak berupa rambut halus; 5. hanya mempunyai makronukleus saja. Dari ciri-ciri tersebut yang merupakan ciri kelas Ciliophora adalah ….

a. 1,2, dan 4 b. 1, 4, dan 5 c. 2, 4, dan 4 d. 2, 4, dan 5 e. 3, 4, dan 5 19. Jamur berikut yang pembentukan sporanya dalam basidium adalah …. (1) (2) (3) (4) (5) a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5 20. Eutrofikasi dalam suatu ekosistem air akan mengakibatkan kematian hewan air. Hal ini disebabkan air banyak mengandung …. a. oksigen b. senyawa organik c. CO2 dan sedikit O2 d. O2 dan sedikit CO2 e. mineral 21. Alga dapat meningkatkan kadar oksigen dalam air, karena alga …. a. memiliki talus b. sebagai produsen c. merupakan plankton d. mampu menyerap sinar matahari e. bertindak sebagai gulma air 22. Penyakit malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina yang mengandung Plasmodium. Plasmodium merupakan Protista dari filum …. a. Zoomastigophora b. Rhizopoda c. Apicomplexa d. Actinophora e. Ciliophora 23. Berikut adalah contoh jamur dari Basidiomycota, yaitu …. a. Peziza aurontia b. Auricularia polytricha c. Claviceps purpurea d. Rhizopus sp. e. Gaestrum triple 24. Yoghurt adalah salah satu minuman olahan yang pembuatannya dibantu oleh …. a. jamur d. virus b. spora e. bakteri c. ganggang 25. Protista yang dapat menyebabkan gelombang merah yang dapat mematikan ikan-ikan adalah …. a. plankton d. zooplankton b. Dinoflagellata e. fitoplankton c. Diatom Evaluasi Materi Semester 1

67

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar. 1. Mengapa Biologi perlu dipecah menjadi cabangcabang Biologi yang lebih spesifik? 2. Di dalam suatu penelitian, hipotesis yang sedang diuji tidak sesuai dengan hasil yang didapatkan. Apa yang harus dilakukan? 3. Jelaskan tiga manfaat bakteri bagi kehidupan manusia. 4. Jelaskan secara singkat perbedaan Virus, Monera, Protista, dan Fungi. 5. Sebutkan ciri-ciri virus. 6. Berikut adalah gambar siklus litik pada virus. 1

DNA Virus

4

Bakteriofage baru

Sitoplasma bakteri

Proses terbentuknya fage baru Transkripsi Replikasi DNA virus mRNA virus Translasi Materi protein baru DNA virus baru Sel mengalami lisis Dinding bakteri Sitoplasma bakteri 2 3 7. Sebutkan pengaruh atau dampak positif maupun negatif virus bagi kehidupan manusia. 8. Jelaskan proses reproduksi seksual pada Rhizopus. 9. Sebutkan empat manfaat jamur bagi kehidupan manusia. 10. Apa perbedaan dan persamaan antara jamur dan tumbuhan tingkat tinggi? Berdasarkan gambar tersebut, jelaskan siklus litik pada virus.

Sumber: Biology: Exploring Life, 1994 2

B a b 2

Virus dan Kingdom Monera

Pada bab ini, Anda akan diajak untuk dapat memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup. Hal ini dapat Anda kuasai salah satunya jika mampu mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi, dan peran virus dalam kehidupan, serta mendeskripsikan ciri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria dan perannya bagi kehidupan.

Pernahkah Anda mendengar tentang Acquirred Immune Deficiency Syndrome (AIDS)? AIDS merupakan suatu sindrom yang disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh pada penderitanya. Akibatnya, jika penderita terserang penyakit, kekebalan tubuhnya tidak akan bekerja sehingga penderita dapat mengalami kematian.

Virus sangat unik, mengapa? Karena virus dapat dikristalkan dan hanya melaksanakan aktivitas hidupnya pada sel hidup atau jaringan hidup. Jika virus terdapat di luar sel hidup, virus seperti benda mati karena tidak dapat melakukan aktivitas hidupnya. Adakah manfaat dari virus bagi kehidupan?

Pada bab ini akan dibahas tentang virus secara menyeluruh bagi kehidupan dan ciri-cirinya. Pada bab ini juga akan dibahas mengenai kingdom Monera.

Virus tidak termasuk klasifikasi makhluk hidup lima kingdom berdasarkan Robert H.B. Whittaker yang digunakan dalam buku ini. Klasifikasi lima kingdom terdiri atas kingdom Monera (bakteri), kingdom Protista (Alga), kingdom Fungi (jamur), kingdom Plantae (tumbuhan), dan kingdom Animalia (Hewan) (Campbell, 1998: 494). Kelima kingdom ini akan Anda pelajari pada bab dan subbab selanjutnya.

Penelitian tentang mikoorganisme diawali sejak ditemukannya mikroskop oleh Antony van Leeuwenhoek (1632–1723). Begitu pula dengan penelitian tentang virus. Pada abad XIX dan abad XX penelitian penyakit yang disebabkan oleh virus ditujukan pada materi yang terkandung dalam virus, misalnya substansi yang bersifat racun serta senyawa kimia dan enzim yang menimbulkan kerusakan organisme yang menjadi inangnya.

Pada tahun 1935 Wendell M. Stanley, seorang ahli biokimia Amerika, meneliti penyakit mosaik pada daun tembakau. Dalam penelitian tersebut digunakan satu ton daun tembakau yang terinfeksi oleh penyakit mosaik. Dari penelitian tersebut ditemukan kristal berbentuk jarum. Kristal tersebut disimpan dalam botol dan tidak menunjukkan adanya aktivitas kehidupan. Saat kristal tersebut dilarutkan, larutannya diusapkan pada permukaan daun tembakau yang sehat. Kemudian, daun sehat tersebut terserang penyakit mosaik. Stanley adalah orang yang menamakan virus itu “Tobacco Mosaic Virus” (TMV) (Gambar 2.1) dan penyakitnya dinamakan penyakit mosaik. Sebelumnya, orang tidak menyebutnya penyakit mosaik. Pada tahun 1946, Wendell M. Stanley menerima hadiah nobel dalam bidang kimia.

1. Ciri dan Struktur Virus Apakah virus dikelompokkan sebagai makhluk hidup atau benda mati? Jika berada di luar sel hidup, virus tidak dapat bergerak, tumbuh atau bereproduksi sehingga di luar sel hidup virus dikelompokkan sebagai makhluk tak hidup. Sebaliknya, jika virus ada di dalam sel makhluk hidup lain, seperti tumbuhan, hewan, atau manusia, virus dapat tumbuh dan bereproduksi sehingga dikatakan bahwa virus adalah makhluk hidup. Oleh karena itu, virus dikategorikan sebagai peralihan dari makhluk tak hidup ke makhluk hidup.

Berikut adalah ciri-ciri umum yang dimiliki oleh virus.

a. Virus berukuran sangat kecil, berkisar 0,05..m–0,2..m (1..m = 1/1000 mm). Oleh karena itu, virus hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.

b. Tubuh virus terdiri atas selubung dan bahan inti. Bahan inti berupa RNA (Ribonucleic acid) atau DNA (Deoxiribonucleic acid).

c. Virus tidak mempunyai membran dan organel-organel sel yang penting bagi kehidupan.

d. Virus hanya dapat bereproduksi jika berada dalam sel hidup atau jaringan hidup. e. Virus dapat dikristalkan layaknya benda mati. Virus tersusun dari asam nukleat, yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam ribonukleat (RNA) yang dibungkus oleh selubung protein yang disebut kapsid.

Bentuk virus bermacam-macam, ada yang berbentuk batang, bola atau bulat, berbentuk peluru, dan beberapa berbentuk huruf T seperti pada virus bakteriofage.

Disebut bakteriofage karena virus ini menyerang bakteri. Tubuh virus bakteriofage terdiri atas kapsid, kepala, isi, dan ekor (Gambar 2.3).

a. Kapsid merupakan lapisan pembungkus tubuh virus yang berfungsi memberi bentuk tubuh virus dan melindungi virus dari kondisi lingkungan sekitarnya.

b. Kepala virus berisi materi genetik (asam nukleat), yaitu DNA atau RNA.

c. Ekor merupakan bagian tubuh virus yang penting untuk melekatkan diri dengan sel inang serta untuk memasukkan materi genetik virus ke dalam sel inang tersebut (Keeton and Gould, 1986: 734).

2. Reproduksi Virus

Virus hanya dapat bereproduksi dalam sel hidup atau jaringan hidup lain. Cara reproduksi virus ada dua macam, yaitu melalui daur litik dan daur lisogenik.

a. Daur Litik

1) Virus menempel pada bakteri.

2) Dinding sel bakteri dilarutkan oleh enzim dari virus. Melalui lubang yang sudah dilarutkan oleh enzim virus tersebut, DNA virus dimasukkan ke dalam bakteri. Tahap ini disebut penetrasi.

3) DNA virus mengambil alih tugas DNA bakteri dan menggunakan metabolik bakteri untuk menghasilkan komponen-komponen virus, seperti kapsid, ekor, serabut ekor, dan kepala. Setiap komponen fage kemudian bersatu dalam proses pematangan. Virus baru yang terbentuk dapat mencapai jumlah 200–1.000 virus.

4) Virus yang baru terbentuk mengeluarkan enzim lisozimnya untuk menghancurkan dinding sel bakteri. Setelah dinding bakteri hancur atau lisis, virus-virus baru dapat keluar dan menyerang sel-sel bakteri lainnya. Akhirnya, bakteri mengalami kematian. Virus yang telah menginfeksi sel lain pun mengulangi siklus litiknya kembali. Siklus litik yang menghasilkan virus-virus baru ini hanya membutuhkan waktu lebih kurang 20 menit untuk setiap siklusnya.

b. Daur Lisogenik

Tidak semua virus yang masuk ke dalam sel makhluk hidup lain langsung menghancurkan dinding sel tersebut dan membuat sel tersebut lisis. DNA virus yang masuk dalam bakteri menjadi bagian DNA inang melalui rekombinasi. Meskipun menjadi bagian DNA inang, namun virus tidak langsung mengambil alih metabolisme sel inang. Siklus seperti ini disebut daur lisogenik.

Urutan prosesnya adalah sebagai berikut.

1) Virus hidup pada tempat yang spesifik pada permukaan tubuh sel bakteri. Setelah melisiskan dinding sel, virus melakukan penetrasi materi genetik DNA ke dalam tubuh bakteri.

2) DNA kemudian menyisip ke dalam DNA bakteri dan membentuk profage.

3) Jika bakteri membelah diri, profage ikut membelah sehingga anakan sel bakteri pun mengandung profage. Hal ini berlangsung terus-menerus sehingga jumlah bakteri yang mengandung profage menjadi amat banyak. Jika keadaan lingkungan mendukung, virus akan mengalami pematangan sehingga memasuki keadaan litik.

4) Virus-virus baru pun dibentuk dan siap menyerang sel-sel lainnya.

3. Klasifikasi Virus

Klasifikasi dan penamaan virus telah dirintis sejak 1966 oleh International Commitee on Taxonomy of Viruses (ICTV) dan terpisah dari klasifikasi makhluk hidup. Taksonomi virus terdiri atas empat tingkat, yaitu ordo, famili, genus, dan spesies. Taksonomi adalah ilmu klasifikasi makhluk hidup, mengelompokkannya secara berurut sesuai dengan derajat persamaan dan perbedaan antara mereka, lalu memberinya nama ilmiah. Berikut contoh klasifikasi virus ebola berdasarkan ICTV.

• Ordo : Mononegavirales • Famili : Filoviridae • Genus : Filovirus • Spesies : Ebola virus zaire Sebagian ahli mengelompokkan virus berdasarkan jenis asam nukleat yang dimilikinya. Berikut adalah pengelompokan virus berdasarkan asam nukleat yang dimilikinya.

a. Ribovirus, yaitu virus yang asam nukleatnya berupa RNA (Gambar 2.6a). Contoh virus yang termasuk kelompok ribovirus adalah 1. virus toga (penyebab demam kuning dan ensefalitis); 2. virus arena (penyebab meningitis); 3. virus picorna (penyebab polio); 4. virus orthomyxo (penyebab influenza); 5. virus paramyxo (penyebab pes pada ternak); 6. virus rhabdo (penyebab rabies); 7. virus hepatitis (penyebab hepatitis pada manusia); 8. retrovirus (dapat menyebabkan AIDS). b. Deoksiribovirus, yaitu virus yang asam nukleatnya berupa DNA (Gambar 2.6b). Contoh virus jenis deoksiribovirus adalah

1. virus herpes (penyebab herpes); 2. virus pox (penyebab kanker seperti leukemia dan limfoma, ada pula yang menyebabkan AIDS); 3. virus mozaik (penyebab bercak-bercak pada daun tembakau); 4. virus papova (penyebab kutil pada manusia/papiloma).

4. Virus dalam Kehidupan Manusia Pada umumnya, virus dapat menyebabkan penyakit baik pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Selain itu, virus juga memiliki manfaat bagi manusia. Apa saja manfaat virus?

a. Manfaat Virus bagi Manusia

Salah satu manfaat virus bagi manusia adalah adanya vaksin yang dapat mencegah suatu penyakit. Ilmuwan membuat vaksin dari virus yang dilemahkan atau virus yang tidak aktif.

Vaksin berasal dari virus yang dilemahkan. Vaksin tersebut disuntikkan ke tubuh manusia dan menyebabkan tubuh memproduksi antibodi atau zat lain yang membuat tubuh kebal (tahan) terhadap virus. Vaksin yang dibuat dari virus hidup dibuat oleh ahli virus dengan seleksi yang teliti. Vaksin tersebut merangsang pembentukan sistem kekebalan tubuh dan tidak membahayakan tubuh. Selain itu, virus dapat digunakan untuk membasmi hama secara biologis. Pada waktu yang akan datang, bakteriofage diharapkan dapat dikembangkan menjadi obat untuk membunuh bakteri yang menimbulkan penyakit secara spesifik.

b. Sifat Merugikan Virus bagi Manusia Dari uraian sebelumnya, diketahui bahwa kebanyakan virus dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit dan dapat menimbulkan kanker. Penyakit yang disebabkan oleh virus dapat juga menimbulkan cacat fisik atau kematian karena banyak yang belum diketahui cara pengobatannya. Selain menyerang manusia, virus juga menyerang tumbuhan dan hewan. Pada gilirannya, dapat memberikan kerugian pada manusia.

a b Sumber: www.rothamsted. bbsrc.ac.uk Gambar 2.6

Klasifikasi virus berdasarkan asam nukleat. (a) Ribovirus, virus influenza, dan

(b) Deoksiribovirus, virus herpes. Virus dan Kingdom Monera

27

Wawasan Biologi Hingga saat ini belum ada obat yang benar-benar mengobati influenza. Obat yang beredar saat ini hanya meningkatkan kekebalan tubuh dan meringankan gejala influenza yang mengganggu. Seluruh manusia di bumi terinfeksi virus ini, namun gejala infeksi akan terlihat jika kekebalan tubuh melemah. Bersin dan mengeluarkan lendir dari hidung merupakan beberapa cara pertahanan tubuh terhadap virus ini. Menjaga kondisi tubuh merupakan cara efektif mencegah gejala penyakit ini.

Gambar 2.7

Virus herpes dapat menyerang beberapa bagian tubuh, di antaranya bagian (a) mulut dan

(b) punggung. 1) Virus yang Menyerang Manusia

Seperti halnya pada hewan, penyakit pada manusia pun banyak yang disebabkan oleh virus. Penularan oleh virus ini dapat melalui berbagai cara, antara lain melalui udara, cairan tubuh, dan air.

a) Influenza

Virus influenza hanya menyerang membran trakea. Virus ini bernama Orthomyxovirus. Virus ini menyebar melalui udara dan masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan.

b) HIV (Human Immunodeficiency Virus)

HIV merupakan penyebab penyakit AIDS yang merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia atau menyerang sel darah putih. Sel darah putih ini mengontrol sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, pada penderita AIDS sistem kekebalan tubuhnya berkurang sehingga tubuhnya pun rentan terkena penyakit.

Virus HIV ditularkan melalui luka di kulit, selaput lendir, hubungan seksual, transfusi darah, dan penggunaan jarum suntik yang tidak steril. HIV banyak terdapat di darah dan cairan mani penderita.

c) Herpes

Herpes merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya bintik merah nanah dan berkelompok di kulit, dan disertai oleh demam. Penyebab herpes adalah virus anggota famili Herpertoviridae. Virus herpes menyerang kulit dan selaput lendir (Gambar 2.7).

a b Sumber: www.pathmicro.med.sc www.surviveoutdoors.com

Ada tipe virus herpes yang hanya menyerang membran mukus di mulut dan bibir. Selain itu, ada pula tipe herpes yang hanya menyerang alat genital sehingga menyebabkan sakit pada alat kelamin. Virus memasuki tubuh melalui luka kecil dan bersarang di tubuh secara permanen. Oleh karena itu, herpes dapat kambuh sewaktu-waktu, biasanya jika seseorang sedang stres dan daya tahan tubuhnya menurun.

d) Cacar air

Cacar air disebabkan oleh Varicella zoster virus. Virus ini hanya menyerang kulit. Gejala yang ditimbulkan berupa demam, sakit kepala, serta timbul bintik kemerahan berisi cairan di kulit.

e) Kanker

Virus ada juga yang menyebabkan kanker, misalnya T-cell leukemia penyebab kanker pada sel darah putih. Selain itu, ada juga virus papilloma yang menyebabkan penyakit kanker pada genital.

f) Polio

Virus yang menyebabkan polio hanya menyerang sel saraf. Virus polio masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman, atau melalui udara pernapasan. Kemudian, virus ini berkembang di jaringan getah bening saluran pencernaan dan memasuki kelenjar getah bening. Virus ini lalu masuk ke peredaran darah menuju sumsum tulang dan otak. Akhirnya, virus ini merusak sel saraf dan dapat mengakibatkan kelumpuhan bahkan kematian.

2) Virus yang Menyerang Tumbuhan

Virus yang menyerang tumbuhan dapat mengenai bagian daun, buah, dan batang. Virus biasanya menyerang tumbuhan berbunga. Virus yang menyerang tumbuhan ini dapat mengakibatkan kematian. Cara virus masuk ke dalam bagian tubuh tumbuhan, misalnya pada bagian daun, yaitu dengan bantuan serangga. Virus masuk pada saat serangga memakan daun. Virus ini tidak dibawa oleh serangga, tetapi melalui udara. Virus dapat masuk setelah dinding sel pada daun rusak karena dimakan serangga.

a) Mosaik

Mosaik merupakan penyakit yang menyerang tomat, kentang, dan tembakau. Penyakit ini menyebabkan daun menjadi berbintik-bintik kuning. Disebabkan oleh Tobacco Mosaic Virus (TMV).

b) Tungro

Tungro merupakan penyakit yang menyerang padi dan menyebabkan tanaman menjadi kerdil. Penyebabnya adalah virus tungro.

3) Virus yang Menyerang Hewan

Banyak penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus. Beberapa jenis virus yang menyerang hewan mengakibatkan kematian. Virus yang menyerang hewan ini dapat juga menyerang manusia. Misalnya, virus rabies yang ditularkan melalui gigitan anjing. Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian berikut.

a) Rabies

Rabies merupakan virus yang menyerang sel saraf menyebabkan hewan takut air dan menyebabkan hewan tersebut menjadi agresif. Virus ini menyerang hewan seperti anjing, kucing, dan monyet. Akan tetapi, virus ini dapat ditularkan kepada manusia melalui gigitan hewan yang terinfeksi virus ini. Hal ini menyebabkan peradangan pada otak sehingga sel saraf terganggu. Rabies disebabkan oleh Rhabdovirus (Gambar 2.8).

Peradangan pada otak Gigitan anjing Anjing terinfeksi rabies a b Sumber: www.fcps.k1 .va www.miamidade.com

Wawasan Biologi Polio masih menjadi masalah bagi negara berkembang. Pada 1988, diluncurkan inisiatif global membasmi polio. Sejak saat itu, kasus polio menurun 90 persen, dari 350 ribu pada 1988 menjadi 1.919 kasus pada 2002. Jumlah negara endemik pun menurun dari 125 negara menjadi tujuh negara. Saat ini, kasus tinggi terjadi di Afganistan, Mesir, India, Nigeria, dan Pakistan.

Sumber: www.tempo interaktif.com

Gambar 2.8

(a) Virus rabies yang menyerang saraf. Rabies ditularkan kepada manusia melalui (b) gigitan anjing yang terinfeksi virus. Bagaimanakah cara Anda mencegah rabies?

Virus dan Kingdom Monera

29

b) Penyakit kuku dan mulut

Penyakit kuku dan mulut adalah penyakit yang menyerang ternak dan disebabkan oleh virus. Virus Coxsachie adalah penyebab penyakit ini. Hewan ternak yang terjangkit penyakit ini memiliki ciri, air liur yang banyak, demam dengan suhu badan yang tinggi, dan banyak keluar lendir di hidungnya.

Soal Penguasaan Materi 2.1 Kerjakanlah di dalam buku latihan Anda.

1. Sebutkan ciri-ciri virus. 3. Sebutkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh 2. Jelaskan cara replikasi pada virus. virus. B Kingdom Monera Monera adalah makhluk hidup yang terdiri atas satu sel (uniselular) sesuai dengan asal kata dari bahasa Yunani, moneres yang berarti tunggal. Monera belum mempunyai membran inti sel, memiliki nukleoid (bagian sel yang mengandung DNA), dan belum memiliki organel bermembran, seperti mitokondria, kloroplas, dan badan Golgi. Dinding selnya terbuat dari peptidoglikan yang tahan terhadap tekanan osmotik hingga 25 kali tekanan atmosfer. Anggota kingdom ini secara umum disebut dengan bakteri.

Organisme utama yang termasuk dalam kingdom Monera adalah Eubacteria dan Archaebacteria. Keduanya merupakan organisme prokariotik. Kelompok yang paling primitif, Archaebacteria, saat ini mulai terbatas keberadaannya. Namun, tetap dapat ditemukan di tempat tertentu, seperti sumber air panas dan daerah yang konsentrasi oksigennya rendah.

Organisme prokariotik merupakan organisme yang inti selnya belum memiliki membran inti. Adapun organisme eukariotik, sudah memiliki membran inti. Untuk memperjelas perbedaan antara organisme prokariotik dan eukariotik, perhatikan Tabel 2.1 berikut (Campbell, 1998: 509).

Kata Kunci

• Archaebacteria • Bakteri • Eukariotik • Prokariotik Tabel 2.1 Perbedaan Ciri-Ciri Prokariotik dan Eukariotik Karakter Organisme Prokariotik (Monera) Membran inti Organel sel bermembran Peptidoglikan pada dinding sel Sensitivitas antibiotik Membran lemak RNA Polimerase Asam amino inisiator untuk awal sintesis protein Eubacteria Archaebacteria Organisme Eukariotik Tidak ada Tidak ada Ada Pertumbuhan dihambat oleh Streptomycin dan Chloramphenicol Rantai karbon tunggal Satu macam Formyl methionine Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak terhambat oleh antibiotik tersebut Rantai karbon bercabang Beberapa macam Methionin Ada Ada Tidak ada Tidak terhambat oleh antibiotik tersebut Rantai karbon tunggal Beberapa macam Methionin Sumber: Biology, 1998

Oleh karena ukurannya yang kecil dan kemampuannya untuk bereproduksi dengan sangat cepat, anggota kingdom Monera menjadi makhluk hidup yang paling melimpah di bumi ini. Misalnya, Escherichia coli yang dapat bereproduksi melalui pembelahan biner setiap 15 menit sekali dan kisaran habitatnya yang luas.

Bakteri dapat ditemui hampir di setiap jenis lingkungan yang ada di bumi, mulai dari dasar laut, di dalam batuan karang, dan daratan. Struktur seperti bakteri telah ditemukan pada sebuah meteor Martian yang berusia lebih dari tiga miliar tahun yang lalu. Jika hal tersebut benar-benar fosil, maka diperkirakan bakteri telah hidup di Bumi dan Mars. Namun, hal tersebut masih harus diteliti lebih lanjut.

1. Eubacteria (Bakteri)

Bakteri merupakan organisme bersel tunggal yang hidup bebas di mana-mana. Bakteri berukuran sangat kecil, yaitu hanya 0,2–10 mikrometer (1 mikrometer = 1/1000 milimeter).

Bakteri memegang peranan penting dalam kehidupan di bumi. Kehidupan makhluk hidup lain, seperti hewan, tumbuhan, dan manusia sangat bergantung pada bakteri. Bakteri berguna dalam mendegradasi atau merombak sampah dan jasad mati. Bakteri juga berguna untuk mengubah komponen-komponen organik menjadi anorganik agar dapat diserap oleh tumbuhan.

a. Bentuk Bakteri

Bakteri mempunyai bentuk yang bermacam-macam. Bentuk bakteri yang paling dikenal adalah batang atau basil (tunggal: basilus), bulat atau cocci (tunggal: coccus), dan spiral atau spirila (tunggal: spirilum) (Gambar 2.9).

Bakteri coccus ada yang tersusun sendiri (monococcus) atau berkelompok. Bentuk kelompok bakteri, yaitu bergandengan (diplococcus), untaian anggur (staphylococcus), rantai (streptococcus), dan tersusun delapan-delapan (sarcina). Bakteri bacillus ada yang berdiri sendiri (monobacillus), berpasangan (diplobacillus), dan membentuk rantai (streptobacillus). Bakteri spiral ada yang berbentuk koma (vibrio), spiral, dan spiroseta (spirochete). Perhatikan Gambar 2.10.

Cocci Basil Spiral Coccus Bacillus Spirilum SpirocheteStreptobacillus Sreptococcus Diplobacillus Diplococcus Sumber: Heath Biology, 1985Staphylococcus

a b c Sumber: Biology Concepts & Connections, 2006

Gambar 2.9

Bakteri mempunyai bentuk yang bermacam-macam, yaitu

(a) spiral, (b) batang, dan (c) bulat. Kata Kunci

• Basil • Cocci • Spirila Gambar 2.10

Berbagai bentuk pada bakteri.

Virus dan Kingdom Monera

31

Tokoh

Biologi Hans Christian J. Gram (1853-1938)

Dia adalah seorang ahli bakteri dari Denmark. Gram berjasa dalam pewarnaan bakteri sehingga bakteri dapat dibedakan dari dinding selnya. Pewarnaan ini disebut

Sumber: Concise Encyclopedia ature, 1994 pewarnaan Gram. Dari pewarnaan ini diklasifikasikan menjadi dua jenis bakteri, yaitu bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Kata Kunci

• Endospora • Fimbriae • Flagela • Gram negatif • Gram positif • Peptidoglikan Gambar 2.11

Struktur tubuh bakteri secara umum.

Apa manfaat flagel?

Kegiatan 2.1

Pengamatan Bakteri Tujuan

Mengamati bentuk bakteri

Alat dan Bahan

Tusuk gigi, kaca objek, kaca penutup, lampu spirtus, dan metilin biru

Langkah Kerja

1. Ambil kotoran gigi Anda menggunakan tusuk gigi. Lalu, oleskan pada kaca objek.

2. Teteskan metilin biru dan diamkan selama 8 menit. Hangatkan preparat di atas api. Jangan terlalu panas, karena dapat merusak bentuk bakteri.

3. Setelah dingin, bilas dengan akuades. Kemudian, keringkan dengan bantuan kertas tisu dan tutup dengan kaca penutup. Amati hasilnya dengan mikroskop. Gambarkan hasil pengamatan Anda dalam buku catatan.

4. Diskusikan hasil yang Anda dapat bersama kelompok Anda. Presentasikan hasilnya di depan kelas.

Jawablah pertanyaan berikut untuk menyimpulkan fakta.

1. Bentuk bakteri apa yang Anda temukan? 2. Lakukan kegiatan seperti ini dengan menggunakan kotoran gigi Anda. Apakah yang Anda temukan? b. Struktur Tubuh Bakteri

Bakteri mempunyai tiga komponen pada tubuhnya, yaitu dinding sel, membran plasma, dan sitoplasma (Gambar 2.11). Dinding sel bakteri mengandung material yang disebut peptidoglikan. Peptidoglikan disusun

Sitoplasma Kromosom Membran plasma Flagel Pili Dinding Struktur flagel oleh rantai gula yang berikatan dengan peptida (rantai pendek asam amino). Sumber: Biology: he nity & iversity of Life, 1995

Pewarnaan Gram, salah satu teknik pewarnaan, dapat membedakan dua tipe dinding sel yang menyusun bakteri. Dari sistem pewarnaan ini dapat diklasifikasikan dua jenis bakteri, yaitu bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Dinding sel pada bakteri Gram negatif memiliki tambahan plasma membran dalam strukturnya. Membran luar ini terkadang toksik (beracun) bagi hewan dan dapat menimbulkan penyakit. Antibiotik penisilin bekerja paling baik untuk bakteri Gram negatif.

Pada dinding sel bakteri, terdapat kapsul atau lapisan berlendir yang tersusun atas polisakarida atau protein. Kapsul, lapisan berlendir, dan pili (fimbriae) membantu bakteri bertahan hidup dalam lingkungan tertentu. Kapsul membantu agar bakteri dapat bertahan dari sistem imun hewan inangnya. Lapisan berlendir memungkinkan bakteri dapat menempel dalam jumlah banyak pada permukaan halus gigi dan menimbulkan kebusukan gigi. Jenis bakteri berlendir ini menyebabkan dental plaque (plak gigi).

Beberapa bakteri memiliki semacam rambut halus di sekujur tubuhnya yang disebut pili (tunggal: pilus) atau fimbriae (tunggal: fimbria). Beberapa bakteri patogen menginfeksi sel inang dengan cara menempel pada membran sel inang menggunakan pilinya, misalnya bakteri penyebab gonorhoe. Beberapa bakteri juga memiliki piliseksual yang digunakan untuk bereproduksi secara seksual (gambar 2.12).

Beberapa bakteri dilengkapi dengan flagela (tunggal: flagelum). Dengan flagela memungkinkan bakteri menyebar di habitat baru, melakukan migrasi menuju sumber nutrisi, atau meninggalkan lingkungan yang tidak memungkinkan. Namun, terdapat beberapa bakteri yang bergerak tanpa flagela. Bakteri tanpa flagela bergerak dengan cara berguling dan mengalir terbawa arus.

Jumlah dan letak flagela pada bakteri berbeda-beda. Berdasarkan hal tersebut, bakteri dibedakan sebagai berikut.

1. Monotrik, terdapat satu flagela pada salah satu ujung bakteri. 2. Amfitrik, terdapat flagela satu ataupun banyak pada kedua ujung bakteri, 3. Lofotrik, terdapat banyak flagela pada salah satu ujung bakteri. 4. Peritrik, terdapat banyak flagela di seluruh tubuh bakteri (Gambar 2.13b).

Dengan adanya flagela, bakteri dapat merespons berbagai rangsang tingkah laku atau pergerakan yang disebut taksis. Beberapa jenis bakteri melakukan kemotaksis, bergerak menuju rangsang kimia yang diberikan oleh makanan atau menjauhi rangsang kimia yang diberikan oleh bahan kimia toksik. Beberapa bakteri melakukan fototaksis, bergerak menuju atau menjauhi cahaya, bergantung lingkungan yang mereka butuhkan. Beberapa bakteri flagelata adalah magnetotatic. Bentuk ini dapat mendeteksi daerah

Piliseksual Sumber: Biology: he nity & iversity of Life, 1995

Gambar 2.12

Pili seksual pada bakteri berguna untuk melakukan reproduksi seksual.

Gambar 2.13

Bentuk dan jumlah flagela pada bakteri. (a) Flagela tipe lofotrik, contohnya pada Pseudomonas fluorescens dan (b) flagela tipe peritrik, contohnya Salmonella sp.

Virus dan Kingdom Monera

33

Partikel magnet Partikel magnet Flagela

Sumber: Biology: Exploring Life, 1994

Gambar 2.14

Bakteri yang memiliki partikel magnetik, contohnya adalah A uaspirillum magnetotacium.

Gambar 2.15

Endospora bakteri.

Gambar 2.16

Reproduksi pada bakteri.

(a) Pembelahan biner pada bakteri Bacillus. (b) Perpindahan materi genetik yang terjadi selama konjugasi (reproduksi seksual).

magnetik pada bumi. Hal ini disebabkan adanya bentuk magnet kecil berupa kristal besi pada sitoplasma mereka (Gambar 2.14). Adanya alat sensor yang unik ini memungkinkan bakteri tersebut bergerak menurun menuju lingkungan sedimen akuatik dengan bantuan flagela mereka.

Ketika kondisi lingkungan sudah tidak mendukung lagi, pada banyak bakteri berbentuk batang, tubuh mereka dilindungi dengan struktur yang disebut endospora. Endospora artinya spora yang terbentuk di dalam bakteri.

Dalam keadaan ini, aktivitas metabolisme terhenti. Endospora merupakan struktur resisten yang memungkinkan bakteri bertahan dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Bahkan, beberapa bakteri dapat bertahan pada suhu mendidih dalam waktu satu jam atau lebih, sedangkan yang lainnya dapat tetap hidup di dalam usus mumi yang berumur 2.000 tahun. Endospora merupakan agen penyebaran bakteri karena mereka dapat terbawa dalam jarak yang jauh di udara atau air. Kemudian, memproduksi bakteri baru secara cepat ketika memasuki lingkungan yang menguntungkan.

c. Reproduksi Bakteri

Sebagian besar bakteri melakukan reproduksi aseksual melalui proses pembelahan sederhana yang disebut pembelahan biner (Gambar 2.16a). Proses ini mampu mereproduksi salinan genetik dari sel induk secara tepat. Pada kondisi yang ideal, bakteri dapat membelah satu kali setiap 20 menit atau sekitar 1 × 1021 anakan baru setiap harinya. Reproduksi yang cepat ini memungkinkan bakteri dapat berkembang biak menjadi sangat banyak dalam lingkungan yang menguntungkan seperti di tempat berlumpur atau makanan yang lembap.

Bakteri juga dapat bereproduksi dengan cara konjugasi. Beberapa konjugasi bakteri menggunakan pili seksual. Proses konjugasi dapat memproduksi kombinasi genetik baru dan menghasilkan bakteri dengan

a Pembelahan biner

Kromosom bakteri Sumber: Biology: he nity & iversity of Life, 1995

d. Pengelompokan Eubacteria Menurut Campbell (1998: 510), Eubacteria dibagi menjadi lima kelompok, yaitu Proteobacteria, bakteri Gram positif, Cyanobacteria, Spirochetes, dan Chlamydias.

1) Proteobacteria

Proteobacteria dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu bakteri ungu kemoautotrof, Proteobacteria kemoautotrof, dan Proteobacteria kemoheterotrof.

2) Bakteri gram positif

Kelompok bakteri ini beberapa anggotanya dapat berfotosintesis dan sebagian lagi ada yang bersifat kemoheterotrof. Dapat berbentuk endospora ketika keadaan lingkungan kurang menguntungkan. Contoh bakteri ini misalnya Clostridium dan Bacillus.

3) Spirochetes

Bakteri ini memiliki bentuk sel heliks, memiliki panjang sampai 0,25 mm. Kelompok bakteri ini bersifat kemoheterotrof. Ada yang hidup bebas dan ada yang patogen seperti Treponema pallidum yang menyebabkan sifilis.

4) Chlamydias

Bakteri ini merupakan patogen beberapa penyakit. Energi untuk beraktivitas diperoleh dari inangnya. Contohnya adalah Chlamydias trachomatis.

5) Cyanobacteria

Cyanobacteria dahulu dikenal dengan nama ganggang hijau-biru (bluegreen algae) serta dimasukkan dalam kelompok alga eukariotik. Akan tetapi, belakangan diketahui bahwa alga ini termasuk prokariotik. Oleh karena itulah, ganggang hijau-biru sekarang disebut Cyanobacteria dan dikelompokkan ke dalam Eubacteria.

Cyanobacteria ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak. Cyanobacteria memiliki klorofil yang tersebar di dalam plasma sel dan berpigmen fikobilin, yaitu fikosianin (pigmen biru) dan fikoeritrin (pigmen merah). Akan tetapi, fikosianin lebih dominan sehingga Cyanobacteria dahulu disebut ganggang hijau-biru.

Cyanobacteria hidup di berbagai habitat. Ada yang hidup di air tawar dan air laut. Bahkan suhunya pun berbeda-beda, dari yang bersuhu dingin, tropis, bahkan ada yang tahan hidup di air panas. Cyanobacteria berkembang biak dengan membelah, fragmentasi, atau dengan spora. Contoh dari Cyanobacteria adalah Nostoc, Chlorococcus, Oscillatoria, dan Anabaena. Perhatikan Gambar 2.17.

Gambar 2.17

Contoh Cyanobacteria.

(a) Anabaena, (b) scillatoria, dan (c) Spirulina. a b c Sumber: Biology Concepts & Connections, 2006

Virus dan Kingdom Monera

35

a b Sumber: www.visualunlimited.com; www.lbl.gov

Gambar 2.18

(a) Salah satu bakteri metanogenik, ethanosarcina ma ei.(b) Bakteri Termofilik dapat hidup di rekahan dasar laut.

Kata Kunci

• Halofilik • Metanogenik • Termofilik 2. Archaebacteria Kelompok Archaebacteria merupakan organisme yang menempati daerah yang ekstrim seperti sumber air panas dan air dengan kadar garam (salinitas) tinggi. Para ilmuwan mengelompokkan Archaebacteria ke dalam tiga kelompok, yaitu Metanogenik, Halofilik dan Termofilik (Start and Taggart, 1995: 352).

a. Metanogenik Kelompok Archaebacteria ini bersifat anaerobik dan kemosintetik. Bakteri ini memperoleh makanan dengan mereduksi CO2 menggunakan H2 menjadi metana (CH4). Hidup di rawa-rawa dan danau yang kekurangan oksigen karena konsumsi mikroorganisme lain. Metanogenik juga berperan dalam pembusukan sampah dan kotoran ternak. Metanogenik merupakan bakteri utama dalam pembentukan biogas atau gas metana. Beberapa bakteri metanogenik bersimbiosis dalam rumen herbivora dan hewan pengonsumsi selulosa lainnya. Contohnya Methanosarcina mazei (Gambar 2.18a).

b. Halofilik Bakteri Halofilik (halo: garam, philis: suka) ini hidup pada lingkungan dengan kadar garam tinggi dan sebagian memerlukan kadar garam 10 kali lebih tinggi daripada air laut untuk dapat hidup. Beberapa bakteri halofilik dapat berfotosintesis dan memiliki zat warna yang disebut bacteriorodhopsin.

c. Termofilik Sesuai dengan namanya (thermo: panas, philis: suka), Archaebacteria ini hidup di tempat dengan suhu 60°C hingga 80°C. Beberapa bakteri termofilik mampu mengoksidasi sulfur, seperti Sulfolobus yang hidup di mata air sulfur. Bahkan, beberapa spesies mampu hidup dekat rekahan dasar laut dengan suhu 105°C (Gambar 2.18b).

3. Peranan Bakteri bagi Kehidupan Manusia Bakteri pada umumnya adalah heterotrof. Namun, ada juga bakteri yang autotrof, seperti bakteri kemosintetik. Bakteri ini mendapat energi melalui reaksi kombinasi oksigen dengan molekul anorganik, seperti sulfur, nitrit, atau amonia. Dalam prosesnya, mereka melepaskan sulfur atau nitrat, yang merupakan nutrisi penting bagi tumbuhan, ke dalam tanah.

Beberapa bakteri juga memiliki kemampuan untuk memecah selulosa, komponen utama pembentuk dinding sel tumbuhan. Terdapat bakteri yang memiliki simbiosis (hubungan hidup bersama) dengan mamalia ruminansia (memamah biak, seperti sapi, kambing, domba). Bakteri ini hidup di saluran pencernaan hewan memamah biak dan membantu mencerna makanan berserat seperti rerumputan yang tidak dapat dicerna sendiri oleh hewan tersebut. Simbiosis bakteri ini juga terdapat di dalam pencernaan Anda. Bakteri ini menguraikan makanan yang tidak dapat tercerna dan mensintesis vitamin seperti vitamin K dan B12.

Cyanobacteria mempunyai peranan dalam kehidupan manusia. Misalnya, dalam ekosistem, Cyanobacteria berperan sebagai produsen dan makanan bagi ikan-ikan kecil dan udang-udang kecil. Cyanobacteria juga dapat dijadikan makanan. Contohnya Spirulina yang dapat dijadikan sumber makanan alternatif dikarenakan kandungan proteinnya yang tinggi.

Anabaena, Cyanobacteria bersel satu, dapat bersimbiosis dengan paku air Azolla pinnata. Anabaena mengikat nitrogen bebas dari udara sehingga perairan cukup mengandung senyawa nitrogen yang dapat langsung digunakan oleh tumbuhan lain. Anabaena dapat ditemukan di sawah-sawah yang berair atau kolam yang dangkal.

Jenis simbiosis lain terjadi pada tumbuhan Leguminoseae dengan bakteri pengikat nitrogen yang hidup pada nodul akar tumbuhan tersebut. Bakteri ini menangkap gas nitrogen (N2) yang tidak dapat digunakan secara langsung oleh tumbuhan dari udara dalam tanah. Kemudian, bakteri tersebut menggabungkan nitrogen dengan hidrogen untuk menghasilkan amonium (NH4+) yang merupakan nutrisi penting bagi tumbuhan.

Bakteri juga memiliki peranan yang penting dalam produksi makanan bagi manusia, seperti dalam pembuatan keju, yoghurt, cuka, dan asinan. Pada umumnya, proses produksi makanan dilakukan dengan bantuan bakteri melalui proses fermentasi. Proses fermentasi merupakan proses perombakan senyawa organik kompleks menjadi senyawa organik sederhana secara enzimatik dan anaerobik. Dalam proses anaerobik tidak memerlukan oksigen, sedangkan aerobik memerlukan adanya oksigen.

Beberapa bakteri heterotrofik menggunakan energi dengan memecah molekul organik yang kompleks (molekul yang mengandung karbon). Manusia telah mampu memproduksi berbagai bahan berguna, namun dapat berbahaya pula bagi lingkungan, misalnya detergen dan larutan beracun benzen. Bakteri dapat mendegradasi bahan-bahan berbahaya ini. Istilah biodegradable (artinya dapat dipecah oleh makhluk hidup) menunjukkan hasil kerja dari bakteri pengurai bahan-bahan tersebut. Penggunaan agen hayati sebagai pengurai limbah disebut bioremediasi (Gambar 2.19).

Bakteri juga memegang peranan penting dalam siklus hidup ekosistem. Bakteri memecah sampah dan jasad mati dari tumbuhan dan hewan serta melepaskan nutrisi penting untuk digunakan kembali oleh makhluk hidupnya.

Selain memiliki berbagai manfaat, bakteri juga ada yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Bakteri penyebab penyakit disebut juga bakteri patogen. Bakteri ini menyintesis substansi beracun yang dapat menyebabkan penyakit. Contohnya, Clostridium tetani dan Clostridium botulinum yang menyebabkan tetanus dan botulism (keracunan makanan yang dapat menyebabkan kematian). Bakteri anaerob ini dapat bertahan hidup dalam bentuk spora apabila berada di lingkungan yang tidak menguntungkan.

Spora Clostridium tetani memasuki tubuh melalui luka atau tusukan. Setelah luka menutup, spora bakteri akan pecah. Ketika mereka melakukan perbanyakan diri, bakteri melepaskan racun yang memasuki aliran darah.

Karena sifat patogen dan dapat menyebabkan kematian, banyak bakteri yang disalahgunakan. Penggunaan bakteri sebagai senjata biologis dikembangkan oleh militer dan telah banyak menimbulkan korban jiwa. Bakteri Yersina pestis, penyebab penyakit pes, telah digunakan pada perang pada abad pertengahan.

Tugas Ilmiah 2.1

Bersama teman sebangku Anda, buatlah daftar tabel berbagai jenis bakteri yang menguntungkan serta manfaatnya. Carilah sumber dari buku, majalah, koran, dan internet. Anda juga dapat bertukar informasi dengan teman lainnya untuk melengkapi tabel yang Anda buat. Jangan lupa untuk mencantumkan sumber yang Anda gunakan. Presentasikan hasilnya di depan kelas.

Wawasan Biologi Ketika kapal tanker Valdez menumpahkan 11 juta galon minyak mentah di Alaska, peneliti dari Exxon menyemprotkan populasi bakteri pengurai kepada tumpahan minyak tersebut. Dalam 15 hari, tumpahan minyak tersebut sudah terdegradasi dengan baik.

Sumber: Biology: Concepts & Connection, 2006

Sumber: Biology Concepts & Connections, 2006

Gambar 2.19

Instalasi pembuangan limbah ini menggunakan bakteri sebagai pengurai limbah.

Bagaimana mekanismenya?

Virus dan Kingdom Monera

37

Soal Penguasaan Materi 2.2 Soal Penguasaan Materi 2.2 Kerjakanlah di dalam buku latihan Anda.

1. Sebutkan ciri-ciri kingdom Monera. 2. Mengapa makanan harus dimasak matang?

Rangkuman 1. Virus memiliki struktur tubuh sederhana yang terdiri dari DNA atau RNA. Oleh karenanya virus diklasifikasikan menjadi ribovirus dan deoksiribovirus. 2. Virus memiliki beberapa cara reproduksi, yaitu melalui daur litik dan daur lisogenik. 3. Virus dapat dikelompokkan berdasarkan tipe asam nukleat yang dimiliki menjadi deoksiribovirus yang mengandung DNA dan ribovirus yang mengandung RNA. 4. Kingdom Monera terdiri atas Eubacteria (bakteri) dan Archaebacteria. 5. Monera merupakan makhluk hidup prokariot satu sel. 3. Sebutkan salah satu penyakit dan bakteri yang menimbulkan penyakit tersebut. 6. Eubacteria merupakan kelompok makhluk hidup satu sel prokariot yang memiliki peptidoglikan pada dinding selnya. Cyanobacteria termasuk dalam Eubacteria. 7. Archaebacteria merupakan bakteri yang lebih primitif. Archaebacteria adalah makhluk hidup satu sel prokariot yang tidak memiliki peptidoglikan pada dinding selnya. Archaebacteria dapat dibedakan atas Metanogenetik, Halofilik, dan Termofilik. Sesuai dengan namanya, bakteri Metanogenik menghasilkan gas metana; bakteri Halofilik menyukai lingkungan dengan kadar garam tinggi; bakteri Termofilik menyukai lingkungan dengan suhu tinggi.

P e t aKonsep Virus Deoksiribovirus Ribovirus DNA RNA diklasifikasikan asam nukleat berupa asam nukleat berupa Kingdom Monera Eubacteria Archaebacteria terbagi atas Anabaena Methanosarcina contoh contoh Pembelahan biner Konjugasi bereproduksi dengan cara mazai Kaji Diri

Dapatkah Anda memahami bab ini? Apakah Anda menemui kesulitan dalam memahami materi bab ini? Jika menemukannya, Diskusikan bersama guru Anda atau teman Anda. Dalam bab ini, Anda telah mempelajari virus dan kingdom Monera yang didominasi oleh makhluk hidup mikroskopis. Tidak terbayangkan, bukan? Makhluk yang kecil dan kasat mata, seperti virus dan Monera ini banyak yang merupakan penyebab penyakit pada manusia. Oleh karena itu, jagalah lingkungan dan badan Anda agar tetap bersih dan terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan anggota kedua kingdom ini. Akan tetapi, selain mengakibatkan berbagai penyakit. Anggota kingdom ini juga dapat membawa manfaat, seperti sebagai produsen di lautan dan pengurai berbagai limbah pencemaran lingkungan.

Evaluasi Materi Bab 2 Evaluasi Materi Bab 2

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan Anda. 1. Virus tergolong ke dalam makhluk tak hidup sebab

virus …. a. mempunyai RNA atau DNA b. dapat dikristalkan c. mampu mereplikasi diri d. hidup pada jaringan hidup e. terdiri dari senyawa organik 2. Vaksin yang diberikan melalui mulut berguna dalam meningkatkan imunitas terhadap penyakit cacar yaitu vaksin …. a. rabies b. campak c. cacar d. polio e. influenza

3. Pendapat yang menyatakan bahwa virus merupakan benda mati disebabkan oleh faktor-faktor berikut, kecuali ….

a. tidak melakukan metabolisme b. ukuran sangat kecil c. dapat dibuat kristal d. tidak berupa sel e. perbanyakan dengan replikasi

4. Fase lisogenik dalam tubuh bakteri disebabkan …. a. profage tidak aktif b. imunitas bakteri tinggi c. fage aktivitasnya aktif d. kelainan fungsi DNA e. kelainan fungsi RNA

5. Orang yang menderita AIDS mudah terserang penyakit lain sebab …. a. rapuhnya sistem kekebalan b. virus HIV membantu penyakit lain c. aktivitas antibodi meningkat d. jumlah vaksin menurun e. virus HIV cepat berkembang

6. Lactobacillus thermophilus adalah sejenis bakteri yang sangat menguntungkan, karena berguna untuk memproduksi …. a.biogas b.pupuk c. kecap d. yoghurt e. nata de coco 7. Guna mencegah terjadinya pembusukan, pedagang ikan sering menyimpan ikannya dengan balok es. Penggunaan es ini bertujuan …. a. mematikan bakteri dan spora b. menghilangkan aktivitas bakteri c. menetralkan racun yang dihasilkan oleh bakteri d. membunuh bakteri patogen e. mengurangi aktivitas bakteri 8. Gambar di bawah ini adalah bentuk bakteri …. a. diplococcus b. staphylococcus c. streptococcus d. tetracoccus e. sarcina 9. Kandungan spesifik dinding sel bakteri adalah …. a. peptidoglikan b. selulosa c. kitin d. pektin e. lignin 10. Bakteriofage adalah virus yang menyerang …. a. manusia b. tanaman c. tanaman dan manusia d. hewan e. bakteri 11. Pada bakteriofage, bagian yang berisi DNA adalah …. a. kapsid b. ekor c. kepala d. serat ekor e. isi 12. Berikut ini yang bukan merupakan media bagi penularan virus adalah …. a. makanan b. minuman c. udara pernapasan d. transfusi darah e. pakaian 13. Perbedaan antara Ribovirus dan Deoksiribovirus adalah …. a. kepala b. ekor c. isi d. asam nukleatnya e. kapsid 14. Saat virus masuk ke dalam makhluk hidup atau jaringan hidup, bagian tubuh virus yang masuk adalah …. a. kapsid b. ekor c. leher d. kepala e. DNA 15. Berikut adalah penyakit yang disebabkan oleh virus pada manusia, kecuali …. Virus dan Kingdom Monera

39

a. polio b. influenza c. HIV d. herpes e. tungro 16. Jika kondisi lingkungan tidak menguntungkan maka bakteri akan membentuk …. a. kapsid b. flagel c. endospora d. dinding sel e. membran sel 17. Bakteri Salmonella typhii memiliki struktur flagella …. a. amfitrik b. monotrik c. lofotrik d. peritrik e. simpatrik 18. Reproduksi seksual pada bakteri dengan cara …. a. pembelahan biner b. membelah diri c. fragmentasi d. duplikasi e. konjugasi 19. Perhatikan gambar berikut. a

Huruf a pada gambar adalah …

a. membran plasma b. dinding sel c. flagela d. sitoplasma e. kromosom 20. Organisme yang mampu mengurai sampah atau bahan-bahan berbahaya adalah …. a. Escherichia coli d. virus b. jangkrik e. kepiting c. bakteri

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar pada buku latihan Anda. 1. Sebutkan ciri-ciri virus. 2. Jelaskan proses daur litik pada virus. 3. Mengapa bakteri termasuk makhluk hidup prokariotik? Soal Tantangan

1. Penyakit tipus banyak melanda negara-negara berkembang. Setiap tahunnya 12,5 juta orang di dunia terserang tipus. Angka kejadian di Indonesia tidak jauh berbeda, yaitu mencapai 3–5 kasus per 1.000 penduduk setiap tahunnya. Sebanyak 10% dari jumlah kasus yang terjadi di Indonesia berakhir dengan kematian (Media Indonesia, 3 maret 2004). Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Apakah penyebab penyakit tipus? Bagaimana cara pencegahannya? 4. Apakah perbedaan antara bakteri Gram negatif dan bakteri Gram positif? 5. Jelaskan peranan bakteri bagi kehidupan manusia. 2. Ketika musim penghujan datang, penderita deman berdarah meningkat. Bahkan, rumah sakit harus menyediakan tambahan tempat tidur untuk pasien demam berdarah. Penyakit ini tidak kenal usia, dapat menyerang orang dewasa, anak-anak, maupun balita. Demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Apakah demam berdarah itu? Bagaimana menanganinya? Usaha apa yang dapat dilakukan untuk mencegah demam berdarah?

Kegiatan Semester 1

Membuat Yoghurt

Banyak orang suka minum susu tanpa gula, tetapi ada pula yang lebih suka minum air susu bergula. Di beberapa negara air susu sedikit masam merupakan minuman rakyat yang sangat digemari. Banyak orang yang beranggapan, bahwa minum susu sedikit masam menyebabkan awet muda. Air susu demikian itu di Mesir terkenal sebagai kumis, di Eropa Timur sebagai yoghurt.

Yoghurt adalah suatu minuman yang dibuat dari susu sapi dengan cara fermentasi oleh bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. Bakteri ini adalah bakteri asam laktat yang mengubah laktosa dari susu biasa menjadi asam laktat.

Keasaman dari susu yang difermentasi pada umumnya cukup untuk mencegah kerusakan oleh bakteri proteolitik yang tidak tahan asam. Setelah mencapai tingkat keasaman dalam minuman tersebut maka dilakukan pendinginan.

Selain dibuat dari susu segar, yoghurt dapat juga dibuat dari susu krim (susu tanpa lemak) yang dilarutkan dalam air dengan perbandingan bergantung pada kekentalan produk yang diinginkan.

Yoghurt umumnya disajikan dengan menambah terlebih dahulu campuran lain, seperti gula, sirup, ataupun kopi (ekstrak kopi). Penambahan campuran-campuran ini tergantung selera. Adanya campuran-campuran tersebut selain menambah kelezatan sering kali memperindah penampakan sehingga mempertinggi mutunya. Kadang-kadang dalam pembuatannya dapat ditambahkan aroma vanili, mocca, durian, dan nanas. Ini yang disebut flavoured yoghurt. Pada flavoured yoghurt cukup ditambah gula dan bisa langsung disajikan.

Produk-produk yang telah habis masa inkubasinya sebaiknya disimpan di lemari pendingin, karena dengan demikian fermentasi tidak berlangsung sehingga produk dapat disimpan lebih lama. Produk yang telah jadi dan bagus, dapat digunakan sebagai starter pada pembuatan yoghurt selanjutnya.

1. Membuat Kelompok Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4–5 orang. 2. Menyusun Jadwal Kegiatan Susunlah jadwal kegiatan pembuat yoghurt ini. Buatlah jadwal selama 4–5 minggu untuk persiapan alat dan bahan serta proses pengerjaan. 3. Alat dan Bahan a. Panci penangas b. Seperangkat alat titrasi c. Erlenmeyer 500 ml d. Thermometer e. Pengaduk kaca f. Pembakar spiritus g. Gelas ukur h. Kertas alumunium foil i. Susu sapi 41

j. Susu krim k. Bibit/starter Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus l. NaOH m. Indikator Phenofthalein 4. Cara Pengerjaan a. Pembuatan yoghurt a. Panaskan 500 ml susu segar dengan cara memasukkan susu ke dalam Erlenmeyer. Kemudian, Erlenmeyer ini dimasukkan ke dalam paci besar yang telah berisi air (seperti membuat nasi tim) hingga suhunya kurang lebih 90°C selama 15 menit. 2. Susu didinginkan sampai suhu mencapai 45°C, lalu ditambahkan starter Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus sebanyak 3–5% sedikit demi sedikit sambil diaduk supaya larut. 3. Campuran diletakkan ke dalam wadah-wadah steril yang sudah disiapkan, kemudian tutup dengan alumunium foil dan diinkubasikan pada suhu 43°C selama 4 jam atau pada suhu kamar selama 18 jam. 4. Setelah inkubasi selesai, yoghurt yang dihasilkan segera didinginkan dalam lemari es atau dipastuerisasikan pada suhu 65°C selam 30 menit agar fermentasi tidak terus berlanjut. 5. Pengamatan dilakukan dengan melihat harga pH, kandungan asam laktat, rasa, jumlah mikroba, protein, dan kandungan laktosanya. 6. Jika akan dikonsumsi bisa dicampur dengan sirup atau dengan gula secukupnya. b. Pembuatan bibit (starter) yoghurt 1. Campurkan susu segar dan susu bubuk skim (7,5% dari susu segar) hingga merata. 2. Panaskan campuran susu tersebut dengan cara memasukkan susu ke dalam Erlenmeyer. Kemudian, Erlenmeyer ini dimasukkan ke dalam paci besar yang telah berisi air hingga suhunya kurang lebih 90°C selama 15 menit. 3. Selanjutnya, dilakukan pendinginan sampa suhu mencapai kurang lebih 43°C. 4. Masukkan bibit (starter) sebanyak 3–5% sedikit demi sedikit sambil diaduk supaya larut. 5. Tutup dengan alumunium foil, peram hingga terjadi gumpalan padat pada suhu 43°C selama 4 jam atau pada suhu kamar selama 18–20 jam. 6. Setelah pemeraman selesai, simpan dalam lemari es dan dikeluarkan hanya pada saat digunakan. 5. Penyusunan Laporan Susunlah kegiatan Anda dalam bentuk laporan tertulis dan presentasikan hasilnya di depan kelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>