Keanekaragaman Hayati

Anda akan diajak untuk dapat memahami manfaat keanekaragaman hayati. Hal itu dapat Anda kuasai jika dapat mendeskripsikan konsep keanekaragaman gen, jenis, dan ekosistem melalui kegiatan pengamatan. Anda telah mempelajari tentang makhluk hidup yang berukuran kecil, pada bab ini Anda akan mempelajari hewan dan tumbuhan dengan ukuran yang beragam. Anda tertarik?

Apakah Anda sering memerhatikan kebun di dekat rumah atau sekolah Anda? Makhluk hidup apa sajakah yang terdapat di tempat tersebut? Beraneka ragam, bukan? Ada tumbuhan, kupu-kupu, burung, kumbang, dan lainnya. Semua jenis makhluk hidup tersebut merupakan contoh dari keanekaragaman hayati.

Indonesia memiliki hutan hujan tropis yang luas. Hutan hujan tropis terkenal dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Berapa banyak keanekaragaman hayati yang ada di tempat tersebut? Pastinya banyak dan beraneka ragam. Untuk menjaga serta melestarikan keanekaragaman hayati, usaha apa saja yang harus dilakukan? Langkah nyata apa yang dapat kita lakukan untuk berpartisipasi aktif menjaga keanekaragaman hayati ini?

Anda dapat menemukan jawaban semua pertanyaan tersebut dengan memahami bab ini. Pelajarilah bab ini dengan penuh semangat untuk manambah wawasan Anda sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

A. Tingkat Keanekaragaman Hayati
B. Keanekaragaman Hayati Indonesia

Soal Pramateri 1. Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman? 2. Sebutkan beberapa contoh hewan khas Indonesia. 3. Bagaimana cara menjaga kelestarian alam? A Tingkat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati disebut juga biodiversitas. Kata ini merupakan serapan langsung dari kata biodiversity. Keanekaragaman hayati terbentuk karena adanya keseragaman (kesamaan) dan keberagaman (perbedaan) sifat atau ciri makhluk hidup. Keanekaragaman dapat dilihat antara lain dari perbedaan bentuk, ukuran, warna, jumlah, dan faktor fisiologis. Akan tetapi, apakah Anda mengetahui bahwa dalam setiap spesies yang sama juga masih terdapat perbedaan? Dapatkah Anda menyebutkan contohnya?

Makhluk hidup yang ada di dunia ini beraneka ragam dalam berbagai tingkatan. Makhluk hidup berbeda-beda pada tingkat genetik, spesies, bahkan pada tingkat yang lebih luas, yaitu pada tingkat ekosistem. Mengapa makhluk hidup berbeda-beda?

Sebelum lebih jauh mempelajari materi tentang keanekaragaman hayati, kerjakan aktivitas berikut agar Anda mengingat kembali materi keanekaragaman hayati.

Kata Kunci
• Fenotipe • Gen • Genotipe • Keanekaragaman hayati • Keanekaragaman tingkat genetik • Variasi Pengamatan Keanekaragaman Hayati Tujuan

Menunjukkan keanekaragaman hayati di lingkungan sekolah
Alat dan Bahan: Tali plastik, alat tulis, dan buku tulis.

Langkah Kerja

1. Pilihlah suatu lokasi di halaman sekolah yang menurut Anda menarik dan memungkinkan untuk dilakukan pengamatan keanekaragaman hayatinya. 2. Batasi wilayah tersebut menggunakan tali plastik membentuk bujursangkar (berukuran 10 × 10 meter). 3. Kemudian, amati jenis tumbuhan dan hewan yang ada pada wilayah tersebut. Amati ciri-cirinya dan tuliskan pada buku catatan hasil pengamatan Anda di dalam tabel seperti di bawah ini. No Nama Ciri-Ciri Morfologi Organisme Bentuk Tubuh Ukuran Tubuh Warna Tubuh 1 Semut hitam 2 3

4. Kesimpulan apakah yang Anda peroleh dari kegiatan ini? Diskusikanlah bersama kelompok Anda. Presentasikan hasilnya di depan kelas. Jawablah pertanyaan berikut untuk menyimpulkan fakta.

1. Berapakah jumlah spesies makhluk hidup yang Anda peroleh? 2. Samakah hasil pengamatan Anda dengan hasil pengamatan teman Anda? 3. Dapatkah Anda menjelaskan mengapa makhluk hidup yang Anda temukan tersebut beraneka ragam? 1. Keanekaragaman Tingkat Genetik Gen adalah materi hereditas di dalam kromosom yang mengendalikan sifat makhluk hidup (Gambar 4.1). Gen terdapat di setiap inti sel makhluk hidup. Gen pada makhluk hidup memiliki perangkat dasar yang sama, tetapi memiliki susunan yang berbeda. Hal ini menyebabkan setiap makhluk hidup memiliki fenotipe maupun genotipe yang berbeda.

Sifat fenotipe makhluk hidup merupakan sifat hasil ekspresi gen yang terlihat. Misalnya, pada tumbuhan warna daun hijau tua, bentuk daun lebar, jenis batang melebar. Adapun sifat genotipe adalah tipe susunan gen yang dimiliki makhluk hidup tersebut. Contohnya, dua orang wanita yang memiliki rambut hitam keriting. Meskipun keduanya memiliki rambut hitam keriting, namun genotipenya mungkin saja berbeda. Misalnya, satu orang bergenotipe homozigot dan satu orang lagi bergenotipe heterozigot. Masihkah Anda ingat tentang homozigot dan heterozigot?

DNA double helix Histon Kromosom Gen 2 Sumber: Biology Concepts & Connections, 2006 Keanekaragaman tingkat gen menimbulkan variasi antarindividu dalam satu spesies. Contoh keanekaragaman tingkat gen yang mudah diamati adalah adanya perbedaan warna merah dan hitam pada ikan koi (Gambar 4.2); adanya buah manis dan buah asam pada satu pohon mangga yang sama; dan perbedaan warna kuning, merah, atau putih pada biji jagung.

Kromosom membawa rantai DNA (deoxyribonucleic acid) yang merupakan sumber keanekaragaman genetik. Suatu susunan DNA dapat terekspresikan sebagai gen yang berbeda.

Contoh keanekaragaman tingkat gen. Keanekaragaman genetik pada ikan koi terlihat dengan adanya perbedaan corak dan warna tubuh. Menarik, bukan?

—————-

Kata Kunci
• Abiotik • Biotik • Keanekaragaman tingkat ekosistem • Keanekaragaman tingkat spesies

Keanekaragaman yang terdapat pada Felidae.
(a) Kucing,
(b) harimau, dan
(c) cheetah merupakan spesies yang berbeda.

Anda perlu memahami juga bahwa variasi gen dipengaruhi juga oleh lingkungan. Oleh karena itu, selain dipengaruhi gen, ciri fenotipe yang tampak dari suatu spesies juga dipengaruhi lingkungan. Oleh karena itu, dua individu dalam suatu spesies dengan susunan gen yang sama, belum tentu memiliki ciri yang sama pula.

2. Keanekaragaman Tingkat Spesies Suatu individu dikatakan satu spesies dengan individu lainnya jika dalam kondisi alami keduanya mampu melakukan perkawinan. Selain itu, dari perkawinannya tersebut dapat dihasilkan keturunan yang fertil (subur).

Keanekaragaman tingkat spesies merupakan tingkatan keanekaragaman yang mudah dilihat. Keanekaragaman tingkat spesies ditunjukkan dengan adanya jenis-jenis tumbuhan, hewan, serta mikroorganisme yang berbedabeda.

Saat ini di dunia terdapat lebih dari 325.000 spesies tumbuhan, 1.600.000 spesies hewan, dan 160.000 spesies mikroorganisme. Jumlah tersebut setiap tahunnya dapat terus berubah dengan terus dilakukannya penelitian-penelitian terhadap makhluk hidup dan penemuan spesies-spesies baru. Setiap spesies makhluk hidup tersebut memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan spesies lainnya.

Contoh keanekaragaman spesies yang mudah untuk dipahami adalah keanekaragaman tingkat spesies yang ditemukan pada keluarga kucingkucingan (famili Felidae). Dari keanekaragaman tersebut, kita mengenal adanya kucing, harimau, singa, dan cheetah (Gambar 4.3). Dapatkah Anda menyebutkan contoh lainnya?

Wawasan Biologi Hingga tahun 2002, telah ditemukan 13 spesies monyet baru di hutan Amazon, Brazil. Di antaranya adalah spesies

a. Collicebus bernhardi dan b. Calliceas stephennashi. a b Sumber: www.bbc.co.uk

3. Keanekaragaman Tingkat Ekosistem Ekosistem berarti suatu kesatuan yang dibentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup (komponen biotik) dan lingkungannya (komponen abiotik). Setiap ekosistem memiliki ciri-ciri lingkungan fisik, lingkungan kimia, tipe vegetasi, dan tipe hewan yang spesifik. Kondisi lingkungan makhluk hidup ini sangat beragam. Kondisi lingkungan yang beragam tersebut menyebabkan jenis makhluk hidup yang menempatinya beragam pula. Keanekaragaman seperti ini disebut sebagai keanekaragaman tingkat ekosistem.

Faktor abiotik yang memengaruhi faktor biotik di antaranya adalah iklim, tanah, air, udara, suhu, angin, kelembapan, cahaya, mineral, dan tingkat keasaman. Variasi faktor abiotik menimbulkan kondisi berbeda pada setiap ekosistem. Untuk mengetahui adanya keanekaragaman hayati pada tingkat ekosistem, dapat dilihat dari satuan atau tingkatan organisasi kehidupan di tempat tersebut.

Secara garis besar, terdapat dua ekosistem utama, yaitu ekosistem daratan (eksosistem terestrial) dan ekosistem perairan (ekosistem aquatik). Ekosistem darat terbagi atas beberapa bioma, di antaranya bioma gurun, bioma padang rumput (savana), bioma hutan gugur, dan bioma hutan hujan tropis, bioma taiga, dan bioma tundra.

Bioma diartikan sebagai kesatuan antara iklim dominan dan vegetasi serta hewan yang hidup di dalam iklim dominan tersebut. Adapun ekosistem perairan dapat dibagi menjadi ekosistem perairan tawar, ekosistem laut, ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, dan ekosistem terumbu karang.

Contoh beberapa jenis ekosistem di antaranya
(a) bioma tundra, (b) ekosistem air laut, (c) bioma savana, dan (d) ekosistem air tawar. a b c d Sumber: Essentials of Biology, 1990; Botany, 1995

Soal Penguasaan Materi 4.1

Kerjakanlah di dalam buku latihan Anda.

1. Jelaskan perbedaan keanekaragaman hayati pada tingkat gen, spesies, dan ekosistem. 2. Apa yang menjadi syarat utama suatu makhluk hidup tergolong dalam satu spesies? 3. Faktor apa yang paling besar pengaruhnya terhadap keanekaragaman tingkat ekosistem? B Keanekaragaman Hayati Indonesia

Indonesia terletak pada garis 6°LU – 11°LS dan 95°BT – 141°BT. Dengan demikian, Indonesia terletak di daerah beriklim tropis dan dilewati oleh garis khatulistiwa. Letak ini menyebabkan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Indonesia pun memiliki berbagai jenis ekosistem, seperti ekosistem perairan, ekosistem air tawar, rawa gambut, hutan bakau, terumbu karang, dan ekosistem pantai.

1. Penyebaran Keanekaragaman Hayati Beragam tumbuhan, hewan, jamur, bakteri, dan jasad renik lain banyak terdapat di Indonesia. Sekitar 40.000 jenis tumbuhan, 350.000 jenis hewan,

5.000 jenis jamur, dan 1.500 jenis Monera berada di Indonesia. Bahkan banyak jenis makhluk hidup yang merupakan makhluk hidup endemik atau hanya ditemukan di suatu daerah saja. Misalnya, komodo (Varanus komodoensis) di Pulau Komodo; burung cendrawasih (Paradisiae sp.), walabi (Makropus agilis), kadal berjumbai (Chlamydosaurus kingii), dan kanguru pohon (Dendrolagus inustus) di Papua; bekantan (Nasalis larvatus) di Kalimantan; harimau sumatra (Panthera tigris) dan siamang (Hyolobates sp.) di Sumatra; macan tutul jawa (Panthera pardus) di Jawa; serta anoa (Bubalus depressicornis) dan maleo (Macrochepalon maleo) di Sulawesi (Gambar 4.5). Wawasan Biologi Berdasarkan laporan yang dilakukan International nion for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), sedikitnya 15 spesies telah punah dalam 20 tahun terakhir dan 12 spesies dapat bertahan hidup karena dipelihara dan dikembangbiakkan.
Sumber: Kompas, 26 November 2004

Beberapa jenis hewan endemik yang terdapat di Indonesia.

(a) Macan tutul jawa, (b) bekantan, (c) harimau sumatra, dan (d) komodo. Kata Kunci

• Endemik • Garis Wallace • Garis Weber • Keanekaragaman hayati Indonesia • Zona orientalis • Zona peralihan • Zona australis

Dua orang ilmuwan, yaitu Alfred R.Wallace dan Weber membagi wilayah persebaran hewan dan tumbuhan yang ada di Indonesia menjadi tiga kelompok berbeda. Wallace dan Weber membagi penyebaran hewan Indonesia menjadi tiga zona, yaitu orientalis (Asia), peralihan, dan australis (Gambar 4.6). Artinya, hewan dan tumbuhan di Indonesia ada yang mirip dengan hewan dan tumbuhan di benua Asia dan benua Australia.

Filipina garis Weber Maluku Sulawesi Kalimantan Jawa garis Walace Sumatra Zona peralihan Zona orientalis Zona australis Sumber: lora auna usantara, 1995

Di wilayah Indonesia bagian barat (orientalis), hewan-hewannya mirip dengan hewan-hewan yang ada di Asia, namun tetap memiliki ciri khas yang hanya dimiliki oleh hewan di Indonesia. Hewan-hewan yang ada di Indonesia bagian barat, antara lain orangutan (Pongo pygmaeus), harimau jawa (Panthera tigris sondaicus), harimau sumatra (Panthera tigris sumatrensis),

Praktis Belajar Biologi untuk Kelas X

74

buaya muara (Crocodylus porosus), gajah (Elephas maximus), badak (Rhinoceros sondaicus), banteng jawa (Bos javanicus), rusa (Cervus timorensis), tapir (Tapirus indicus), burung rangkong (Buceros rhinoceros), ikan arwana (Scleropages formosus), dan biawak (Varanus salvator) (Gambar 4.7).

a b c d Sumber: www.ex ooberance.com www.flpa imageco.uk Encarta Encyclopedia, 2005

Di Indonesia bagian timur (australis) terdapat hewan-hewan khas Indonesia yang berbeda dengan hewan-hewan di Indonesia bagian barat. Contoh-contoh hewan yang terdapat di Indonesia bagian timur antara lain burung cendrawasih (Paradisaea sp.), burung kasuari (Casuarius bennetti), kakatua raja (Probosciger atterrimus), nuri (Psittrichas fulgidus), kanguru pohon (Dendrolagus inustus), kuskus (Phalanger sp.), dan walabi (Macropus agilis) (Gambar 4.8).

a b c d Sumber: Indonesia Heritage: ildlife, 1996; Encarta Encyclopedia, 2005

Gambar 4.7

Contoh hewan-hewan yang tersebar di Indonesia bagian barat. (a) Orangutan,

(b) banteng jawa, (c) gajah, dan (d) tapir. Tokoh

Biologi Alfred Russel Wallace (1823–1913)

Alfred R. Wallace melakukan perjalanan panjang ke kepulauan Indonesia dan Malaysia. Catatannya

Sumber: Indonesian Heritage: ildlife, 1996 mengenai keanekaragaman hewan telah menjadi pusat informasi penting bagi penelitian dan pelancong yang mengunjungi daerah tersebut. Gambar 4.8

Contoh hewan-hewan yang tersebar di Indonesia bagian timur. (a) Kasuari, (b) walabi,

(c) kuskus, dan (d) nuri. Keanekaragaman Hayati

75

Gambar 4.9

Hewan Indonesia daerah peralihan. (a) Anoa dan (b) babi rusa.

Di daerah peralihan terdapat hewan-hewan yang tidak ditemui di bagian barat maupun di bagian timur, contoh hewan-hewan yang terdapat di daerah peralihan ini adalah anoa (Bubalus sp.), komodo (Varanus komodoensis), burung maleo, dan babi rusa (Babyroussa babyrussa) (Gambar 4.9).

a b Sumber: www.ultimateungulate.com Indonesia Heritage: ildlife, 1996

Selain hewan-hewannya, Indonesia juga memiliki tumbuhan yang tidak kalah beragam. Indonesia memiliki ekosistem yang memiliki tumbuhan yang beranekaragam jenisnya, seperti ekosistem hutan bakau, hutan hujan tropis, padang rumput, dan ekosistem pantai. Bahkan ada yang memperkirakan bahwa di hutan dengan luas sekitar 2 hektar terdapat sekitar 250 jenis tumbuhan. Jika demikian, dapatkah Anda membayangkan sebanyak apa jenis tumbuhan yang terdapat di seluruh hutan yang ada di Indonesia? Oleh karena itu, Indonesia sering juga disebut sebagai Megabiodiversity Country.

Mengapa keanekaragaman hayati di Indonesia berbeda dengan di negaranegara subtropis seperti negara Eropa? Banyak sekali tumbuhan khas yang dimiliki Indonesia, seperti salak (Salacca zalacca), durian (Durio zibethinus), kedongdong (Canarium ovatum), sukun (Artocarpus altilis), dan mengkudu (Morinda citrifolia). Selain itu, terdapat juga tumbuhan endemik Indonesia yang cukup terkenal, yaitu bunga bangkai (Raflesia arnoldii) dan matoa (Pometia pinnata). Perhatikan Gambar 4.10.

a b c Sumber: Indonesian Heritage: Plants,1996; www.toptropicals.com Gambar 4.10

Keanekaragaman hayati di Indonesia. (a) aflesia salah satu tanaman langka endemik yang ada di Indonesia,

(b) salak, dan (c) mengkudu merupakan tumbuhan khas Indonesia.

Tugas Ilmiah 4.1

Bersama kelompok belajar Anda, carilah artikel-artikel tentang tumbuhan dan hewan khas Indonesia di koran, tabloid, majalah, atau situs internet. Kemudian, carilah keterangan lainnya yang menerangkan tentang manfaat dari hewan atau tumbuhan khas Indonesia tersebut. Berbagilah dengan teman-teman sekelas tentang artikel-artikel yang telah Anda peroleh. Anda bahkan dapat

menampilkannya pada majalah dinding sekolah Anda. Praktis Belajar Biologi untuk Kelas X

76

2. Kegiatan Manusia yang Berpengaruh terhadap Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati di Indonesia sangat tinggi. Akan tetapi, keadaan tidak akan terus seperti itu. Keanekaragaman hayati ini dapat berkurang karena aktivitas manusia, misalnya akibat perburuan hewan. Kegiatan manusia terhadap keanekaragaman hayati ini dapat berdampak positif dan berdampak negatif.

Manusia melakukan banyak sekali kegiatan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Terkadang kegiatan yang dilakukan tersebut dapat berakibat buruk terhadap keanekaragaman hayati. Contoh kegiatan manusia yang berakibat buruk terhadap keanekaragaman hayati antara lain sebagai berikut. 1) Perubahan hutan menjadi tempat pemukiman, pertanian, pertambangan,

pabrik, dan jalan raya akibat semakin bertambahnya populasi manusia dan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Pembukaan hutan ini secara otomatis akan mengurangi keanekaragaman hayati karena hutan yang merupakan rumah bagi jutaan organisme menjadi lenyap.

2) Perburuan liar (Gambar 4.11), penangkapan ikan dengan menggunakan pukat harimau, penangkapan ikan dengan bom, dan perusakan terumbu karang merupakan kegiatan-kegiatan manusia yang secara langsung dapat merusak keanekaragaman hayati.

3) Industrialisasi, selain menyebabkan polusi (Gambar 4.12), juga mengambil lahan yang cukup besar untuk aktivitas manusia sehingga mengurangi habitat hewan dan tumbuhan.

Kegiatan-kegiatan yang berdampak negatif ini dapat membahayakan ekosistem. Contohnya, jika perburuan liar marak terjadi hingga melenyapkan satu spesies makhluk hidup, predator atau konsumen tingkat tinggi, seperti harimau atau elang, keseimbangan ekosistem daerah tersebut akan terganggu. Populasi konsumen tingkat pertama seperti banteng, rusa, dan kelinci akan meningkat. Bahkan dapat merusak vegetasi hutan karena populasinya tidak terkendali. Bayangkan, apa yang terjadi jika hutan-hutan di Indonesia habis.

3. Pelestarian Keanekaragaman Hayati Banyak kegiatan yang dapat kita lakukan untuk menjaga dan memelihara keanekaragaman hayati. Contohnya, ikut berpartisipasi ketika ada kegiatan penghijauan di daerah dekat rumahmu. Penghijauan dapat dilakukan dengan mudah, seperti menanam pohon di ruang terbuka di sekitar rumah Anda atau di taman perumahan Anda. Dengan menanam tanaman di tempat-tempat

Sumber: Koran empo, 26 November 2005

Gambar 4.11

Polisi hutan sedang memeriksa kulit harimau sumatra hasil perburuan liar yang sedang diawetkan oleh pencuri.

Sumber: www.fortigo.com immyaki.typepad.com

Gambar 4.12

Pencemaran udara berupa asap yang dihasilkan dari pabrik dan kendaraan bermotor.

Bagaimana solusinya?

Keanekaragaman Hayati

77

Kata Kunci

• Perlindungan alam khusus • Perlindungan alam umum • Pelestarian in situ • Pelestarian ex situ Gambar 4.13

(a) Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat dan (b) Taman Nasional Gunung Leuser di Sumatra Utara merupakan salah contoh Taman Nasional.

tersebut, Anda telah ikut melestarikan jenis-jenis tanaman yang Anda tanam itu. Mungkin saja tanaman yang Anda tanam tersebut mulai jarang ditemui di masa yang akan datang.

Ada banyak contoh kegiatan-kegiatan lain yang dapat Anda lakukan dan dapat berakibat baik terhadap keanekaragaman hayati. Pemerintah kita juga telah mengeluarkan undang-undang tentang usaha perlindungan dan pengawetan alam atau konservasi untuk sumber daya hayati yang jumlahnya semakin menyusut.

Perlindungan alam itu sendiri dapat dikelompokkan menjadi perlindungan alam umum dan perlindungan alam khusus. Perlindungan alam umum berguna untuk menjaga alam sebagai satu kesatuan flora, fauna, dan tanahnya. Perlindungan alam umum terbagi menjadi perlindungan alam ketat dan perlindungan alam terbimbing.

Perlindungan alam ketat adalah perlindungan alam yang tidak memperbolehkan campur tangan manusia dalam usaha perlindungannya. Misalnya, di Taman Nasional Ujung Kulon. Sementara itu, perlindungan alam terbimbing adalah perlindungan alam di bawah bimbingan para ahli, misalnya di kebun raya dan taman nasional. Taman nasional memiliki area yang lebih besar dibandingkan kebun raya. Di daerah ini tidak diperbolehkan adanya bangunan rumah tinggal maupun industri.

Kebun raya maupun taman nasional selain sebagai tempat pelestarian juga dimanfaatkan untuk penelitian, pendidikan, atau tempat wisata. Contoh kebun raya adalah Kebun Raya Bogor. Adapun contoh taman nasional (Gambar 4.13) antara lain Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (+ 15.000 ha), Taman Nasional Kerinci Seblat (+ 1,5 juta ha), dan Taman Nasional Meru Betiri (+ 50.000 ha).

a b Sumber: www.scince.edu.au www.bildungsservice.at

Sementara itu, perlindungan alam khusus melindungi unsur alam tertentu. Misalnya, perlindungan Botani untuk melindungi tumbuhan tertentu; perlindungan Zoologi untuk melindungi hewan tertentu; perlindungan Geologi untuk melindungi formasi geologi tertentu; perlindungan Antropologi untuk melindungi suku bangsa tertentu; dan perlindungan suaka margasatwa untuk melindungi hewan tertentu.

Perlindungan alam juga terbagi berdasarkan tempat dilakukannya perlindungan, yaitu menjadi perlindungan alam in situ dan ex situ. Pelestarian in situ merupakan pelestarian alam yang dilakukan di habitat aslinya. Pelestarian ini dapat berupa pembuatan taman wisata, taman nasional, dan hutan lindung.

Sementara itu, pelestarian ex situ merupakan pelestarian alam yang dilakukan bukan di habitat aslinya. Contoh pelestarian ex situ adalah kebun koleksi, kebun botani, kebun binatang, dan kebun plasma nutfah. Di kebun koleksi, dikumpulkan plasma nutfah unggul semua varietas dari spesies tertentu sesuai tujuan pelestarian. Contoh kebun koleksi adalah Kebun Koleksi Kelapa di Bone-Bone. Di kebun botani dikumpulkan berbagai jenis tumbuhan

Praktis Belajar Biologi untuk Kelas X

78

sehingga di lahan yang terbatas dapat ditemukan ribuan jenis tumbuhan. Contoh kebun botani adalah Kebun Raya Bogor (Gambar 4.14), Kebun Raya Cibodas di Jawa Barat, dan Kebun Raya Purwodadi di Jawa Timur.

Di kebun binatang disimpan berbagai jenis binatang untuk keperluan pelestarian, pendidikan, dan rekreasi. Contoh kebun binatang adalah Kebun Binatang Ragunan, Kebun Binatang Bandung, dan Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta. Di kebun plasma nutfah, plasma nutfah dari suatu spesies beserta kerabat-kerabatnya dilestarikan. Adapun contoh kebun plasma nutfah adalah kebun plasma nutfah di Cibinong.

Gambar 4.14 Kebun Raya Bogor merupakan salah satu contoh kebun botani sebagai tempat pelestarian ex Sumber: Indonesian Heritage: Plants, 1996 situ.

Tugas Ilmiah 4.2

Carilah tanaman yang tergolong rempah-rempah dan tanaman obat, seperti jahe, lengkuas, kumis kucing, pandan, dan jeruk nipis. Kemudian, tanam tanaman tersebut di pekarangan rumah Anda. Sebelumnya, Anda harus mencari tahu mengenai cara perawatan tanaman-tanaman tersebut dan informasi tentang manfaat tanaman yang Anda tanam tersebut. Lalu, buatlah laporannya.

Kumpulkan hasilnya kepada guru Anda, dan presentasikan di depan kelas. 4. Manfaat Keanekaragaman Hayati bagi Manusia Untuk dapat memanfaatkan kekayaan alam yang telah kita miliki ini, kita harus memiliki pengetahuan yang memadai terhadap sumber kekayaan alam di Indonesia. Dengan begitu, kita dapat memanfaatkannya sebaik mungkin untuk kemajuan bangsa, bahkan mungkin untuk dunia.

Pengetahuan tentang kekayaan alam tersebut tentunya harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita juga memiliki pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan kekayaan yang kita miliki tersebut. Karena jika pemanfaatannya dilakukan secara sembarangan, bukan tidak mungkin kekayaan alam yang kita miliki menjadi berkurang ataupun hilang.

Keanekaragaman hayati dalam kehidupan sehari-hari oleh manusia dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, di antaranya kebutuhan sandang, pangan, papan, dan obat-obatan. Pemanfaatan untuk kebutuhan, pangan atau sebagai bahan makanan, contohnya sebagai sayuran, buah-buahan, dan daging (Gambar 4.15). Adapun untuk kebutuhan sandang sebagai bahan

Keanekaragaman Hayati

79

pakaian. Contohnya kapas, bulu hewan, dan kulit hewan. Pemanfaatan untuk pemenuhan kebutuhan papan atau tempat tinggal, contohnya kayu jati, meranti, dan albasia.

ba Sumber: www.maxpe alinetwork.com; www.healthcastle.com

Gambar 4.15

(a) Buah-buahan dan (b) sayuran. Makanan merupakan contoh pemanfaatan keanekaragaman hayati.

Selain dimanfaatkan untuk sandang, pangan, dan papan, pemanfaatan keanekaragaman hayati dapat digunakan untuk obat-obatan dan kosmetik. Indonesia dengan hutan tropisnya menyimpan banyak potensi tanaman obat. Berikut tabel tanaman obat yang berpotensi sebagai sumber obat modern di Indonesia.

Tabel 4.1 Tanaman yang Berpotensi sebagai Sumber Obat Modern NoSpesies Tanaman Bagian yang Digunakan Indikasi Khasiat 1.Benalu teh (Lorantus sp.) Tangkai Antikanker 2.Brotowali (Tinospora crispa L.) Tangkai daun Antimalaria, kencing manis 3.Bawang putih (Allium sativum L.) Umbi Antijamur, penurun kadar lemak di dalam darah 4.Cenguk/wudani (Quisqualis indica L.) Biji Obat cacing 5.Delima putih (Punica granatum L.) Kulit buah Antikuman 6. Dringo (Acorus calamus L.) Umbi Obat penenang 7. Handeuleum/daun wungu Daun Wasir atau ambeien (Grapthophyllum pictum Griff.) 8. Ingu (Ruta graveolens L.) Daun Antikuman, penurun panas 9. Jahe (Zingiber officinale Rosc). Rimpang Penghilang nyeri, antipiretik, antiradang 10. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) Daun Obat batuk 11. Jati belanda (Guazoma ulmifolia Lamk.) Daun Penurun kadar lemak darah 12. Jambu biji/klutuk (Psidium guajava L.) Daun Antidiare 13. Jambu mete (Anacardium occidentale L.) Daun Penghilang nyeri 14. Kunyit (Curcuma domestica Val.) Rimpang Radang hati, radang sendi, antiseptik 15. Kejibeling (Strobilanthes cripus Bl.) Daun Obat batu ginjal, pelancar air seni 16. Katuk (Sauropus androgynus Merr.) Daun Pemacu produksi air susu ibu 17. Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth.) Daun Pelancar air seni 18. Legundi (Vitex trifolia L.) Daun Antikuman 19. Labu merah (Cucurbita moschata Duch) Biji Obat cacing pita 20. Pepaya (Carica papaya L.) Getah, daun, biji Sumber enzim papain, antimalaria, kontrasepsi pria 21. Pegagan/kaki kuda (Centella asiatica Urban) Daun Pelancar air seni, anti kuman, anti tekanan darah tinggi

Praktis Belajar Biologi untuk Kelas X

80

22. Pala (Myristica fragrans Houff.) Buah Penenang 23. Pare (Momordica charantia L.) Buah, biji Kencing manis, kontrasepsi pria 24. Saga telik (Abrus precatorius L.) Daun Sariawan usus 25. Sembung (Blumea balsamifera D.C.) Daun Penghilang nyeri, penurun panas 26. Sidowayah (Woodfordia floribunda Salisb.) Daun Antikuman, pelancar air seni 27. Sambiloto (Andrographis paniculata Ness.) Seluruh bagian Antikuman, obat kencing manis 28. Seledri (Apium graveolens L.) Seluruh bagian Antitekanan darah tinggi 29. Sirih (Piper betle L.) Daun Antikuman 30. Temu lawak (Curcuma xanthorhiza) Rimpang Obat radang hati kronis 31. Tempuyung (Sonchus arvensis L.) Daun Pelancar air seni, obat penghancur batu ginjal.

Sumber: www.dephut.go.id

Soal Penguasaan Materi 4.2 Kerjakanlah di dalam buku latihan Anda.

1. Jelaskan pembagian wilayah penyebaran fauna Indonesia berdasarkan Wallace. 2. Usaha apa saja yang dilakukan manusia untuk memelihara keanekaragaman hayati? Rangkuman 1. Keanekaragaman pada makhluk hidup terdiri atas keanekaragaman gen, spesies, dan ekosistem. Keanekaragaman tersebut menyebabkan terjadinya keanekaragaman hayati yang terdiri atas hewan dan tumbuhan. 2. Keanekaragaman fauna Indonesia terbagi menjadi hewan-hewan di Indonesia bagian barat, peralihan, dan bagian timur. Di wilayah Indonesia bagian barat, keanekaragaman faunanya mirip dengan fauna di Benua Asia. Adapun di bagian timur mirip 3. Sebutkan lima contoh flora dan fauna endemik Indonesia. dengan hewan-hewan di Benua Australia. Fauna di wilayah peralihan memiliki ciri tersendiri dan berbeda dengan kedua wilayah lainnya.

3. Manusia memiliki peranan dalam menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati. 4. Keanekaragaman hayati dimanfaatkan manusia untuk kebutuhan sandang, pangan, papan, dan obat-obatan. Keanekaragaman Hayati

81

P e t aKonsep Keanekaragaman Hayati terdiri atas Australis contoh Kanguru

Kaji Diri Dapatkah Anda memahami materi bab ini? Apakah Anda menemukan kesulitan dalam memahami materi bab ini? Jika menemukannya, disikusikan bersama guru Anda atau teman Anda. Setelah mempelajari bab ini, tentunya Anda akan mengerti pentingnya menjaga kelestarian alam. Hilangnya satu komponen dalam ekosistem dapat menyebabkan perubahan yang besar, misalnya kerusakan lingkungan. Namun, manusia dengan akalnya dapat berusaha. Anda dapat membantu kelestarian keanekaragaman hayati dengan menanam tanaman, tidak membuang sampah sembarangan, dan bahkan melakukan kampanye sadar lingkungan hidup di sekolah. Sebutkan hal lain yang dapat Anda lakukan untuk melestarikan keanekaragaman hayati.

Evaluasi Materi Bab 4 Evaluasi Materi Bab 4 A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan Anda. 1. Keanekaragaman spesies dipengaruhi oleh …. a. gen dan lingkungan b. tingkah laku dan gen c. gen dan faktor abiotik d. faktor abiotik dan biotik e. gen dan makanan 2. Kegiatan yang dapat menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati adalah …. a. memburu hewan lindung b. membuat hutan lindung c. membuat undang-undang keanekaragaman hayati d. melakukan reboisasi e. melakukan penangkaran hewan langka 3. Garis khayal yang memisahkan fauna Indonesia bagian barat dan wilayah peralihan adalah …. a. garis Weber b. garis Wallace c. garis khatulistiwa d. garis lintang e. garis bujur 4. Kegiatan berikut yang bukan merupakan contoh pemanfaatan keanekaragaman hayati adalah …. a. pembuatan kursi rotan b. memasak sayuran c. pengeboran minyak d. pembuatan benang kapas e. berternak unggas 5. Pelestarian in situ dilakukan dengan pembuatan …. a. penangkaran hewan b. kebun raya c. hutan lindung d. taman kota e. taman bermain 6. Berikut ini tujuan manusia melakukan perambahan hutan, kecuali …. a. pembuatan daerah pemukiman b. pembuatan jalan raya c. pembuatan ladang d. pelestarian hewan e. diambil kayunya 7. Hewan berikut merupakan hewan yang hidup di wilayah …. a. Indonesia bagian barat b. Indonesia bagain timur c. Peralihan d. Australia e. Asia Selatan 8. Pada tumbuhan berikut, yang merupakan tumbuhan endemik Indonesia adalah … a. Hibiscus rosasinensis b. Rafflesia arnoldii c. Oryza sativa d. Morinda citrifolia e. Solanum tuberosum 9. Berikut ini hewan yang umum diternakkan dan dimanfaatkan untuk konsumsi manusia, kecuali …. a. ayam b. sapi c. burung elang d. udang e. kambing 10. Keanekaragaman gen dalam spesies terjadi antara …. a. bunga mawar, bunga krisan, dan bunga matahari b. ikan mas, ikan lele, dan ikan gurame c. burung kakaktua raja, burung nuri, dan burung kakaktua jambul kuning d. burung merpati hitam, burung merpati putih, dan burung merpati abu-abu e. ular sanca, ular sendok, dan ular hijau 11. Berikut adalah contoh hewan yang berasal dari Indonesia bagian peralihan, yaitu …. a. orangutan b. babi rusa c. biawak d. kanguru e. walabi 12. Berikut bukan merupakan kegiatan yang dapat menganggu keanekaragaman hayati, yaitu …. a. penangkapan ikan dengan peledak b. memelihara hewan langka c. mengeksploitasi terumbu karang semaksimal mungkin d. menanam pepohonan di halaman e. membuka lahan dengan membakar hutan 13. Manfaat keanekaragaman hayati bagi kehidupan manusia adalah sebagai berikut, kecuali …. a. untuk pemenuhan kebutuhan hidup b. sebagai sumber kebutuhan sandang c. sebagai sumber kebutuhan pangan d. sebagai sumber kekayaan pribadi e. sebagai sumber kekayaan papan 14. Salah satu peran pemerintah dalam menjaga keanekaragaman hayati adalah …. a. memperbolehkan pemburuan asalkan membayar b. memberi izin kepada pihak asing untuk mengelola suatu wilayah. c. memberikan sanksi hukum kepada pemburu liar d. menjadikan daerah pesisir pantai sebagai tempat wisata e. memberi izin kepada warga untuk memelihara hewan langka Keanekaragaman Hayati

83

15. Berikut ini yang termasuk faktor abiotik suatu ekosistem adalah …. a. rumput b. burung merpati c. semak-semak d. bebatuan e. serangga 16. Keanekaragaman ekosistem tidak dipengaruhi oleh …. a. vegetasi tanaman b. iklim c. jenis hewan yang menempati d. lingkungan abiotik e. wilayah negara 17. Warna-warni yang terdapat pada ikan koi menunjukkan …. a. keanekaragaman individu b. keanekaragaman fenotipe c. keanekaragaman hayati d. keanekaragaman gen e. keanekaragaman spesies 18. Wilayah Indonesia bagian timur memiliki hewanhewan yang mirip dengan wilayah …. a. Asia b. Australia c. Jepang d. Amerika e. Eropa 19. Tanaman sagu memiliki manfaat untuk memenuhi kebutuhan …. a. papan b. sandang c. pangan d. obat-obatan e. kosmetik 20. Pelestarian alam ex situ dilakukan di …. a. hutan lindung b. taman nasional c. kebun binatang d. cagar alam e. taman kota B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar pada buku latihan Anda. 1. Menurut Wallace, Indonesia dibagi menjadi tiga zona. Sebutkan tiga zona tersebut, bersama contoh hewannya. 2. Apa yang menyebabkan negara Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi? Soal Tantangan

1. Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati. Namun, negara kita memiliki daftar panjang tentang satwa liar yang terancam punah. Saat ini jumlah jenis satwa liar yang terancam punah adalah 147 jenis mamalia, 114 jenis burung, 28 jenis reptil, 91 jenis ikan, dan 28 jenis invertebrata (IUCN, 2003). Satwa-satwa tersebut akan menghilang dari alam jika tidak ada tindakan nyata untuk menyelamatkannya. Menurut Anda, sebagai seorang pelajar, apa yang harus dilakukan? Bagaimana peran pemerintah untuk menangani permasalahan tersebut? 3. Mengapa terjadi keanekaragaman tingkat ekosistem? 4. Sebutkan lima jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat. 5. Apa yang akan terjadi jika suatu populasi hewan punah? Jelaskan. 2. Luas hutan alam asli Indonesia menyusut dengan kecepatan yang sangat mengkhawatirkan. Hingga saat ini, Indonesia telah kehilangan hutan sebesar 72% (World Resource Institute, 1997). Penebangan hutan Indonesia yang tidak terkendali selama puluhan tahun menyebabkan terjadinya penyusutan hutan tropis secara besar-besaran. Menurut Anda, bagaimana dampak kerusakan hutan tersebut terhadap keanekaragaman hayati? Upaya apa yang dapat Anda lakukan sebagai seorang pelajar untuk mengatasi masalah tersebut?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>