Animalia

Menurut para ahli biologi, sebagian besar hewan yang hidup di muka bumi termasuk kedalam kelompok invertebrata. Mereka adalah hewan yang tak memiliki tulang belakang. Hewan yang bertulang belakang (vertebrae) disebut hewan vertebrata. Nah, bagaimanakah menurut Kalian tentang pendapat ahli biologi tersebut? Dapatkah Kalian sebutkan hewan-hewan yang temasuk invertebrata, dan hewan –hewan yang tergolong vertebrata? Bagimanakah dan apakah peranan hewan bagi manusia dan kehidupan di alam?

Standar Kompetensi

Mengidentifikasi penyusun tubuh hewan (jaringan, organ, sistem organ), klasifikasi, proses tumbuh dan berkembang, reproduksi, dan peranan hewan bagi kehidupan.

Kompetensi Dasar

9.1. Mengidentifikasi penyusun tubuh hewan (jaringan, organ, sistem organ).
9.2. Mengklasifikasikan hewan invertebrata dan vertebrata.
9.3. Mengidentifikasi proses tumbuh dan berkembang.
9.4. Mengidentifikasi proses reproduksi pada hewan

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari Animalia, Kalian diharapkan dapat:

• Mengidentifikasi penyusun tubuh hewan (jaringan, organ, sistem organ) dengan pengamatan morfologi dan anatomi serta penafsiran
• Mengklasifiksikan hewan invertebtrata dan vertebrata.
• Mendeskripsikan perbedaan proses tumbuh dan berkembang, serta reproduksi pada hewan.
• Mengkomunikasikan peranan hewan dalam bidang pertanian dan dalam kehidupan sehari-hari.

Kata-Kata Kunci

Ametabola Membran timfanum
Apterygota Oselus
Faset Ovipositor
Flame Cell Pseudoselom
Ganglion Pterygota
Gizzard Spermateka
Hemimetabola Spirakel
Holometabola Stilus
Invertebrata Trakeolus
Kopulasi Vertebrata
Metamorfosis

9.1. Jaringan pada hewan

Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk yang sama dan melakukan suatu fungsi tertentu. Jaringan hewan terdiri dari 1) jaringan epitel, 2) jaringan ikat, 3) jaringan otot, dan 4) jaringan syaraf. Berbagai jenis jaringan tersebut menyatu dalam berbagai organ dan memunculkan fungsi–fungsi tertentu pada organ tersebut. Misalnya lambung tersusun dari berbagai macam jaringan tersebut seperti terlihat pada Gambar 9.1. berikut. Fungsi lambung adalah untuk
membantu proses pencernaan secara mekanik dan kimiawi.

Gambar 9.1. Macam-macam jaringan hewan

9.1.1. Jaringan epitel

Jaringan ini melapisi permukaan tubuh sebelah luar (kulit), berbagai rongga, dan saluran di dalam tubuh (Gambar 9.2). Fungsinya sebagai pelindung jaringan yang terdapat di sebelah dalamnya, sebagai bagian dari kelenjar, dan sebagai tempat penyerapan. Berdasarkan bentuknya, jaringan epitel dibedakan atas:

1. Epitel berlapis tunggal

Jaringan epitel ini hanya memiliki satu lapisan sel. Berdasarkan bentuknya, jaringan epitel ini dapat dibedakan menjadi :

i. Epitel pipih

Sel-selnya berbentuk pipih dan terdapat pada lapisan yang melapisi usus, saluran pembuluh darah dan limfe, dinding alveolus, selaput jantung dan peritonium (selaput rongga perut).

ii. Epitel kubus

Sel-selnya berbentuk kubus dan terdapat pada lapisan saluran kelenjar, kelenjar tiroid, ginjal, lensa mata.

iii. Epitel silindris.

Sel-selnya berbentuk silindris seperti batang dan terdapat pada kelenjar pencernaan, selaput mukosa usus (dinding usus sebelah dalam), lambung.

iv. Epitel silindris berambut getar

Sel-selnya berbentuk silindris dengan permukannya berambut getar (silia). Jaringan ini terdapat pada lapisan permukaan sebelah dalam batang dan cabang tenggorokan (trakea, bronkus), saluran telur dan saluran sperma.

Gambar 9.2. Macam-macam jaringan epitel

2. Epitel berlapis banyak

Jaringan epitel ini memiliki lebih dari satu lapisan sel. Berdasarkan bentuknya, jaringan epitel berlapis banyak ini
juga dapat dibedakan menjadi :

i. Berbentuk pipih

Sel-sel penyusun epitel ini berbentuk pipih dan terdapat pada rongga mulut, rongga hidung, esofagus, telapak kaki dan vagina.

ii. Berbentuk kubus

Sel-sel penyusun epitel ini berbentuk kubus dan terdapat pada permukaan ovarium (indung telur), testis, saluran kelenjar minyak dan keringat kulit.

iii. Berbentuk silindris.

Sel-sel penyusun epitel ini berbentuk silindris seperti batang dan terdapat pada laring, faring, dan trakea. Beberapa jaringan ini sel-sel penyusunnya berambut getar. Sel-sel penyusun epitel ini berbentuk silindris. Jaringan ini terdapat pada lapisan permukaan sebelah dalam batang dan cabang tenggorokan (trakea, bronkus), saluran telur dan saluran sperma.

Secara khusus, epitel mempunyai banyak fungsi, diantaranya :

1. Melindungi jaringan dibawahnya dari kerusakan yang disebabkan oleh gesekan, radiasi ultra violet, dan serangan bakteri. Contoh : epitel kulit.

2. Membantu pengangkutan zat makanan ke dan dari jaringan dan organ. Contoh : epitel pipih selapis pada pembuluh darah.

3. Memproduksi enzim pencernaan ke dalam usus, dan menyerap sari makanan hasil pencernaan. Contoh : epitel kolumnar yang terdapat di saluran pencernaan.

4. Melapisi seluruh kelenjar pencernaan yang menghasilkan hormon (kelenjar endokrin) dan menghasilkan ludah atau keringat (kelenjar eksokrin). Contoh : epitel kelenjar.

5. Menghasilkan mukus (lendir) untuk menangkap partikel debu yang terhirup. Contoh : epitel silindris bersilia di saluran pernafasan.

6. Menghasilkan sel gamet untuk reproduksi. Contoh : epitel kecambah di tubulus seminiferous testis.

9.1.2. Jaringan ikat

Jaringan ikat adalah jaringan yang berfungsi untuk mengikat sel-sel sehingga membentuk suatu jaringan dan mengikat suatu jaringan dengan jaringan lainnya, menyokong dan melindungi bagian-bagian tubuh, mengisi rongga-rongga yang kosong, menyimpan lemak (sumber energi), dan untuk transposrtasi. Jaringan ikat tersusun dari sel-sel yang hidup dan matriks (bahan tak hidup).

Sel-sel penyusun jaringan ikat dapat berupa :

i. Fibroblas : sel yang berbentuk serat dan mensekresi serat protein
ii. Sel lemak : sel khusus untuk menyimpan lemak
iii. Sel plasma : sel ini menghasilkan anti bodi untuk perlindungan tubuh
iv. Sel makrofag : sel ini memiliki bentuk yang mudah berubah-ubah yang berfungsi untuk menelan (fagosit) benda asing seperti bakteri, virus atau sel-sel yang mati.
v. Sel tiang (mast cell) : sel ini menghasilkan heparin (zat antikoagulan atau anti pembekuan darah) dan histamin
(zat dihasilkan sebagai reaksi alergi terhadap suatu zat).

Matriks

Matriks adalah zat yang dihasilkan sel-sel penyusun jaringan ikat dan tersebar di antara sel-sel tersebut (ekstraseluler). Zat penyusun matriks berupa bahan dasar dan serat-serat. Bahan dasar ini merupakan bahan yang homogen dan semicair yang mengandung serat protein, proteoglikan (gabungan protein dan karbohidrat), serta garam-garam mineral.

Serat-serat penyusun jaringan ikat sangat kuat dan memberi bentuk jaringan, serta berfungsi untuk menopang jaringan ikat. Seratnya dapat berupa 1) serat kolagen yang berwarna putih, kuat, kelenturan rendah, namun daya regangnya tinggi, terdapat pada tendon, tulang dan kulit; 2) serat elastin yang berwarna kuning dan sangat lentur, terdapat pada pembuluh darah dan ligamen; 3) serat retikuler seperti serat kolagen dengan kelenturan rendah, tipis bercabang-cabang, terdapat pada limpa dan hati.

Gambar 9.3 Macam-macam jaringan ikat

Jenis-jenis jaringan ikat meliputi :

i. Jaringan ikat longgar : adalah jaringan ikat yang didominasi oleh matriks dengan ketiga jenis serat di atas. Semua jenis sel ada pada jaringan ikat ini dan ditemukan misalnya pada mesenterium (pengikat usus) dan pada pembungkus pembuluh darah dan di bawah epitel saluran pencernaan.

ii. Jaringan ikat padat : adalah jaringan ikat yang didominasi oleh serat kolagen. Sel dan cairan ekstraselnya sedikit. Misalnya tendon (penghubung dan pengikat otot dengan tulang), ligamen (penghubung dan pengikat tulang dengan tulang).

iii. Jaringan lemak : adalah jaringan ikat yang tersusun dari sel-sel yang khusus untuk menyimpan lemak sebagai sumber energi saat dibutuhkan. Sel-sel ini tidak menghasilkan matriks atau serat. Jaringan lemak juga berfungsi untuk bantalan peredam benturan, sebagai pengatur kehilangan panas sehingga temperatur tubuh dapat terjaga.

iv. Jaringan tulang : adalah jaringan yang berfungsi sebagai penunjang dan pelindung tubuh. Jaringan ini dibedakan atas jaringan tulang rawan (kartilago) dan jaringan tulang sejati (osteon).

a. Jaringan tulang rawan (kartilago) adalah jaringan yang banyak ditemukan pada bayi dan anak-anak. Tersusun dari sel-sel tulang rawan (kondrosit) yang berkembang dari bakal sel tulang rawan (kondroblas). Kondrosit meghasilkan matriks. Berdasarkan matriksnya, tulang rawan dikelompokkan menjadi 1) tulang rawan hialin: berwarna putih kebiru-biruan dan transparan, matriksnya mengandung banyak serat kolagen berdaya lentur yang tinggi, merupakan penunjang utama tubuh saat embrio (bayi), sedangkan pada saat dewasa hanya ditemukan di persendian, saluran pernafasan, laring, hidung dan antara ujung tulang rusuk dan tulang dada; 2) tulang rawan elastis: berwarna kuning dengan serabut elastin pada matriksnya, agak kaku tapi elastis, ditemukan pada daun telinga, epiglotis dan tuba eustachius; 3) tulang rawan fibrosa, berwana gelap, matriksnya mengandung lebih banyak serat kolagen dibanding tulang rawan hialin, ditemukan diantara tulang-tulang belakang (vertebrae) dan pada simfisis pubis (tulang kemaluan).

b. Jaringan tulang sejati (osteon) adalah jaringan ikat yang tersusun atas sel-sel tulang (osteosit) yang berkembang dari bakal sel tulang (osteoblas). Osteosit terletak di dalam lakuna. Antara satu osteosit dengan osteosit lainnya di dalam lakuna terhubungkan oleh saluran halus yang disebut kanalikuli. Lakuna dan osteositnya tersusun secara konsentris (melingkar) disebut lamela. Di tengah lamela terdapat saluran sentral mikroskopis disebut Saluran Havers (Gambar 9.4) yang mengandung pembuluh darah (vena, arteri, kapiler), saraf, dan pembuluh getah bening (limfe). Antara saluran Havers saling terhubungkan oleh Saluran Volkman. Tulang merupakan jaringan yang sangat keras yang matriksnya tersusun dari : serat kolagen, senyawa organik (protein), dan senyawa anorganik, seperti: Ca3(PO4)2 = 85%, CaCO3 = 10%, CaCl2, MgCl2, MgSO4, dan FeSO4.

Tulang dewasa adalah tulang rawan yang telah mengalami mineralisasi, yaitu proses pengubahan bahan organik tulang menjadi bahan anorganik tulang. Mineral utama penyusun tulang adalah kalsium dan fosfor.

Gambar 9.4. Saluran Havers dikeliling oleh osteosit yang terdapat di dalam lakuna.

Bila tulang rusak, jaringan lama akan diserap oleh sel tulang berinti banyak (osteoklas) dan digantikan oleh sel tulang baru yang dihasilkan oleh osteoblas. Peristiwa penyerapan kembali (resorpsi) bagian tulang yang rusak dan pembentukan sel tulang baru disebut osifikasi.

Lapisan tulang paling luar disebut periostium (berfungsi untuk memperbaiki keretakan/kerusakan tulang).

v. Jaringan darah : adalah jaringan yang zat dasarnya atau matriksnya berupa cairan yang disebut plasma darah. Tidak seperti jaringan ikat lainnya, matriks ini tidak dihasilkan oleh sel-sel darah penyusun jaringan darah.

Gambar 9.5. Jaringan darah tersusun dari plasma darah, beberapa jenis sel darah (eritrosit, leukosit dan trombosit) dan fibrinogen

Sel darah pada mamalia terdiri dari eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih) dan trombosit (keping darah, dan serabut protein (fibrinogen) (Gambar 9.5).

Darah memiliki banyak fungsi dan sangat penting bagi tubuh. Beberapa fungsi utamanya adalah:

1. mengangkut berbagai jenis sel darah ke seluruh tubuh
2. mengangkut O2 dari paru-paru dan nutrisi (sari- sari makanan) dari sistem pencernaan untuk di edarkan ke seluruh tubuh
3. mengangkut limbah (CO2 dan urea) dari berbagai jaringan tubuh ke organ pembuangan (paru-paru dan ginjal)
4. trombosit dan fibrinogen berperan penting dalam pembekuan darah
5. plasma darah membantu pengaturan suhu tubuh 6. sel darah putih dan antibodi menjadi dari bagian sistem pertahanan dan kekebalan tubuh

9.1.3. Jaringan otot

Bersama-sama jaringan tulang, jaringan ini berfungsi sebagai alat gerak. Tulang sebagai alat gerak pasif dan otot sebagi alat gerak aktif. Jaringan otot bersifat khusus, yaitu dapat berkontraksi (berkerut) dan berelaksasai (mengendur) karena adanya miofibril (serabut otot). Setiap miofibril mengandung beberapa sarkomer dengan protein aktomiosin (gabungan antara filamen halus aktin dan filmen kasar miosin). Ketika kontraksi, sarkomer menjadi pendek, dan kembali ke posisi semula ketika relaksasi. Untuk itu, sel otot mempunyai struktur yang khusus di dalam sitoplasma yang dikenal dengan serabut kontraktil. Jaringan otot mempunyai plasma yang disebut sarkoplasma (=membran plasma sel otot) dan selaput otot yang disebut sarkolema.

Gambar 9.6. Macam-macam jaringan otot hewan

Ada tiga jenis otot yang menyusun tubuh hewan, yaitu otot polos, otot lurik dan otot jantung. Otot polos merupakan otot

Otot polos menyebabkan kebanyakan organ dalam tubuh mampu berkontraksi secara lambat di bawah pengendalian sistem saraf otonom. Meskipun lambat, otot ini mampu bekerja dalam waktu yang lama. Mereka bekerja tidak dibawah kendali kesadaran kita. Misalnya, kontraksi otot polos menggerakkan makanan melalui saluran pencernaan. Otot polos mangendalikan aliran darah di dalam pembuluh darah, dan juga mengosongkan urin dari kantung kemih (urin). Sel-sel otot polos adalah yang paling sederhana. Mereka berbentuk gelendong panjang, dan setiap sel memiliki satu inti di tengah. Disebut otot polos karena penampakannya yang ”polos” di bawah mikroskop, tidak seperti otot jantung dan otot lurik (kerangka).

Otot jantung dan otot lurik menampakkan adanya pita-pita gelap bersalang- seling dengan pita terang (lurik) ketika diamati di bawah mikroskop (Gambar 9.7). Ini dapat terjadi karena filamen-filamen aktin dan miosin tersusun secara beraturan sehingga terlihat lurik. Sedangkan pada otot polos, susunan kedua filamen itu tidak beraturan.

Otot jantung tersusun dari sel-sel otot membentuk seperti anyaman bercabang-cabang. Sel otot jantung memiliki inti di tengah, mampu bereaksi cepat terhadap rangsang dan tidak berada di bawah kendali kesadaran kita. Otot jantung hanya ditemukan di organ jantung. Memiliki serabut otot ang lebih tebal dari otot polos. Keistemewaan otot ini adalah mampu berkontraksi secara ritmis dan terus-menerus dalam waktu yang lama tanpa mengenal lelah.

Otot kerangka (otot lurik) adalah otot-otot yang melekat pada kerangka tubuh. Sel-sel yang menyusun otot ini berbentuk silinder panjang, memiliki lebih dari satu intu dan terletak di tepi sel. Otot ini bereaksi cepat terhadap rangsang, namun tidak dapat berkontraksi dalam waktu yang lama. Perbedaan ketiga jenis otot dapat dibaca pada tabel 9.1.

Tabel 9.1. Perbedaan otot polos, otot lurik dan otot jantung

———-
Otot Polos Otot Jantung Otot Lurik Bentuk Serabut ototnya Gerakan Kerja saraf Kontrasi Terdapat Polos, berinti satu ditengah, tidak beraturan, tidak berlurik lambat, mampu lama otonom. Tak sadar Lambung, uterus, kantong urin, pembuluh darah, rahim Sel otot bercabang, saling berhubungan satu dengan lainnya, inti satu di tengah beraturan, berlurik ritmis, terusmenerus, lama otonom. Tak sadar Jantung Ukuran sel panjang, banyak inti sel di tepi, Beraturan, berlurik. cepat, tidak beraturan, tidak mampu lama somatik. Sadar Tubuh, rangka, dan anggota gerak.
——

Sedangkan perbedaan antara jaringan otot bila dilihat di bawah mikroskop dapat dilihat pada pada Gambar 9.7 dibawah ini.

(a) otot polos (b) otot jantung c. Otot lurik

Gambar 9.7 Jenis-jenis otot.

9.1.4. Jaringan saraf

Jaringan saraf adalah jaringan yang sangat rumit )kompleks). Namun pada dasarnya jaringan ini terdiri dari dua jenis sel saja, yaitu neuron (sel saraf) dan neuroglia (penyokong neuron). Neuron adalah sel yang berfungsi sebagai pembawa dan pengirim pesan/rangsang/sinyal (impuls saraf) dan merupakan unit utama dari sistem saraf. Sedangkan neuroglia, adalah sel yang tidak ikut berperan dalam transmisi impuls, tetapi menunjang kerja neuron.

Neuroglia itu seperti ’jaringan ikat’ untuk sistem saraf.

Gambar 9.8. Neuron hewan terlihat di bawah mikroskop

Neuron terdiri dari beberapa bagian, yaitu dendrit, badan sel, dan neurit (akson). Dendrit adalah penjuluran bercabang-cabang dari badan sel yang berfungsi untuk menerima sinyal untuk diteruskan ke badan sel saraf. Badan sel adalah bagian utama neuron yang mengandung inti. Badan sel saraf dapat terletak di sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang), dapat pula di luar sistem saraf pusat. Pada kasus pertama, disebut inti, sedangkan kumpulan badan sel di luar sistem saraf pusat disebut ganglion (simpul saraf). Akson adalah penjuluran memanjang dari badan sel yang berfungsi untuk meneruskan sinyal-sinyal dari badan sel ke neuron yang lain atau ke efektor. Fungsinya seperti kabel telepon.

Neuroglia tidak ikut berperan secara langsung dalam pengiriman sinyal. Fungsinya adalah menyokong, merawat dan melindungi neuron. Macamnya lebih banyak dari neuron. Dua diantaranya adalah sel Schwan yang membungkus akson pada sistem saraf tepi; dan sel oligodendrosit yag juga membungkus akson, tetapi pada sistem saraf pusat. Kedua sel tersebut menghasilkan selubung myelin. Myelin berfungsi seperti selubung isolator pada akson. Myelin tidak membungkus seluruh akson. Bagian akson yang terbuka ini disebut nodus Ranvier. Adanya myelin perjalanan sinyal jauh lebih cepat. Kecepatannya dapat mencapai 150 meter per detik. Karena perjalanan sinyal sepanjang akson berlangsung dengan cara melompati daerah-daerah yang bermyelin.

Gambar 9.9. Neuron dan bagian-bagiannya

Berdasarkan fungsinya neuron dibedakan menjadi:

1. neuron sensorik, berhubungan dengan reseptor (indra dan organ sensoris lainnya) untuk menghantarkan rangsang (stimulus) dari reseptor ke sistem saraf pusat.

2. neuron motorik, berfungsi menghantarkan tanggapan (respons) dari sistem saraf pusat ke efektor (otot atau kelenjar).

3. neuron konektor/interneuron, berfungsi menghubungkan neuron- neuron motorik dan sensorik, terletak di dalam sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Neuron ini disebut juga neuron ajustor, karena berfungsi mengolah informasi yang di terimanya untuk kemudian diteruskan sebagai respon ke efektor.

Pertemuan antara ujung-ujung akson suatu neuron dengan neuron lain atau dengan efektor disebut sinapsis. Pada sinapsis, ada celah yang memisahkan dua neuron. Sinyal yang sampai di ujung akson akan diteruskan dengan bantuan neurotransmiter. Ia adalah suatu senyawa yang dihasilkan oleh ujung akson. Salah satunya bernama asetilkolin, zat penghantar untuk saraf sadar. Senyawa ini penting dalam memori, belajar dan berfikir. Contoh lainnya adalah epinefrin, sebagai penghantar saraf tidak sadar. Senyawa ini berkaitan dengan stres, denyut jantung dan tekanan darah.

9.2. Sistem organ pada hewan

Seluruh hewan multiseluler tersusun atas lebih banyak sel. Di dalam tubuh sel-sel tersebut tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan membentuk suatu sistem kerjasama. Kerjasama antara sel itulah yang memungkinkan berlangsungnya aktivitas kehidupan. Kita sudah pelajari sel-sel yang sama bentuk dan fugsinya membentuk jaringan. Bermacam jaringan menyusun tubuh.

Untuk dapat melaksanakan tugas yang lebih kompleks, antar jaringan perlu adanya kerjasama. Kumpulan jaringan yang saling bekerja sama untuk melaksanakan fungsi tertentu disebut organ. Beberapa contohnya : paru-paru, jantung, lambung, limpa, hati, pankreas, dan usus. Organ-organ tersebut kemudian juga bekerja sama untuk melaksanakan fungsi atau tugas tertentu. Kumpulan organ-organ tersebut kita sebut sistem organ. Hidung, laring, trakea, paru-paru adalah organ-organ yang membentuk sistem (organ) pernafasan. Organ-organ apa sajakah yang menyusun sistem pencernaan pada hewan?

Gambar 9.10. . Lambung sebagai organ merupakan kumpulan dari berbagai jaringan.

Lambung merupakan salah satu contoh organ dalam sistem pencernaan. Lambung tersusun dari beberapa jaringan, antara lain jaringan epitel, jaringan otot, jaringan ikat, dan jaringan saraf. Keempat jaringan tersebut bersama-sama melakukan satu kesatuan fungsi. Jaringan epitel sebagai penghasil getah lambung yang diperlukan dalam proses pencernaan secara enzimatis, jaringan otot untuk gerakan peristaltik, jaringan ikat sebagai bantalan (jaringan lemak), maupun alat transportasi (jaringan darah), dan jaringan saraf agar dapat merasakan adanya zat-zat makanan di dalam lambung.

Untuk dapat melaksanakan fungsinya dalam sistem pencernaan, lambung harus bekerjasama dengan organ-organ lain dalam sistem pencernaan, seperti mulut, gigi, lidah, faring, kerongkonga, usus, hati, dan pankreas. Organ-organ tersebut merupakan satu kesatuan fungsional yang utuh dan tidak dapat dipisah-pisahkan, kita sebut sebagai sistem pencernaan.

Pada tubuh hewan, selain sistem pencernaan terdapat juga sistem–sistem organ lainnya. Misalnya, sistem pernafasan yang menyuplai oksigen dan membuang zat-zat sisa berupa gas. Dapatkah kalian sebutkan sistem organ yang lainnya, sebutkan organ-organ penyusunnya dan jelaskan fungsi-fungsinya ?

Gambar 9.11. Sistem organ pada manusia dan hewan pada dasarnya hampir sama. Dapatkah kalian sebutkan sistem organ pada Gambar di atas ?

9.3. Klasifikasi hewan (invertebrata dan vertebrata)

Hewan merupakan makhluk hidup yang telah teradaptasi dengan berbagai lingkungan. Mereka dapat hidup di laut, air tawar, darat, di kutub, dan padang pasir (gurun). Beberapa ciri yang dimilki oleh hewan adalah :

• bersel banyak (multiseluer) yang sel-selnya memiliki inti bermembran (eukariotik)
• tidak dapat membuat makanan sendiri (tidak berfotosintesis).
• bereproduksi secara aseksual dan seksual
• sel penyusun tubuhnya tidak memilki dinding sel dan plastida.
• dapat merespons dengan cepat terhadap rangsang.
• aktif bergerak (motil) pada tahap (fase) tertentu dalam siklus hidupnya.

Para saintis menempatkan hewan pada dua katergori utama, yaitu: invertebrata (in = tanpa, vertebrae = tulang belakang) dan vertebrata (bertulang belakang). Invertebrata adalah hewan tingkat rendah dan tidak memiliki tulang belakang. Sedangkan vertebrata adalah hewan tingkat tinggi dan memiliki tulang belakang. Hewan bersel banyak berkembang dari zigot bersel satu. Zigot, sebagaimana kita ketahui adalah hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma. Zigot kemudian membelah menjadi dua, empat, delapan, 16 sel dan terus bertambah banyak menjadi blastula yang bentuknya menyerupai bola. Sel-sel penyusun blastula kemudian melekuk kedalam sehingga terbentuklah dua lapis lembaga, yaitu ektoderm (di sebelah luar) dan endoderm (di sebelah dalam).

Berdasarkan jumlah lapisan lembaga, ada hewan yang hanya memiliki dua lapis dalam perkembangannya (ekto dan endoderm), disebut diploblastik. Misalnya Coelenterata (ubur-ubur, hewan pembentuk terumbu karang, anemon laut). Sedangkan hewan lainnya memiliki tiga lapis kecambah, yaitu ekto, meso dan endoderm. Mereka disebut hewan triploblastik. Mesoderm berkembang diantara ekto dan endoderm. Ketiga lapis kecambah tersebut kemudian berkembang menjadi berbagai macam organ. Ektoderm berkembang menjadi kulit dan otak serta jaringan syaraf. Mesoderm berkembang menjadi otot. Sedangkan endoderm berkembang menjadi organ- organ dalam.

Hewan triploblastik dapat dibedakan berdasarkan rongga tubuhnya. Ada hewan yang tak mempunyai rongga tubuh, disebut hewan aselomata. Misalnya Platyhelminthes atau cacing pipih (Planaria dan cacing pita). Sedangkan pada Nemathelminthes (Gambar 9.12a) atau cacing gilig (misalnya cacing kremi, cacing tambang, cacing Ascaris) telah memiliki rongga tubuh, tetapi hanya sebagian yang dibatasi oleh mesoderm. Rongga tubuh ini disebut rongga tubuh semu (peudoselom) sehingga mereka disebut hewan pseudoselomata.

Hewan-hewan yang memiliki rongga tubuh sejati (selom) disebut hewan selomata. Yang termasuk selomata adalah seluruh hewan dari Annelida sampai dengan Mamalia (Gambar 9.12b). Mereka memiliki rongga tubuh yang seluruhnya dibatasi dengan mesoderm.

Gambar 9.12a. Pseudocelomata pada Nemathelminthes
Gambar 9.1b. Selom pada Annelida.

9.3.1. Invertebrata

Invertebrata terdiri dari filum Porifera, Coelentrata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, dan Echinodermata . Pada bab ini kita akan membahas klasifikasi dan karakteristik Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, dan Arthropoda yang berkaitan dengan bidang pertanian. Tiga yang pertama sering dikelompokan kedalam Vermes (cacing).

9.3.1.1. Filum Platyhelminthes (cacing pipih)

Tubuhnya pipih; triploblastik; ada yang bersegmen-segmen, ada yang tidak; simetris bilateral (bila tubuhnya dibelah dua, sisi kiri dan kanan sama); tidak memiliki selom; habitat diperairan, daratan (tanah) atau hidup sebagai parasit. Sistem saraf tangga tali. Sistem saraf ini terdiri dari sepasang ganglia (simpul saraf), dua tali saraf memanjang yang terhubung oleh tali saraf melintang sehingga membentuk seperti tangga tali. Sistem repirasi dan sistem peredaran darahnya tidak punya. Sistem pencernaan dengan mulut, faring, usus, dan tidak punya anus. Respirasi menggunakan permukaan tubuh untuk pertukaran gas. Oksigen dan sari-sari makanan diedarkan keseluruh tubuh dengan cara difusi. Demikian pula dengan pengangkutan CO2 ke permukaan tubuh. Sistem ekskresinya berupa organ sederhana yang disebut protonefridia yang dilengkapi dengan flame cell (sel api). Sel-sel api berentuk seperti bola lampu dengan silia di dalamnya. Silia ini bergerak-gerak seperti gerakan nyala api untuk mengalirkan cairan tubuhnya. Karenanya disebut sel api.

Reproduksinya seksual dan aseksual. Pada reproduksi seksual terjadi penyatuan sel sperma dan sel telur (fertilisasi=pembuahan). Sebagian bersifat hermaprodit, yaitu dalam satu tubuh memiliki organ reproduksi jantan (testis) dan betina (ovarium). Namun untuk berkembang biak tetap diperlukan dua individu. Jadi mereka melakukan pembuahan silang (cross fertilisation), bukan pembuahan sendiri (autofertilisation). Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara pembelahan tubuh atau fragmentasi. Potongan-potongan tubuhnya itu kemudian mengalami regenerasi menjadi individu baru.

Contohnya Planaria sp. (Gambar 9.13). Klasifikasi dibagi menjadi tiga kelas seperti tabel 9.2 berikut ini

Gambar 9.13. Bentuk tubuh Planaria sp.

Filum Platyhelminthes dikelompokan ke dalam tiga kelas, yaitu Turbelaria, Trematoda, dan Cestoda.

Tabel 9.2. Pembagian kelas dari Filum Platyhelminthes

Kelas Turbelaria Kelas Trematoda Kelas Cestoda Tubuh pipih ditutupi silia, tak bersegmen. Ukuran 15-18 mm, panjang 2-3 cm. Bagian anterior tumpul dan posterior tajam, memiliki stigma (bintik mata). Sistem pencernaan tidak sempurna ( tak ada anus). Alat reproduksi menyatu dalam satu tubuh (hermaprodit).
Reproduksi seksual: dengan fertilisasi; Reproduksi aseksual dengan fragmentasi. Kemampuan regenerasinya tinggi.
Habitat: hidup bebas di air tawar. Tidak bersifat parasit. Contoh: Planaria sp. Bentuk tubuh seperti daun, tidak bersegmen, tidak bersilia. Panjang 2-5 cm, lebar ±1 cm. Memiliki dua alat isap (saker). Sistem pencernaan tidak sempurna (tak ada anus). Alat reproduksi terpisah (bersifat gonokoris), dan hermaprodit. Hidup sebagi parasit. Memiliki alat isap untuk melekat pada inang.
Contohnya: Clonorchis sinensis (cacing ikan). Fasciola buski (cacing isap). Fasciola hepatica (cacing hati). Paragomphus westermani (cacing isap, paru-paru). Schistosoma japonicum (cacing darah, hidup di pembuluh darah balik perut). Siklus hidup F. hepatica: Ada dua inangnya. Di dalam tubuh inang utamanya adalah fase seksual; di inang perantara adalah fase aseksual.

Telur yang terdapat di dalam feses ternak menetas menjadi mirasidium (larva pertama bersilia, hidup ditempat basah); lalu masuk ke tubuh siput air (Lymnaea sp) yang menjadi inang perantaranya; berkembang menjadi sporokist. Sporokist akan pecah menghasilkan larva kedua disebut redia. Lalu redia berkembang menjadi serkaria. Serkaria keluar dari tubuh siput, bergerak dan menempel pada tumbuhan air atau rumput, membentuk kista disebut metaserkaria. Metaserkaria yang termakan ternak akan berubah menjadi Fasciola dewasa di hati ternak dan bertelur di organ ini.

Tubuh bersegmen; terdiri dari kepala (skoleks), leher (strobila), dan rangkaian segmen tubuh (proglotid); ukuran tubuhnya ±1 mm, tidak bersilia. Pada skoleks terdapat alat isap dan alat kait (rostelum). Bersifat parasit. Sistem pencernaan tidak ada (tidak ada mulut); makanan diserap dari usus inag melalui seluruh permukaan tubuh. Contohnya: Taenia saginata (sapi). Taenia solium (babi) Siklus hidup Taenia: Proglotid melepaskan diri, disebut strobilasi bersama feses inang. Proglotid termakan sapi/babi (inang perantara), masuk ke ususnya dan berkembang menjadi embrio onkosfer (hexacanth) dengan enam alat kait. Onkosfer menembus dinding usus menuju pembuluh darah dan limfa lalu ke otot lurik. Di otot ini akan berubah menjadi kista, yang disebut sistiserkus. Daging tersebut dimakan manusia, maka sistiserkus berkembang dan hidup kembali sebagai taenia.

9.3.1.2. Filum Nematoda atau Nemathelminthes (Cacing gilig atau cacing tambang)

Bentuk tubuh giling seperti tali atau tambang; triploblastik, tidak bersegmen; simetris bilateral (Gambar 9.14); selom semu; dan permukaan tubuh dilapisi kutikula. Ukurannya bervariasi, umumnya mikroskopis, namun ada yang mencapai panjang 1 meter. Tubuh dengan ujung ekor lurus dan tumpul pada betina; runcing dan membengkok pada jantan (Gambar 9.14). Testis dan ovarium terpisah pada individu yang berbeda (gonokoris); betina berukuran lebih besar daripada jantan. Sistem pencernaan lengkap (mulut, faring, usus, dan memiliki anus).

Sistem saraf tangga tali (ganglion). Sistem transportasi menggunakan cairan tubuh. Tidak ada sistem respirasi, berlangsung difusi melalui seluruh permukaan tubuh. Reproduksi secara fertilisasi internal (gonokoris, seksual). Habitat di tanah, air atau hidup parasit pada manusia, hewan dan tumbuhan. Beberapa contoh Nemathelminthes parasit pada Gambar 9.14. dan tabel 9.3. berikut ini.

(a)
(b) (c)
Gambar 9.14. Cacing:
a. Ascaris b. Oxyuris sp c. Wucheria sp
Tabel 9.3. Siklus hidup beberapa jenis cacing Nematoda

Ascaris lumbricoides (cacing perut) Ancylostoma sp dan Necator sp (cacing tambang) Enterobius/Oxyuris vermicularis (cacing kremi) Wucheria bancrofti (cacing filaria) Betina berukuran 20-40 cm, ujung ekornya lurus. Jantan berukuran Berukuran 1-1.5 cm, mulut dengan alat kait (skoleks). Betina bertelur Betina berukuran 8-13 mm, ekor panjang, runcing.Jantan berukuran 2-5 mm, Bentuk tubuh seperti benang, warna putih kekuningan,

10-15 cm, ujung 9000 butir per hari. dengan ekor melingkar. panjang 2-70 cm. ekor bengkok. Habitat di usus besar Betina vivipar Hidup parasit Siklus hidup: manusia. menghasilkan pada manusia, Telur keluar mikrofilaria pra terutama pada bersama feses, Siklus hidup: larva aktif. anak-anak. menetas menjadi larva. Larva lalu Cacing betina bertelur disekitar anus pada Siklus hidup:

Siklus hidup: menginfeksi kulit malam hari sehingga Larva mikrofilaria Telur berembrio melalui telapak kaki menimbulkan gatal. masuk melalui tertelan melalui dan masuk ke Ketika digaruk, telur gigitan nyamuk makanan atau peredaran darah. melekat di jari, tertelan menuju pembuluh minuman yang Cacing mengisap oleh si penderita limfa, tumbuh mengandung darah dan (autoinfeksi). Telur sampai dewasa. telur; telur mengeluarkan zat menetas di usus kecil Dalam jumlah menetas menjadi antikoagulasi menjadi larva, lalu banyak dapat larva; larva sehingga penderita tumbuh dan menyumbat meninggalkan mengalami anemia. berkembang, dan pembuluh limfe usus masuk ke akhirnya kawin di usus sehingga cairan peredaran darah besar. Kemudian tidak dapat kembali sehingga sampai bertelur di sekitar anus. ke pembuluh limfe. ke jantung dan Berlangsung selama 2Terjadi genangan paru. Selanjutnya 4 minggu. cairan dan cacing dewasa di menimbulkan dalam usus. pembengkakakan di kaki.

Banyak anggota Nematoda yang mikroskopis hidup sebagai
parasit pada akar berbagai jenis tumbuhan sehingga sering dikenal
sebagai cacing akar. Cacing dewasa bertelur di akar/tanah dan
dalam jangka waktu yang cukup lama telur menetas menghasilkan
larva. Selanjutnya larva menginfeksi akar dan masuk ke dalam akar
dan makan jaringan di dalamnya. Akar bereaksi dengan membentuk
“tumor” atau “parut” seperti bekas luka. Salah satu contohnya adalah
Heterodera radicola yang dilaporkan hidup parasit pada 1000
varietas tanaman dan umumnya menginfestasi tanaman pertanian,
buah-buahan, semak, pohon peneduh dan gulma.

Gambar 9.15 Cacing nemathelminthes yang hidup parasit pada akar tanaman.

9.3.1.3. Annelida (Cacing tanah)

Ciri-cirinya:

Tubuh bersegmen (metameri), setiap segmen mempunyai organ tubuh (sistem pencernaan, otot, pembuluh darah, alat reproduksinya hermaprodit, sedangkan alat gerak dengan chetae, dengan sepasang alat eksksresi (nefridium) yang saling berhubungan dan terkoordinasi. Tubuhnya simetris bilateral, berlapis kutikula. Sistem pencernaan sempurna (memiliki anus). Sistem sarafnya tangga tali, dan sistem peredaran darah tertutup. Salah satu paling berperan dalam kehidupan manusia (dalam bidang pertanian) adalah cacing tanah (Kelas Oligochaeta) yang mampu meningkatkan kesuburan tanah.

Annelida terdiri atas 3 kelas utama, yaitu Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea. Ciri-ciri dan contohnya dapat dilihat pada di bawah ini.

Tabel 9.4. Pembagian kelas dari Filum Annelida

Kelas Polychaeta (memiliki banyak seta) Kelas Oligochaeta (memiliki sedikit seta) Kelas Hirudinae (tidak memiliki seta) Kepala terdiri atas prostomium dan peristomium Segmen memiliki parapodia (kaki dengan seta banyak). Alat pencernaan (mulut, faring, oesofagus, usus, dan anus).Terdapat selom dan nefridium (untuk ekskresi). Peredaran darah terdiri dari pembuluh dorsal, ventral dan lateral. Contoh-contohnya: Arenicola, Eunice viridis (palolo), dapat dimakan. Lysidice oele (wawo), dapat dimakan. Nereis virens (cacing pasir).

Kepala dengan prostomium dan peristomium, Tubuh silindris panjang, bersegmen-segmen. ] Segmen 14-16 membengkak disebut klitelum, berfungsi membentuk lendirn pelindung telur.

Dinding tubuh terdiri dari epidermis yang diselaputi kutikula, , otot melingkar, dan otot memanjang. Segmen tubuh dipisahkan oleh septum (sekat), Eksresinya dengan nefridium. Respirasi secara difusi melalui permukaan kulit. Alat pencernaan (peristomium, farings, oesofagus, crop, gizzard, usus, anus). Habitatnya didalam tanah yang lembab. Contoh-contohnya: Lumbricus terestis (cacing tanah). Perichaeta musica (cacing Tubuh pipih, tidak ada seta dan parapodia. Mempunyai alat hisap. Respirasi secara difusi. Ekskresi dengan 17 pasang nefridium. Gonad bersifat hermaprodit. Makanan berupa cacing, larva serangga, invertebrate, dan darah vertebrata. Contoh-contohnya: Acanthobdella sp (parasit ikan salem). Haemodipsa zeylanice (pacet, darat). Hirudo medicinalis (lintah, air).

(a) (b) (c) Gambar 9. 16 Beberapa contoh Annelida : a. cacing palolo, b. cacing tanah, c. Lintah Peranan cacing di bidang pertanian

Cacing tanah adalah cacing yang sudah dikenal lama (sejak zaman Aristoteles) sebagai hewan yang berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah. Cara hidupnya dengan menggali lubang meningkatkan porositas tanah sehingga aerasi tanah (masuknya udara ke dalam tanah) dan air dapat merembes ke dalam tanah. Dengan kegiatannya itu, mereka juga mengaduk tanah sehingga bahan organik dapat tersebar meluas dan menjadikan tanah gembur.

Cacing tanah juga dimanfaatkan untuk membuat kompos. Kompos adalah bahan-bahan organik (sisa tanaman atau limbah hewan) yang diolah oleh cacing sehingga dapat digunakan sebagai pupuk rganik.

Selain itu cacing tanah juga diternakan untuk digunakan sebagai sumber protein pada pakan terrnak (ikan, ayam, itik, burung, dan bebek). Cacing tanah dikeringkan, lalu ditumbuk halus sebagai tepung cacing (pengganti tepung ikan), dan dicampurkan dengan sumber makanan lainnya menjadi pakan ternak. Gambar 9. 17. Kompos hasil olahan cacing tanah siap digunakan.

9.3.1.4. Filum Arthropoda

Ciri-cirinya

Arthropoda (arthros = sendi atau ruas dan podos = kaki) adalah hewan yang memiliki kaki bersendi/beruas-ruas. Arthropoda merupakan filum terbesar dari kingdom animalia. Jumlah spesiesnya lebih banyak dari filum-filum lainnya. Arthropoda dapat ditemukan di berbagai habitat, antara lain di air, di darat, di dalam tanah dan ada juga yang hidup sebagai parasit pada hewan dan tumbuh-tumbuhan.

Arthropoda adalah hewan triploblastik, selomata (tubuh dan kaki beruas-ruas) dan bilateral simetris. Tubuhnya terdiri atas kepala, dada, dan abdomen yang keseluruhannya dibungkus oleh zat kitin dan merupakan kerangka luar (eksoskeleton). Biasanya diantara ruas-ruas terdapat bagian yang tidak berkitin sehingga ruas-ruas tersebut mudah digerakkan. Pada waktu tertentu kulit dan tubuh arthropoda dapat mengalami pergantian kulit (eksdisis.

Arthropoda memiliki sistim pencernaan yang sempurna (memiliki anus). Mulut dilengkapi dengan rahang. Sistim peredaran darahnya terbuka dan darahnya berwarna biru, karena mengandung disebabkan oleh hemosianin (bukan hemoglobin). Sistem pernapasannya ada yang berupa trakea, insang, paru-paru buku, atau melalui seluruh permukaan tubuhnya. Organ ekskresinya berupa tubulus malphigi yang bermuara pada usus belakang. Reproduksi dilakukan dengan perkawinan, tetapi ada juga beberapa hewan yang melakukan parthenogenesis. Partenogenesis adalah proses perkembangan embrio dari telur yang tidak dibuahi. Jenis kelaminnya terpisah (gonokori). Artinya ada hewan jantan ada hewan betina. Sistem sarafnya adalah sistem saraf tangga tali.

Klasifikasi filum Arthropoda

Berdasarkan persamaan dan perbedaan struktur tubuhnya, arthropoda dikelompokkan menjadi lima kelas, yaitu Custacea, Insekta, Diplopoda Arachoinidea, dan Chilopoda. Persamaan dan perbedaan ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut:

Kelas Crustacea (udangudangan): Kelas Insekta (serangga): Kelas Arachnoidea (laba-laba Kelas Diplopoda (kaki seribu): Kelas Chilopoda (kelabang): Susunan Tubuh Kepala (5 ruas), dada (8 ruas), dan perut (6 ruas) . Kepala, dada, dan perut. Kepala, dada, dan perut.. kepala dan badan yang bentuknya silindris.. Kepala dan badan yang memanjang agak gepeng. Antena 2 pasang sepasang Tak ada sepasang sepasang Anggota tubuh Sepasang pada setiap ruas untuk berbagai fungsi, 5 pasang kaki pada dada 3 pasang kaki 4 pasang kaki pada sefalotoraks 2 pasang kaki pada setiap ruas tubuh Sepasang kaki pada setiap ruas Sayap Tak ada Ada Tak ada Tak ada Tak ada Alat respirasi Insang atau permukaan tubuh trakea Paru-paru buku trakea trakea Habitat air darat darat darat darat

9.3.1.4.1. Kelas Crustacea

Crustacea pada umumnya hidup di air (akuatik), ada yang hidup di laut, air tawar, dan di tempat yang lembab. Crustacea yang hidup di laut sebagian besar merupakan zooplankton. Ukuran tubuh bervariasi, ada yang kecil (plankton) sampai dengan ukuran yang besar, seperti kepiting dan udang.

Ciri-cirinya

• Tubuh terdiri atas kepala dan dada yang tersusun menjadi satu (sefalothoraks), serta perut (abdomend yang ujungnya disebut telson. • Memiliki kulit yang keras dari zat kitin dan zat kapur yang merupakan eksospeletonnya. Pada bagian kepala dan dada terlindung oleh kulit yang keras, disebut karapaks. • Memiliki dua pasang antena. • Memiliki satu pasang kaki pada setiap ruas tubuh. • Bernafas dengan insang, dada dan permukaan tubuh.

• Alat ekskresi berupa sepasang badan yang disebut green gland (kelenjar hijau) terletak di bagian ventral dari sefalothoraks di depan oesofagus. • Bereproduksi secara kawin, jenis kelaminnya terpisah (gonokori). • Sistem saraf berupa tangga tali. • Alat pencernaan dilengkapi dengan mulut, oesofagus lambung, usus, dan anus. • Sistem peredaran darah terbuka, darahnya tidak berwarna. Fungsinya mengangkut zat makanan dari alat pencernaan keseluruh tubuh. • Pada udang terdapat statosis (alat keseimbangan) yang terletak di dasar ruas pada masing-masing antenulae. Subkelas Entomostraca

Merupakan jenis udang tingkat rendah. Anggotanya terdiri atas udang-udang kecil yang hidup sebagai zooplankton dan penting bagi kehidupan ikan yaitu sebagai sumber makanannya. Ciri Ukuran tubuh Habitat Contoh Ordo Branchiopoda Tubuh pipih seperti daun, bersegmen, transparan bergerak dengan antena. Ukuran tubuhnya hingga 10 cm Kebanyakan di air tawar Artemia, Daphnia Ordo Ostracoda Segementasi tidak jelas, Berenang dengan antenanya. Sangat kecil Air tawar dan laut Chandona. Ordo Copepoda Segmentasi tubuh tampak jelas, tidak memiliki mulut tetapi memiliki alat isap.. Kecil (4 mm) hingga mikroskopik Air tawar dan laut atau sebagai parasit Cylops (bebas) dan Caligus (parnit ikan) Ordo Cirripedia Bentuk tubuh seperti kerang dengan cangkang keras. Makroskopis Bebas di laut atau parasit Teritip Balanus, Lepas (bebas), Sacculina (parasit pada kepiting) Ordo Branchiura Tubuh pipih, kepala dan dada terlindung karapaks. Kecil Air tawar dan laut sebagai parasit Argulus (parasit ikan) Subkelas Malacostraca Merupakan kelompok udang tingkat tinggi. Sekitar tiga perempat jumlah jenis crustaceae banyak dikenal orang. Sebagai contoh yang terkenal adalah udang yang hidup di laut, air tawar, dan danau. Ordo Isopoda Memiliki kaki sama. Tubuh Kecil, 4-5 mm Di darat, air tawar dan Contohnya: Oniscus

pipih. laut, juga ada yang hidup sebagai penggerek kayu yang merugikan manusia asellus. Orda Stomatopoda Bentuk tubuhnya seperti belalang sembah. Kebanyakan berwarna mencolok. Besar Hidup di laut. Contohnya: Squolla empusa Ordo Dekapoda Memiliki 10 kaki. Merupakan kelompok yang banyak dikenal orang yaitu udang dan kepiting.: Besar Udang dan kepiting memiliki manfaat yang besar bagi manusia. Antara lain sebagai sumber makanan yang mengandung protein. Penaeus sp (udang windu), hidup di air payau, udang galah, Pagarus (kelomang), Birgo latro (kepiting kelapa)

Struktur tubuh udang

Tubuh udang terdiri atas sefalotoraks (kepala dan dada yang terdiri atas 13 ruas yang menyatu) dan abdomen (perut) terdiri atas 6 ruas. Eksoskeleton bagian sefalotoraks mengeras dan dinamakan karapaks. Disebelah dorsal terdapat suatu lekukan yang melintang yang membagi sefalotoraks menjadi dua yaitu bagian depan (sefal atau kepala) dan bagian belakang (toraks atau dada)

Bagian karapaks yang mencuat disebut prostonium atau rostrum. Di bawahnya terdapat sepasang mata majemuk (mata faset) bertangkai. Mulut udang mempunyai sepasang mandibula dan dibelakangnya terdapat maksila, memiliki antenna dan antenula. Pada bagian toraks terdapat 5 pasang kaki jalan yang terdiri atas sepasang kaki capit (cheliped) sebagai alat penjepit untuk menangkap mangsanya dan 4 pasang kaki digunakan untuk berjalan.

Pada bagian abdomen, setiap ruasnya terdapat sepasang kaki renang. Di bagian posterior abdomend terdapat bagian yang melebar yang disebut telson. Berfungsi untuk alat keseimbangan dan pelindung telur.

9.3.1.4.2. Kelas Insecta (Insekta) Kelompok insekta disebut juga heksapoda (kakinya berjumlah enam) merupakan kelas yang terbesar di dalam filum Artropoda. Memiliki anggota mencapai kurang lebih 80% atau 675.000 spesies dari kehidupan hewan yang terbesar di seluruh penjuru dunia, yang penyebarannya sangat meluas dengan jumlah anggota paling besar di alam. Habitatnya di darat, air tawar, tanah/lumpur dan di dalam tumbuh-tumbuhan. Ilmu yang khusus mempelajari tentang serangga disebut dengan entomologi.

Ciri-cirinya

Pada umumnya bagian tubuh serangga terdiri atas kepala (caput), dada (toraks) dan perut (abdomen).

a. Kepala (caput) dilengkapi dengan sepasang antena yang berfungsi sebagai indra pembau; mata yang terdiri atas faset (mata majemuk) dan ocelus (mata tunggal); mulut yang dilengkapi dengan alat-alat mulut disesuaikan fungsinya untuk mengisap, mengunyah, atau menjilat dengan beberapa tipe mulut, yaitu menggigit, menusuk, mengisap, serta menjilat. Gambar 9.18. Tubuh serangga: caput-toraks-abdomen

b. Dada (toraks) terdiri atas tiga segmen, yaitu, prototoraks, mesotoraks, dan metatoraks. Pada setiap segmen terdapat sepasang kaki. Pada mesotoraks terdapat sayap depan, sedangkan pada metatoraks terdapat sayap belakang. c. Badan (abdomen)terdiri atas 11 segmen atau beberapa segmen saja. Segmen pertama terdapat alat pendengaran (membran timfanum). Setiap segmen terdiri dari stigma,

sedangkan segmen terakhir bermodifikasi menjadi alat kawin (kopulasi).

Anggota tubuh serangga memilki tiga pasang kaki yang berduriduri. Segmen kaki dari pangkal ke ujung tersusun dari coxa, trochanter, femur, tibia, dan tarsus. Sedangkan tipe tungkai atau kaki serangga saat bervariasi sesuai dengan fungsinya. Beberapa modifikasi tersebut antara lain, yaitu:

a. Tipe Cursorial, kaki untuk berjalan dan berlari. Misalnya lipas (Periplaneta americana). b. Tipe Saltatorial, femur kaki belakang digunakan untuk meloncat. Misalnya belalang (Valanga nigricornis). c. Tipe Raptorial, kaki depan besar digunakan untuk menangkap dan memegang mangsanya. Misalnya belalang sembah (Mantis religiosa). d. Tipe Fussorial, kaki depan mengalami modifikasi sebagai kuku penggali. Misalnya gangsir (Gryllotalpa africana). e. Tipe Natatorial, kaki serangga air bermodifikasi menjadi kaki renang. Misalnya kumbang air (Dytisticus marganalis). f. Tipe Clasping, kaki depan kumbang air bermodifikasi untuk memegang serangga betina selama kopulasi. Hampir seluruh sistem organ tubuh pada serangga telah berkembang dengan baik. Sistem pencernan makanannya terbagi atas 3 kelompok berikut ini.

a. foregut (usus depan), terdiri atas mulut, faring, oesofagus, tembolok, dan empedal (gizzard) berfungsi untuk menggiling makanan. b. midgut (usus tengah), terdiri atas lambung dengan 8 pasang gastrik caeca (kantong kerucut yang menghasilkan enzim pencernaan). Pencernaan dan penyerapan terjadi di bagian ini. c. hindgut (usus belakang), terdiri atas ileum, kolon, rektum, dan anus. Sistem peredaran darah serangga adalah sistem peredaran darah terbuka. Alat peredaran darah adalah jantung yang memompa darah dari belakang ke depan melalui aorta dan terus beredar ke seluruh tubuh. Darah serangga tidak mengandung haemoglobin dan

hanya berfungsi untuk mengangkut zat makanan serta memusnahkan bibit penyakit yang masuk kedalam tubuh.

Sistem ekskresi serangga berupa saluran Malpigi yang berfungsi mengeluarkan sisa metabolisme berupa cairan. Saluran malpigi bermuara pada usus belakang dan akhirnya cairan dari saluran ini dibuang melalui anus seperti pada semut. Apabila kita perhatikan Famili formicidae (semut), maka mereka akan meningalkan jejak dengan aroma feromonnya sehingga mereka tidak tersesat kembali kesarangnya, dimana jalan pergi dan pulang ketika mencari makanan melalui arah jalan yang sama.

Semut dibagi menjadi dua bentuk berdasarkan warnanya, yaitu semut hitam dan semut merah. Sedangkan menurut kastanya, semut terbagai atas 3 kelompok, yaitu semut ratu, semut raja, dan semut pekerja.

Sistem respirasi terdiri atas sistem cabang (jaringan) dari pembuluh-pembuluh yang disebut trakea. Trakea tersebut ke bagian luar berhubungan dengan lubang pernafasan yang terletak dibagain perut dan dada yang disebut stigmata (spirakel) dengan percabangannya disebut trakeol. Melalui trakeol inilah udara disuplai ke seluruh jaringan tubuh dan karbondioksida dibawa keluar.

Sistem saraf merupakan sistem tangga tali, terdiri atas ganglion otak (tiga pasang di kepala), ganglion kerongkongan, ganglion perut, dan ganglion dada.

Sistem reproduksi pada serangga terdiri atas alat kelamin jantan dan betina. Alat kelamin jantan terdiri atas dua buah testis yang masing-masing dihubungkan oleh vas deferen yang akan bersatu membentuk saluran ejakulasi yang terbuka ke permukaan dorsal. Alat kelamin betina terdiri atas dua buah ovarium dengan sejumlah tabung-tabung telur yang disebut ovariola. Ovariola tersebut melekat dibagian posterior pada oviduk. Dua oviduk akan bersatu membentuk vagina pendek, diteruskan ke porus genital yang terdapat di antara peletak telur (ovipositor). Di daerah vagina juga terdapat kantong penerima sperma (spermateka).

Reproduksi secara internal dan sel telur yang telah dibuahi akan dilepaskan (ovipar). Dalam proses menuju kedewasaannya dikenal ada pergantian bentuk yang disebut metamorfosis

Ada tiga bentuk metamorfosis pada serangga yaitu :.

a. Ametabola, tidak ada pergantian bentuk dan hanya dapat dilihat pertambahan besar ukuran saja. Misalnya Colembola, Thysanura dan Lepisma. b. Hemimetabola (metamorfosis tidak sempurna), fase dimulai dari telur – larva (nimfa) – dewasa (imago). Tanpa fase pupa. Misalnya Orthoptera, Hemiptera dan Odonata. Gambar 9.19. Metamorfosis tak sempurna (hemimetabola) pada belalang.

c. Holometabola (metamorfosis sempurna), dimulai dari fase telur – larva – pupa – imago. Misalnya: Coleoptera, Diptera, Hymenoptera, dan Lepidoptera. Gambar 9.20. Metamorfosis sempurna (holometabola) lalat.

Klasifikasi Insekta

Berdasarkan ada tidaknya sayap, serangga dibagi menjadi dua.

1. Sub kelas Apterygota (serangga ini tidak bersayap). Contoh: Thysanura, Lepisma sacharima. Gambar 9.21. Lepisma sacharina.

2. Sub kelas Pterygota (serangga bersayap) yang dapat dibedakan menjadi dua ordo yaitu: a. Eksopterygota, sayap berasal dari tonjolan luar dinding tubuh. b. Endopterygota, sayap berasal dari tonjolan dalam dinding tubuh. (a) (b) (c) (d) Gambar 9.22. Contoh Orthoptera: a. kecoak b. dan c.belalang d. jangkrik

Tabel klasifikasi Insekta

Sub kelas Ciri-ciri Tipe mulut Meta morfosis Contoh 1. Apterygota (Tak Panjangnya sampai 50 mm dan Menggigit Ametabola Thysanura, Lepisma bersayap) antena panjang.Tubuh bersisik sacharima (a = tidak; pteron = kecil-kecil dan berwarna putih sayap) keperakan. Abdomen 11 segmen, metamorfosis ametabola. Menghasilkan enzim selulase. Merusak buku-buku. 2. Pterygota (bersayap) Memiliki sayap Eksopterygota sayap berasal dari tonjolan luar dinding tubuh Ordo Jumlah sayap Tipe mulut Meta morfosis Contoh Orthoptera (ortho=lurus) 2 pasang lurus menggigit Hemi metabo la Periplaneta americana (kecoak);Valanga nigricornis (belalang) Hemiptera 2 pasang, tak Menusuk, menghisap Hemi Leptocorisa acuta (hemi=seten sama panjang metabola (walang sangit), gah) Cymex rotundatus (kutu busuk) menghisap darah manusia. Homoptera 2 pasang, depan Menghisap Hemi Duadubia manifera (homo= dan belakang metabola (tenggoret), merusak sama) berbeda tetapi sama strukturnya akar tanaman di tanah; Nilaparvata lugens (wereng coklat), pembawa virus tungro padi; Leurocanthus sp (kutu daun berperisai); Nephotetix apicalis (wereng hijau); Aphis sp (kutu daun); Pediculus capitis (kutu kepala Isoptera 2 pasang, sama panjang dan strukturnya Menggigit Hemi metabola Rayap Odonata 2 pasang seperti jala menggigit Hemi metabola Pantala sp (capung kuning); Ephemeria vulgota (capung kecil); Epiophlebia sp (capung besar)

329

Endopterygota sayap berasal dari tonjolan dalam dinding tubuh Coleoptera (coleos=peris ai) 2 pasang Sayap depan keras Menggigit Holo metabola Oryctes rhinoceros (kumbang badak), hama menyerang daun muda kelapa, sagu, dan kelapa sawit.; Coccinella arquata, musuh hama wereng; Cybister tripunctatus (kumbang buas air), pemakan ikan dan katak; Sitophylus oryzae (kumbang beras), merusak beras yang disimpan di gudang; Rhyzoperta dominica, merusak simpanan biji-bijian Hymenoptera (hymen=sela put) 2 pasang berupa selaput Menggigit, menggigit menjilat Holo metabola Oecophyla smargllina (semut rangrang); Monomorium sp (semut hitam); Apis dorsata, A.indica, A. mellifera (lebah madu); dan Xylocopa latipes (tawon) Diptera Sepasang untuk Menghisap, menusuk Holo Aedes aegypti (di=dua) terbang, sepasang untk keseimbangan menghisap, menggigit menjilat metabola (nyamuk demam berdarah), Anopheles sp (nyamuk malaria), Culex fatigans (nyamuk rumah), Antherigona exigna (penggerek pucuk padi, Drosophila melanogaster (lalat buah), Glossina morsitans, G. Palpali, Musa domestica (lalat rumah). Lepidoptera 2 pasang menghisap Holo Papilio memmon (lepis=sisik) bersisik halus metabola (kupu-kupu pastur).Attacus atlas (kupu-kupu siramarama), Bombyx moori (ulat sutera), Acherontia lachesis (kupu-kupu malam). Neuroptera 2 pasang tipis, menggigit Holo Myrmeleon frontalis (neuro=jala) banyak urat menjala metabola atau undur-undur (hewan ini melekatkan telurnya di pasir atau ditanah dan larvanya sering menyerang sarang semut), dan Chrysopa sp. Siphonoptera Tidak bersayap, Menusuk, menghisap Holo Purex irritans (kutu (shipon=pen kaki kuat untuk metabola manusia), ghisap) meloncat ctenocephalus canis (kutu parasit pada anjing)

330

(a) (b) Gambar 9.23. Beberapa contoh Hemiptera: a. Cymex sp b. Gerris remigis. Gambar 9.24. Beberapa contoh Homoptera.

(a (b) (c) Gambar 9.25. Beberapa contoh Odonata: a. habitat di darat, b. dan c. habitat di air.

Rayap adalah anggota Isoptera yang hidup secara sosial. Dalam kehidupan rayap terdapat polimorfisme, yaitu sistem pembagian tugas tertentu dalam satu koloni. Raja dan ratu fertile melakukan perkawinan. Kemudian kedua pasang sayap ratu tersebut terlepas. Selanjutnya mereka membuat koloni baru dengan beranak membentuk kelompok prajurit dan tentara. Kelompok prajurit/ tentara memiliki kepala besar dan mandibula besar. Mereka bertugas mempertahankan sarangnya. Kelompok pekerja bertugas membuat lorong-lorong. Membangun sarang mengumpulkan makanan, dan memelihara larva. Makanan rayap adalah selulosa. Rayap ikut menghancurkan sisa-sisa tumbuhan, tetapi sering juga merusak bangunan yang berasal dari kayu.

(a) (b) Gambar 9.26. Beberapa contoh Coleoptera: a. Oryctes sp, b. Cocinella sp. Lebah adalah serangga sosial seperti rayap anggota Hymenoptera. Bersifat polimorfisme, misalnya lebah madu (Apis dorsata) dengan pembagian tugas sebagai berikut:

• Ratu, lebah betina fertil. • Raja, lebah jantan yang partenogenesis (telur tanpa dibuahi tumbuh menjadi individu baru). • Pekerja, lebah jatan yang steril dan bertugas menggumpulkan madu bunga. (a) (b) (c) Gambar 9.27. Beberapa contoh Hymenoptera a. Oecophyla sp b. Monomorium sp c. Apis dorsata (a) (b) (c) Gambar 9.28. Beberapa contoh Diptera : a. Aedes aegypti b. Musa domestica c. Drosophila melanogaster.

(a) (b) (c) (d) Gambar 9.29. Beberapa contoh Lepidoptera: a. Papilio sp b. Acherontia sp c. dan d. Attacus sp Peranan serangga di bidang pertanian

Serangga mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis di bidang pertanian. Beberapa jenis diantaranya membantu proses penyerbukan untuk pertanian dan perkebunan, seperti Apis dorsata,

A. indica, A. Mellifera (lebah madu), Monomorium sp (semut hitam), Xylocopa latipes (tawon), Lepidoptera. Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit (SPKS) seperti Elaeidobius kamerunicus dan Thrips hawainensis, Forcipomya (penyerbuk tanaman coklat). Beberapa Odonata, Coleoptera dan Homoptera bersifat sebagai predator bagi serangga hama lainnya seperti terlihat pada Gambar 9.30. Selain itu serangga juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan industri seperti ulat sutera (Bombyx moori) yang menghasilkan benang sutera atau Laccifer leca yang menghasilkan lapisan lak untuk pernis. Disamping itu serangga dapat dijadikan sebagai sumber makanan seperti belalang, jangkrik, ulat sutera dan beberapa jenis dapat dijadikan bahan koleksi seperti Lepidoptera, Odonata dan Coleoptera. Madu lebah sejak lama dikenal sebagai sumber makanan yang banyak manfaatnya untuk kesehatan.

(a) (b) (c) (d) Gambar 9.30. Contoh peranan serangga bagi kehidupan: a. Koleksi, b-d. Penyerbukan, e. predator

Selain yang menguntungkan, banyak juga arthropoda yang merugikan. Misalnya sebagai vektor penyakit pada manusia (nyamuk, lalat tse tse, lalat rumah), menimbulkan gangguan pada manusia ( penyebab kudis, kutu kepala, kutu busuk), hama tanaman pertanian (wereng coklat, kumbang tanduk), perusak makanan ( kutu gabah, kutu jagung), perusak berbahan baku alami (kutu buku, rayap).

9.3.1.4.3. Kelas Arachnoinidea Arachnida berasal dari kata arachno, artinya laba-laba. Anggota kelas ini meliputi jenis-jenis hewan yang tidak disukai oleh manusia, misalnya kala jengking, laba-laba dan tungau.

Ciri-cirinya

1. Tubuh terdiri atas sefalotaraks (kepala dan dada), dan abdomen (badan). 2. Nemiliki empat pasang kaki pada bagian sefalotoraks. Bagian abdomen tidak memiliki kaki. 3. Memiliki dua pasang alat mulut, yaitu a. sepasang keliserea, bentuknya seperti gunting atau catut yang berfungsi untuk memegang mangsanya. b. sepasang pedipalpus bentuknya seperti kaki dan pada ujungnya terdapat cakar. Berfungsi untuk menangkap dan memegang mangsanya. 4. Hidup di darat, dan ada yang hidup sebagai parasit. 5. Memiliki delapan mata, dan tidak memiliki antena. 6. Alat pernapasannya berupa paru-paru buku. 7. Alat ekskresinya berupa pembuluh malpigi. 8. Alat pencernaan dimulai dari mulut sampai anus. 9. Sistem saraf dengan ganglion otak dan simpul saraf yang terjulur keseluruh tubuh. 10. Jenis kelamin terpisah dan pembuahan secara internal.

Klasifikasi Arachoinidea a). Ordo Scorpionida Meliputi segala macam golongan kala. Abdomannya bersegman dan panjang, pada segmen terahir berubah bentuk menjadi alat sengat. Memiliki pedipalpus, berbentuk sebagai catut besar dan kelisera yang kecil. Contoh: Thelyphobnus sp. (kala jengking) dan Bhutus afer(ketungging).

b). Ordo Araneae Meliputi bangsa laba-laba. Abdomennya tidak bersegmen. Pada bagian ventral abdomen dan didepan anusnya terdapat alat yang mengelurkan benang sutra yang berguna untuk membuat jaring-jaring. Alat tersebut yangt disebut spineret, benang-benang yang dikeluarkan untuk membuat sarang sekaligus sebagai jaring penangkap mengsanya. Selain itu, berguna untruk membentuk kokon. Contoh: Heteropoda venatoria (laba-laba pemburu). Nephila maculate, dan Gastera sp. (laba-laba duri).

c). Ordo Acarina Meliputi jenis yang merupakan parasit dan merugikan manusia. Misalnya tugau atau caplak. Tubuh berukuran kecil dan tidak bersegmen-segmen. Abdomennya bersatu dengan sefalotoraks. Semua anggota acarina bernapas melalui seluruh permukaan tubuhnya. Ilmu yang khusus mempelajari caplak disebut Acarologi. Contoh: Sarcoptes sp. (caplak penyebab penyakit kudis), Dermacentor sp. (caplak pengisap darah mamalia atau manusia), dan Tetranychus sp.

9.3.1.4.4. Kelas Chilopoda Anggota chilopoda ini sering disebut hewan berkaki seratus atau sentipeda. Bentuk tubuhnya pipih memanjang serta bersegmensegmen. Pada setiap segmen terdapat sepasang kaki, kecuali pada segmen di elakang kepala. Pada bagian tersebut terdapat cakar racun yang berfungsi untuk membunuh mangsanya. Cakar tersebut dinamakan, pedes maksilaris. Chilopoda hidup didarat atau dibawah batuan. Hidup sebagai hwan buas (karnivora) yang dapat bergerak cepat dengan menggunakan kaki yang banyak.

Alat pernapasannya berupa trakea yang bercabang-cabnang keseluruh bagian tubuh. Lubang trakea terdapat pada tiap-tiap segmen . alat ekskresinya berupa saluran malpigi. Pada bagian kepala chilopoda terdapat antenna panjang. Alat pencernaannya berkembang baik. Makanannya berupa binatang-binatang kecil (misalnya insekta, cacing dan moluska). Chilopoda memiliki

rahang yang kuat dan gigitan yang berbisa. Mereka bereproduksi secara kawin dengan pembuahan secara internal. Telur yang telah dibuahi diletakkan dibawah batuan yang ditempati. Contoh: Scolopendra gipas (kelabang atau lipan) dan Lithobius forficatus (kelabang yang beracun berbahaya).

5). Kelas Diplopoda Anggota kelas diplopoda sering disebut hewan berkaki seribu atau millepeda. Seperti anggota sentipeda, kelompok hewan ini juga memiliki banyak segmen . bentuk tubuhnya bulat panjang (silindris) dan beberapa segmen tubuh menyatu. Pada setiap segmen tubuhnya terdapat dua pasang kaki. Hidup ditempattempat gelap dan lembab, biasanya hidup sebagai herbivora. Makanan utamanya berupa tumbuh-tumbuhan yang membusuk. Pada kepala terdapat mulut dan sepasang antenna. Pada antena terdapat rambut-rambut olfaktori (penciuman) dan sepasang kelenjar yang bermuara sebelah lateral. Mereka memiliki mata yang masih sederhana.

Alat pernapasannya adalah berupa trakea yang tidak bercabangcabang. Memiliki jantung berupa suatu pembuluh dengan ostia disebelah lateral. Alat ekskresinya berupa pembuluh malpigi. Gerakan hewan ini sangat lambat. Beberapa jenis diantaranya dapat menggulung diri dalam bentuk seperti spiral atau bola. Alat kelaminnya terpisah dan bereproduksi secara kawin. Telur biasanya diletakkan ditanah yang lembap. Pada hewan jantan dua pasang kaki disegmen ketujuh mengalami modifikasi membentuk alat kopulasi (alat kawin).

9.3.2. Vertebrata Filum Chordata memiliki anggota sekitar 45.000 spesies. Sebagian besar diantaranya masuk dalam kelompok hewan vertebrata (lebih kurang 43.700 spesies), sedangkan sisanya adalah invertebrata. Anggota filum ini paling sukses hidupnya, mereka dapat beradaptasi di lingkungan terestial maupun akuatik, termasuk laut. Chordate mempunyai empat ciri pokok yang muncul pada suatu masa disepanjang hidupnya, yaitu: bagian punggung (dorsal) disokong oleh batang lentur bernama notokorda. notokorda tersebut terbentuk didalam embrio dari lapisan mesoderm dorsal. Letaknya tepat dibawah batang saraf dorsal (punggung) yang mengandung kanal berisi cairan. Tali saraf vertebrata sering kali dinamankan sum-sum punggung yang dilindungi oleh tulang belakang. Sedangkan kantong insang

tersebut hanya terlihat pada saat perkembangan embrio pada sebagian besar vertebrata. Kantong insang pada invertebrata, ikan, dan amfibi berubah menjadi celah insang. Air masuk kedalam mulut dan faring melalui celah insang yang dilengkapi dengan lengkung insang. Pada vertebrata terrestrial, kantong tersebut mengalami perubahan untuk maksud-maksud tertentu (misalnya berkembang menjadi kelenjar timus dan paratiroid). Jika pada masa dewasa tidak ada ditemukan, maka hanya tampak pada masa embrio.

Ciri-cirinya

Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang. Tulang belakang berasal dari perkembangan sumbu penyokong tubuh primer atau notokorda (korda dorsalis). Notokorda vertebrata hanya ada pada masa embrionik, setelah dewasa akan mengalami penulangan menjadi sistem penyokong tubuh sekunder, yaitu tulang belakang (vertebrae).

Tubuh vertebrata bertipe simetri bilateral, bagian organ dalam dilindungi oleh rangka dalam atau endoskeleton, khusus bagian otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak (kranium). Bagian terluar tubuh berupa kulit yang tersusun atas epidermis (lapisan luar) dan dermis (lapisan dalam). Organ dalam, seperti organ pencernaan, jantung, dan pernapasan terdapat didalam suatu rongga tubuh atau selom. Vertebrata memiliki alat tubuh yang lengkap, sebagai berikut:

a. Sistem pencernaan memanjang dari mulut hingga anus. b. Sistem peredaran darah tertutup. c. Alat ekskresi berupa ginjal. d. Alat pernapasan berupa paru-paru ataub insang. e. Sepasang alat reproduksi (kanan dan kiri). f. Sistem endokrin yang berfungsi menghasilkan hormon. g. Sistem saraf yang terdiri atas susunan saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan susunan saraf tepi (serabut saraf). Klasifikasi Vertebrata

Sub filum vertebrata terbagi atas beberapa kelas, yaitu Pisces (Chondrichthyes, Osteichthyes), Ampibia, Reptilian, Aves, dan Mamalia.

9.3.2.1. Pisces Seluruh anggota kelompok ikan hidup didalam air dan bereproduksi secara ovipar. Biasanya sel telur dan sperma disebarkan didalam air atau sarang. Pada kebanyakan ikan bertulang sejati, fertilisasi dan perkembangan embrio berlangsung diluar tubuh induk betina. Ikan terbagi menjadi beberapa kelas, kelas agnatha

(ikan tanpa rahang), kelas gnatostomata (ikan berahang), kelas chondrichthyes (ikan bertulang rawan), kelas osteichthyes (ikan bertulang sejati). Pada bahan kajian ini kita akan membahas tentang Kelas Chondrichthyes dan Kelas Osteichthyes.

9.3.2.1.1. Ikan bertulang rawan (Chondrichthyes) Anggota ikan bertulang rawan (850 spesies) antara lain adalah ikan hiu dan ikan pari. Ikan tersebut memiliki skeleton berupa tulang rawan sebagai pengganti tulang keras. Pada kedua sisi faring terdapat lima hingga tujuh celah insang dan tidak mempunyai tutup insang (operculum). Ikan bertulang rawan memiliki dua tipe sisik, yaitu plakoid dan ganoid. Bagian dalam sisik plakoid disusun oleh bahan tulang dan bagian luarnya disusun oleh bahan email (mirip email gigi manusia). Pada sisik ganoid, bagian dalam disusun oleh bahan tulang dan bagian luarnya dari bahan ganoin. Gigi hiu teratur dalam enam sampai duapuluh baris, tetapi hanya baris pertama dan kedua yang aktif digunakan untuk makan (selebihnya merupakan gigi pengganti).

Ikan hiu dan pari mempunyai beberapa indra yang sangat berguna untuk mendapatkan mangsa. Mereka dapat merasakan arus listrik didalam air yang ditimbulkan moleh gerakan otot hewan lainnya, mempunyai gurat sisi, dan mempunyai indra pembau yang sangat tajam. Gurat sisi tersebut berupa rangkaian yang sel peka terhadap rangsangan tekanan. Tekanan tersebut dapat disebabkan oleh gerakan ikan atu hewan lain yang berenang didekatnya. Kerjasama antara indra pembau dan otak dapat mendeteksi satu tetes darah didalam 115 liter air laut.

Ikan hiu terbesar bukanlah predator, namun merupakan hewan penyaring makanan (filter-freeder). Seekor ikan hiu paus (whale shark) membutuhkan berton-ton crustacean kecil untuk dimakan. Beberapa jenis ikan hiu merupakan predator yang dapat berenang dengan kecepatan tinggi dilaut terbuka. Ikan hiu putih dengan panjang lebih kurang tujuh meter mempunyai hewan buruan tetap berupa lumba-lumba, singa laut, dan anjing laut. Habitat ikan pari adalah dasar laut. Ciri khas ikan pari adalah memiliki sirip pada dada yang lebar mirip sayap. Hewan ini memiliki sengatan listrik hingga 300 volt yang dapat digunakan untuk menangkap mangsa.

9.3.2.1.2. Ikan bertulang sejati (Osteichthyes) Lebih kurang 20 ribu spesies ikan ber tulang sejati mempunyai skeleton dari tulang sejati. Kelompok ini meruoakan vertebrata

paling sukses dan beragam. Sifat dan cara hidupnya bermacamacam, antara lain sebagai penyaring makanan ataupun predator.

Permukaan tubuh tertutup oleh sisik bertipe sikloid dan stenoid. Ciri-ciri sisik tipe sikloid antara lain adalah bebentuk sirkuler, jika diamati dibawah mikroskop akan tamnpak garis-garis konsentris berjumlah sesuai dengan umurnya, tampak mengilap kebiruan mengandung kristal guanine, dan sel-sel pigmen yang berbentuk bintang, mengandung zat warna hitam (melatonin). Bentuk sirip stenoid mirip dengan siri sikloid, tetapi bagian belakang memiliki gerigi.

Ikan bertulang sejati memiliki gelembung renang yaitu kantong udara yang dapat digunakan untuk mengubah daya apung dan sebagai alat bantu dalam bernafas. Beberapa anggotanya dapat berpindah dari perairan asin ke perairan tawar, misalnya ikan salmon dan belut laut. Pada saat berada di air tawar, ginjal mengeluarkan urin yang sangat encer dan insangnya menyerap garam dari air dengan cara transfor aktif.

Selain memiliki endoskeleton, dibagian luar tubuh ikan dilindungi oleh eksoskeleton yang berupa sisik (squama). Dibawah sisik terdapat kulit yang banyak mengandung mukosa. Suhu tubuhnya bergantung pada lingkungan disekitarnya atau bersifat poikiloterm. Hal tersebut dimungkinkan karena ikan belum memiliki organ yang mengatur suhu tubuh.

Pada bagian sisi tubuh terdapat gurat sisi (linea lateralis). Alat ini berfungsi untuk mengetahui perubahan takanan air dan posisinya di dalam air. Ikan juga dilengkapi oleh gelembung renang (vesika natatoria) yang berguna sebagai alat hidrostatis dan membantu dalam proses pernafasan.

Ikan memiliki tiga lubang pengeluaran (muara) didepan sirip dubur belakang. Ketika lubang tersebut (berturut-turut dari arah depan kebelakang) adalah sebagai berikut: anus, merupakan lubang pembuangan sisa makanan porus qeuitelis, merupakan lubang saluran kelamin yang berasal dari gonat porus ekskretorius, merupakn lubang saluran urin.

Ikan memiliki tidak hanya memiliki satu sirip. Sirip ikan terdiri atas dua sirip dada, dua sirip perut, satu sirip punggung, satu sirip ekor, dan satu sirip belakang.

Ikan telah memiliki saluran dan kelenjar pencernaan makanan. Saluran pencernaan ikan meliputi rongga mulut, faring,

kerongkongan (esophagus), lambung, dan usus (intestinum). Didalam rongga mulut terdapat gigi berbentuk kerucut (konus pada rahang), lidah yang tidak dapat digerak-gerakkan dan kelenjar mukosa. Ikan tidak memiliki kelenjar ludah. Usus ikan berbentuk tabung yang berkelok-kelok dan dilengkapi oleh alat penggantung usus (mesentrium) agar dapat dikaitka kedinding punggung.

Kelenjar makanan ikan terdiri atas hati, kantong empedu, dan pankreas. Hati (hepar) berfungsi untuk menghasilkan danmenyimpan empedu. Kantong empedu berwarna kehijauan. Kantong tersebut memiliki saluran, duktus sistikus, yang bermuara di lambung. Kantong empedu berfungsi untuk menampung cairan empedu dan mencurahkannya kedalam usus. Di dalam usus, cairan empedu digunakan untuk mencerna lemak. Pankreas bersifat mikroskopi yang berfungsi untuk menghasilkan enzimenzim pencernaan.

Sistem ekstresi (pengeluaran urime) dan kelamin ikan bergabung menjadi satu sehingga disebut sistem urogenitalia. Alat ekskresi terdiri atas ginjal (ren), ureter, kantong kemi dan korus ekskretorius. Sepasang ginjal ikan berwarna merah tua, keduanya dihubungkan kekandung kemih melalui ureter. Kandung kemih merupakan tempat penampung urine dari ureter kanan dan kiri, sedangkan korus ekskretorius merupakan lunbang pengeluaran urine.

Kelenjar kelamin (gonad) jantan atau testis dan gonat betina atau ovarium. Testis tersebut berwarna putih dan menghasilkan spermatozoid alat pernafasan utama ikan berupa insang (brankia). Insang terdiri atas lengkung insang (arkus bankialis) dan lembaran insang (hemi brankia) yang mengandung banyak kapiler darah. Lembaran insang yang melekat pada insang disebut holobrankia.

Pernafasan pada ikan berlangsung dalam dua fase yaitu fase inspirasi dan fase ekspirasi. Pada fase inspirasi, oksigenmasuk ke dalam rongga mulut, sedangkan fase ekspirasi udara dilepaskan dari alat pernafasan ke lingkungan sekitarnya. Ikan juga memiliki suatu alat yang digunakan untuk membantu mendapatkan oksigen dari lingkungan, yaitu gelembung renang (vesika natatoria atau pneumatosis). Alat ini berasal dari penonjolan dinding bawah saluran pencernaan (rongga perut) Gelembung renang tersebut memiliki bentuk oval dan berisi oksigen berisi nitrogen dan karbondioksida. Pneumatosisi berguna untuk membantu alat pernafasan atau berfungsi layaknya paru-paru sehingga disebut pulmosit. Selain itu, pneumatosisi juga berfungsi sebagai hidrostatis sehingga ikan dapat mengetahui daya berat badannya

di suatu tempat dan menentukan tinggi rendah posisinya di dalam air.

Alat peredaran darah terdiri atas jantung, pembuluh arteri dan pembunuh vena. Jantung ikan dibungkus oleh selaput perikardium dan terletak di rongga pericardium. Selain jantung, di dalam rongga perikardium terdapat gelembung renang, ginjal, dan alat reproduksi. Jantungnya beruang dua, yaitu satu atrium (serambi) dan satu ventrikel (bilik). Darah di dalam jantung tidak mengandung oksigen. Darah mengalir melalaui urat nadi kelembaran insang. Di

dalam lembaran insang tersebut CO 2 di keluarkan dan O 2 diambil

dari air. Darah yang mengandung O 2 langsung diedarkan ke berbagai jaringan.

Peranan pisces dalam kehidupan manusia

Secara umum, banyak jenis ikan yang dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhan pangan. Selain itu dapat pula dimanfaatkan untuk bahan penelitian, kesenangan dan rekreasi. Sebagai bahan pangan ikan merupakan salah satu sumber protein hewani. Di bidang yang lain, memancing ikan merupakan salah satu jenis olahraga (rekreasi) yang banyak digemari dan memelihara ikan hias di dalam akuarius atau kolam termasuk hobi yang dapat memberi hiburan bagi manusia.

9.3.2.2. Amfibi Hewan amfibi (kelas amphibian) merupakan hewan tetrapoda (berkaki empat), terdiri atas 3900 speses. Penyebaran amfibi pertama adalah pada periode karboniverus dan dikenal sebagai tahun amfibi. Hingga saat ini terdapat tiga kelompok amfibi, yaitu Ordo Anura (contohnya katak dan kodok), Ordo Urodella/Caudata (contohnya, salamander), dan Ordo Apoda/Gymnophiona (contohnya, salamander cacing).

Salamander termasuk hewan karnivor, makanannya berupa invertebrata kecil, seperti serangga, siput, keong kecil, maupun cacing. Fertilisasi salamander dilakukan secara internal. Umumnya jantan menghasilkan sel sperma yang mengandung spermatofor yang nantinya akan di tampung oleh hewan betina di dalam kloaka. Kloaka salamander merupakan muara dari saluran urine, genital, dan pencernaan (urogenital). Setelah sel telur betina dibuahi, sel sperma akan dientuk telur. Telur tersebut diletakkan di air atau di darat.

Salamander tidak berkaki, sering kali buta, berukuran sebesar cacing dengan panjang 10 cm sampai 1 meter. Hidup terkubur di tanah subur dan makanannya berupa cacing atau invertebrate tanah lainnya. Tubuh dan ekor salamander panjang dan dilengkapi oleh sepasang kaki. Bergerak seperti ikan dengan membentuk huruf S. Katak (misalnya Rana sp) dan kodok (misalnya Bufo sp). Merupakan jenis amfibi tak berekor. Kepala kedua hewan tersebutr bergabung dengan anggota badan belakang yang terspesialisasi untuk melompat. Katak mempunyai kulit yang halus dan kaki yang panjang, hidup di dekat perairan tawar, sedangkan kodok bertubuh gemuk, kulit kasar berbinntil, dan hidup di tempat berlumpur.

Amfibi berasal dari bahasa Latin, amphibian=dua kehidupan, maksudnya kelompok hewan tersebut dapat hidup di darat dan di air. Kebanyakan amfibi ke air hanya untuk melangsungkan reproduksi. Fertilisasi secara eksternal, sel sperma membuahi sel telur di luar tubuh amfibi betina. Umumnya telur dilindungi oleh selubung agar-agar dan bercangkang. Pada saat menetas dihasilkan kecebong yang melangsungkan kehidupan di air. Kecebong merupakan larpa akuatik berinsang dan akan bermetamorfosis menjadi dewasa. Hewan dewasa keluar dari perairan dan bernafas dengan paru-paru. Selain di air, beberapa jenis amfibi mampu bereproduksi di darat.

Amfibi mempunyai lidah untuk menangkap mangsa, kelopak mata untuk menjaga kelembaban mata, telinga untuk menangkap gelombang suara, dan laring yang dapat mengeluarkan suara. Otak amfibi lebih luas dibandingkan otak ikan. Alat pernafasan utama amfibi dewasa biasanya berupa paru-paru yang dibantu oleh poripori kulit. Sistem peredaran darahnya adalah system peredaran darah ganda. Pada system peredaran darah tersebut sebagian

darah kaya O 2 masih bercampur dengan darah miskin O 2 diventrikel. Jantung amfibi beruang tiga, terdiri atas dua atrium (serambi) dan satu fentrikel (bilik).

Kulit amfibi tidak bersisik dan halus, kelembabannya terjaga oleh berbagai kelenjar mukosa. Kulit hewan tersebut berperan dalam menjaga keseimbangan air dan respirasi, membantu mengatur suhu tubuh ketika berada di darat melalui penguapan, dan melindungi diri dari hewan predator melalaui pengeluaran racun yang terdapat di dalam kelenjar kulit. Meskipun kulit tersebut lembab dan tipis, amfibi tersebut biasanya tetap berada di sekitar tempat berair agar tidak terkena resiko kekeringan. Beberapa amfibi memiliki kemamapuan mimikri dan kulitnya dapat

berfluoresen mengeluarkan warna hijau dan merah (khususnya pada katak beracun).

Amfibi termasuk hewan poikiioterm (eksoterm: berdarah dingin) sehingga pengaturab suhu tubuhnya bergantung pada lingkungan. Oleh sebab itu, wajar jika amfibi yang hidup di daerah subtropik temeprat menjadi tidak aktif dan tidak bergerak selama musim dingin. Pada umumnya katak yang hidup di benua eropa dapat bertahan pada suhu hingga -60C.

Peranan amfibi dalam kehidupan manusia.

Dalam rantai makanan, peranan amfibi cukup penting untuk mengatur populasi serangga. Amfibi juga merupakan makanan bagi berbagai vertebrata lain, misalnya ular atau burung. Sebagian orang menjadikan amfibi (misalnya, katak hijau) sebagian makanan untuk memperoleh asupan protein.

9.3.2.3.. Reptil Reptil (bahasa latin reptile=ular) termasuk dalam kelas reptilian dan beranggotakan 6000 speses. Hewan ini diyakini berasal dari perkembangan nenek moyang amfibi pada periode Permian. Reptil mendominasi kehidupan di bumi lebih kurang 170 juta tahun sejak era mesozoik, kemudian kebanyakan diantaranya mati.

Reptil adalah vertebrata pertama yang menyesuaikan diri terhadap kehidupan di tempat yang kering. Reptil memiliki sifat autotomi, yaitu dapat memotong ekornya apabila dalam keadaan bahaya. Sisiknya merupakan eksoskeleton dari zat tanduk yang berasal dari epidermik. Salah satu bentuk penyesuaian hewan terrestrial adalah cara bereproduksi yang tidak bergantung pada air di sekelilingnya. Reptil melakukan fertilisasi secara internal dan menghasilkan telur yang dilindungi oleh cangkang. Telur yang dihasilkan merupakan telur amneotik. Karena mengandung amnion. Amnion merupakan membran embrionik penyelubung embrio yang bermanfaat untuk melindungi embrio dan mengeluarkan limbah nitrogen. Selain itu, membrane tersebut dapat juga berperan dalam menyediakan O2, makanan, dan air untuk embrio.

Reptil banyak tersebar di tropik dan subtropik. Reptil air terdiri atas Alligator, buaya, dan kura-kura. Sedangkan kadal dan ular merupakan reptil darat. Reptil terdiri menjadi empat ordo, yaitu Lacertilia, contohnya, cecak, biawak, dan komodo; Opidia, contohnya, ular; Chelonia, contohnya, kura-kura dan penyu; dan Crocodilia, contohnya, buaya dan alligator.

Dalam ekosisitem akuatik, buaya dan alligator menduduki tingkat teratas dalam piramida makanan. Makanannya berupa ikan, jurakura, dan beberapa jenis hewan darat. Tubuhnya dilengkapi rahang yang kuat dan ekor berotot yang berguna sebagai senjata dan dayung. Kulitnya terbuat dari zat tanduk. Meski reptil tidak mengeluarkan suara, buaya jantan dan betina mengeluarkan suara untuk menarik perhatian pasangannya. Pada beberapa sepsies reptile, hewan jantan bertugas melindungi telur dan menjaganya untuk waktu tertentu.

Kura-kura mempunyai cangkang yang berat. Hewan ini kehilangan gigi, tetapi digantikan oleh paruh yang tajam. Kebanyakan kurakura menghabiskan waktu di dalam air. Kura-kura laut akan meninggalkan laut hanya pada saat bertelur. Kaki kura-kura laut datar mirip dayung sedangkan kaki kura-kura terrestrial umumnya kuat, berjari, berkuku yang berguna untuk berjalan.

Kadal mempunyai empat cakar kaki. Hewan ini merupakan karnivor bagi serangga dan hewan kecil, termasuk jenis kadal lainnya. Iguana yang mendiami kepulauan Galapagos dapat beradaptasi dengan cara menghabiskan waktu di laut karena makanannya berupa vegetasi laut. Bunglon terbiasa hidup di pohon, dilengkapi oleh lidah yang lengket dan panjang untuk menangkap serangga dari jarak jauh. Kadal mempunyai kemampuan mimikri, warna kulitnya dapat berubah tersamar dengan lingkungannya. Kadal bereproduksi secara ovovivivar.

Ular berasal dari kadal yang kehilangan kaki karena adaptasinya untuk membuat liang. Hewan ini tidak mempunyai anggota tubuh dan bergerak dengan otot perut. Rusuknya banyak, tetapi tidak mempunyai tulang dada. Ular merupakan karnivor dan mempunyai rahang yang melekat secara kendur di tengkorak. Hal tersebut menyebabkan ular dapat menelan mangsa yang lebih besar dibandingkan ukuran kepalanya. Lidah ular yang terjulur dapat mengumpulkan molekul-molekul yang terkandung di dalam udara dan mengirimkannya ke organ Jacobson untuk diperiksa. Organ ini merupakan organ yang terletak di atap rongga mulut dan berperan sebagai organ olfaktori untuk menciumi bahan kimia yang terkandung di udara. Proses pencernaan makanan berlangsung lama. Sebagian besar ular tidak beracun. Pada ular beracun terdapat taring yang dapat merobek dan menginveksikan racun (bisa). Tairng ular berbisa tidak dapat dilipat. Ular merupakan hewan ovivar.

Reptil mempunyai kulit berkeratin yang tebal, bersisik, dan impermiabel terhadap air. Keratin merupakan bahan protein yang

ditemukan di rambut, kuku jari, dan bulu. Kulit akan melindungi ular dari kehilangan air danmengalami beberapa kali pergantian dalam setahun (kornifikasi). Paru-paru reptile telah mengalami perkembangan yang baik dan mampu bergerak secara ritmik sesuai kembang kempis sangkar tulang rusuk.

Pada umumnya jantung reptil memiliki empat ruang yang belum sempurna, kecuali jantung pada buaya yang sudah sempurna. Meski demikian, darah miskin O2 telah terpisah sepenuhnya dari darah kaya O2. Ginjal mengekskresi asam urik, limbah nitrogen yang dihasilkan dibuang bersama air. Reptil termasuk hewan eksoteron. Dalam adaptasi tingkah laku, kehangatan suhu tubuh diperoleh dengan cara berjemur diri.

Peranan reptil dalam kehidupan manusia

Reptil banyak dimanfaatkan manusia sebagai bahan makanan, obat-obatan, hiasan atau sandang. Misalnya, telur penyu dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein bagi manusia. Sebagian orang meyakini bahwa darah dan bias ular dapat digunakan sebagai obat. Untuk keperluan sandang, kulit buaya banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan tas atau sepatu. Bagi petani, kehadiran ular atau kadal sangat penting untuk mengontrol populasi hama tikus.

9.3.2.4. Aves Burung termasuk dalam kelas aves dan beranggotakan lebih kurang 9000 spesies. Meski burung tidak mempunyai gigi dan hanya memiliki ekor, hewan ini mempunyai kesamaan ciri dengan reptil, seperti bentuk tubuh, sisik kaki, paruh yang keras dan termasuk hewan ovivar yang menghasilkan telur amniotik bercangkang keras.

Klasifikasi burung berdasarkan tipe paruh, habitat dan tingkah laku. Keberagaman terlihat dari beragamnya ordo, antara lain burung pemburu yang memiliki paruh menukik dan cakar tajam, burung pantai yang memiliki paruh yang ramping dan tajam serta tungkai yang panjang, burung pelatuk yang berparuh seperti pahat dengan tipe kaki penggenggam, burung air yang mempunyai jari bersirip dan paruh lebar, penguin yang memodifikasi sayap seperti dayung, dan burung pengicau yang memiliki tipe kaki untuk bertengger.

Burung adalah satu-satunya hewan modern yang berbulu. Bulu tersebut merupakan modifikasi dari sisik reptile. Ada dua jenis bulu, yaitu bulu terbang dan bulu bawah yang berguna untuk menghalangi hilangnya panas tubuh. Hal tersebut penting karena

burung termasuk hewan homeoterm yaitu hewan yang memelihara suhu konstan dan relative tetap tinggi. Sehingga tetap dapat aktif walau cuaca dingin. Berdasarkan susunan anatominya, bulu dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu:

(a). Plumae, merupakan bulu yang memberi dasar bentuk

tubuh yang berada pada sayap dan ekor, berfungsi untuk

terbang.

(b). Plamulae, bulu yang terdapat pada burung yang masih

muda dan pada burung yang sedang mengerami telur,

berfungsi sebagai isolator (misalnya, suhu).

(c). Filoplumae, bulu yang memiliki rambut. Bulu tersebbut

tumbuh di seluruh permukaan tubuh. Berfungsi sebagai

sensor.

Tubuh burung tidak sepenuhnya ditumbuhi oleh bulu. Sebagian permukaan kulit yang tidak berbulu disebut apteria sedangkan yang berbuku disebut pterilae.

Bentuk dan struktur tubuh burung sering dihubungkan dengan kemampuannya untuk terbang. Hal demikian berkaitan dengan dimilkinya tulang berronga udara yang sangat ringan. Paruh dapat meggantikan fungsi rahang serta mempunyai leher ramping, tulang dada burung agak luas sesuai untuk penyeimbang tubuh dan dilengkapi oleh otot yang kuat untuk terbang. Otot memperoleh energi melalui oksidasi di dalam tubuh. Oksigen tersebut mengalir satu arah melalui kantong udara (hawa) dan paru-paru. Fungsi kantong hawa (saccus pneumaticus) antara lain untuk membantu pernafasan ketika terbang, membungkus organ dalam agar tidak kedinginan, mencegah hilangnya panas terlalu banyak, mengatur berat jenis tubuh ketika berenang. Dan membantu memperkeras suara. Sistem peredaran darah ganda pad burung sudah lebih sempurna karena jantungnya terdiri atas empat ruang dan darah yang kaya O2 sudah terpisah dari darah miskin O2.

Kemampuan terbang burung didukung oleh indra dan sistem saraf yang telah berkembang dengan baik. Daya penglihatan burung sangat kuat dan memiliki refleks otot yang sangat baik. Adanya kemampuan terbang menyebabkan hewan ini dapat bermigrasi dan mencari sumber makanan hingga jauh dari habitat aslinya. Salauran pencernaan burung terdiri atas paruh, rongga mulut, taring esophagus, tembolok, lambung kelenjar, lambung pengunyah, usus halus, usus besar, dan kloaka. Tembolok merupakan pelebaran dari esophagus.

Peranan aves bagi kehidupan manusia

Hampir seluruh potensi yang dimiliki burung telah dimanfaatkan manusia, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun ekonomi. Daging dan telur unggas merupakan sumber lemak dan protein yang dibutuhkan manusia. Keindahan kicauan dan warna jenis burung tertentu menyebabkan manusia tertarik untuk memeliharanya. Dahulu, bulu burung cendrawasih dijadikan hiasan kepala oleh sukusuku masyarakat di papua. Begitu juga kemempuan terbang beberapa jenis merpati dimanfaatkan untuk suatu hobi atau diperlombakan.

9.4. Reproduksi pada hewan Untuk menjaga kelestarian jenisnya, setiap makhluk hidup melakukan perkembangbiakan (reproduksi), tak terkecuali hewan. Reproduksi pada hewan dapat dilakukan secara generatif (seksual) atau vegetatif (aseksual).

Reproduksi secara generatif adalah proses perkembangbiakan yang melibatkan dua individu yang berbeda jenis kelaminnya. Hewan jantan akan menghasilkan sel kelamin jantan (sel sperma atau spermatozoa). Sedangkan hewan betina menghasilkan telur atau sel telur (ovum). Ketika dua jenis hewan sudah dewasa kelamin bertemu (kawin), maka akan diikuti dengan peristiwa pembuahan (fertilisasi).

Fertilisasi adalah proses bertemunya sel sperma dan ovum. Fertilisasi dapat terjadi di dalam tubuh (interna) atau di luar tubuh (eksterna). Fertilisasi interna misalnya dilakukan oleh ayam, kelinci, sapi. Sedangkan fertilisasi eksterna, misalnya dilakukan oleh katak dan ikan.

Pertemuaan dua sel kelamin yang berbeda (sperma dan ovum) akan menyatukan inti kedua sel dan terbentuklah zigot. Zigot kemudian akan membelah, menjadi 2, 4, 8, 16 dan seterusnya hingga terbentuklah morula, blastula, gastrula hingga akhirnya menjadi embrio dan individu baru setelah melakukan pembelahan sel hingga jutaan kali. Proses pembelahan sel ini akan terus berlangsung sepanjang hayat.

Reproduksi secara vegetatif adalah proses perkembang biakan tanpa melibatkan sel sperma dan sel telur. Ada bagian-bagian tubuh yang dapat berkembang menjadi individu baru. Beberapa cara dilakukan hewan dalam reproduksi secara vegetatif, Diantaranya adalah pertunasan, fragmentasi dan patenogenesis.

Pertunasan adalah munculnya individu baru karena adanya pertumbuhan suatu bagian tubuh. Misalnya : Hydra. Fragmentasi adalah proses pertumbuhan bagian tubuh dari bagian tubuh yang terpisah-pisah. Misalnya pada Planaria. Potongan-potongan tubuh Planaria dapat tumbuh menjadi individu baru. Peristiwa ini dimungkinkan karena tubuh Planaria memiliki kemampuan regenerasi (tumbuh yang baru) yang tinggi. Partenogenesis adalah cara reproduksi yang khusus, yaitu ovum berkembang menjadi individu baru tanpa adanya pembuahan oleh sperma. Misalnya yang dilakukan oleh lebah, semut, kadal.

9.5. Pertumbuhan dan perkembangan hewan Setelah menjadi ovum dibuahi oleh sperma, zigot mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan hewan dapat dikelompokkan ke dalam dua fase, yaitu: fase embrionik (pembelahan, blastulasi, gastrulasi, morfogenesis, induksi embrionik, diferesiensi dan spesialisasi, organogenesis) dan fase pasca embrionik (metamorfosis, regenerasi).

Pada fase pertama, zigot berubah menjadi embrio dengan mengalami beberapa tahapan, sebagai berikut :

a. Tahapan morula, yaitu sel-sel yang menggerombol membentuk struktur seperti buah murbei dan disebut morula b. Tahapan blastula, adalah tahapan ketika morula merubah strukturnya menjadi seperti bola yang didalamnya berongga dan disebut blastula. Pada mamalia, digunakan istilah blastosis. c. Tahapan gastrula, adalah tahapan ketika sel-sel pada blastula menyususn diri sehingga terbentuklah dua lapisan sel atau tiga lapis sel, disebut gastrula. Pada, ubur-ubur (Coelenterarata) gastrula memiliki dua lapisan sel saja yang kemudian berkembang menjadi endoderm dan ektoderm (Coelenterata disebut juga hewan yang bersifat diploblastik). Sedangkan hewan-hewan selain Coelenterata gastrula memiliki tiga lapis sel, yaitu endodermis, mesoderm dan ektoderm. Mereka dikelompokkan ke dalam hewan yang bersifat triploblastik. Pada hewan triploblastik, sel-sel pada setiap lapisan sel akan mengalami proses diferensiasi dan spesialisasi. Sel-sel tersebut akan berkembang menjadi berbagai jaringan dan organ tubuh, seperti dapat dilihat dari tabel berikut :

Tabel diferensiasidan spesialisasi sel-sel penyusun gastrula.

Endoderm sel-sel yang melapisi bagian dalam sistem pencernaan, sistem sirkulasi dan juga jaringan dan organ lain seperti hati dan paru-paru Mesoderm menjadi otot, tulang, ginjal, darah, kelenjar kelamin (testis atau ovarium) dan jaringan ikat Ektoderm sistem syaraf, kulit, rambut, kuku, kelenjar keringat, kelenjar minyak dan saluransaluran sekresi.

Pada banyak jenis hewan, baik invertebrata maupun vertebrata, seperti katak dan belalang (serangga), embrionya berkembang dalam telur. Jika telur menetas akan keluar larva, selanjutnya mengalami metamorfosis menjadi bentuk dewasa muda (imago). Misalnya perkembangan pada katak hijau sebagai berikut :

a. insang dalam terbentuk setelah 18 hari, b. tutup insang terbentuk setelah 12 hari, c. tungkai belakang terbentuk setelah 2 ½ bulan, d. tungkai depan terbentuk setelah 3 bulan, e. metamorfosis selesai lebih dari 3 bulan, f. katak mulai dewasa setelah 1 tahun. Perhatikan siklus hidup katak berikut!

1. Katak jantan dan betina sedang kawin. 2. Sel-sel sperma 3. Sel telur 4. Telur dibuahi setelah 1 jam, selubung telur serupa lendir membengkak 5. Perkembangan embrio: a. stadium morula (setelah 3-7 jam) b. stadium blastula (setelah 18 jam) c. stadium gastrula (setelah 34 jam) d. perkembangan lapisan-lapisan (setelah 62 jam) e. ekor mulai tumbuh (setelah 84 jam) 6. Stadium menetas, dalam bentuk larva mempunyai insang luar (setelah 6 hari) 7. Perkembangan selama metamorfosis : a. insang dalam (setelah 8 hari) b. tutup insang (setelah 12 hari) c. tungkai belakang (setelah 2 ½ bulan) d. tungkai muka (setelah 2 ½ -3 bulan) 8. Metamorfosis selesai (3 bulan lebih)

Proses pada ulat daun, metamorfosis terjadi secara sempurna (holometabola) (Gambar 9.31), artinya perubahan bentuk antara satu tahapan dengan tahapan berikutnya terlihat sangat jelas. Pada capung, metamorfosisnya tidak sempurna (hemimetabola). Perubahan jelas hanya terlihat ketika telur menetas dan menghasilkan nimfa. Nimfa kemudian akan mengalami pergantian kulit (molting) beberapa kali hingga mencapa dewasa. Selama molting, perubahan bentuknya tidak terlihat. Hanya ukurannya bertambah besar.

a) b)

http://www.tulane.edu/~ldyer/outreach/Metamorphosis%20of%20monarch%20butterfly.jpg

http://www.maungatapu.school.nz/home/gate1/dragonfly_life_cycle.jpg

Gambar 9.31. Metamorfosis pada : a. ulat daun (holometabola) dan b. capung (hemimetabola).

Regenerasi adalah proses pemulihan jaringan tubuh atau bagian tubuh (organ) yang rusak. Di dalam tubuh tersedia sel-sel yang siap membelah memperbanyak diri saat diperlukan untuk mengganti selsel jaringan yang rusak. Sel-sel tersebut belum terdiferensiasi. Sel-sel semacam ini disebut sel batang (stem cell). Regenerasi tidak membuat organ baru. Saat tubuh terluka, luka tersebut akan segera menutup kembali karena ada regenerasi. Saat dinding rahim luruh (ketika menstruasi), sel-sel di bawahnya akan segera membelah begitu menstruasi selesai. Ekor cicak yang putus juga akan tumbuh lagi karena adanya pembelahan sel-sel yang baru.

Pada reptil (seperti kadal dan kura-kura) dan aves (seperti ayam dan burung), embrio berkembang di dalam sel telur yang besar. Sel telur ini mengandung banyak cadangan makanan untuk perkembangan embrio. Sel telur mereka berada di dalam cangkang kapur yang keras. Untuk perkembangannya, sel telur itu harus dihangatkan pada suhu tertentu. Induk reptil akan melakukannya dengan menempatkan telur-telur mereka di tempat yang dapat terkena hangatnya matahari. Sedangkan induk aves, melakukannya dengan menggunakan panas tubuhnya dengan cara mengeraminya. Setelah 21 hari masa pengeraman, anak ayam akan keluar dari cangkag telur (menetas).

Dapatkah kalian menetaskan telur ayam yang biasa dikonsumsi ?

Pertumbuhan dan perkembangan pada mamalia

Embrio mamalia berkembang didalam rahim induknya (uterus) dan mendapat zat makanan (nutrisi) dan oksigen dari induk melalui plasenta dengan perantara tali pusat. Masa pertumbuhan embrio sampai kelahiran fetus disebut masa kehamilan (gestasi). Jenis hewan yang satu dengan yang lain memiliki masa gestasi yang berbeda-beda seperti tabel 9.5, bergantung pada bentuk dan ukuran tubuhnya.

Pada hewan paruh bebek (Ornithorynchus) tidak dijumpai plasenta karena jenis mamalia tersebut bersifat ovipar. Paruh bebek dewasa menyusui anaknya setelah telur menetas.

Selama masa pertumbuhan dan perkembangan, berbagai faktor mempengauhinya. Secara umum dikelompokkan ke dalam faktor luar (eksternal) dan faktor dalam (internal). Dapatkah kalin menyebutkan faktor-faktor tersebut ?

Tabel 9.5. Masa kehamilan pada beberapa hewan

o Jenis hewan Masa gestasi 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tikus Anjing/kucing Kambing/biri-biri Manusia Zebra/kuda Gajah 22 hari 60 hari 150 hari 280 hari 400 hari 700 hari

9.6. Mekanisme Gerak Pada Hewan Gambar 9.32. Hewan senantiasa bergerak untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya .

Bergerak merupakan salah satu ciri makhluk hidup, misalnya untuk mendapatkan makanan, menyelamatkan diri dari musuh, atau mencari pasangan hidupnya. Cara gerak hewan berbeda-beda, ada yang dengan cara berenang, melata, berjalan (Gambar 9.32), berlari, atau melompat.

Pada vertebrata, gerak melibatkan tulang dan otot yang merupakan alat gerak yang berkaitan erat. Tulang dapat bergerak karena digerakkan oleh otot.

Semua sistem dalam tubuh vertebrata dibangun oleh organ-organ dan jaringan yang teksturnya lemah. Jaringan dan organ pembangunnya mempunyai bentuk yang tetap, namun bentuk tak dapat dipertahankan tanpa perlindungan dan penopang. Rangka dapat menopang dan melindungi organ-organ tubuh tersebut. Tanpa rangka, tubuh tidak mempunyai bentuk.

Rangka tubuh disamping menopang dan melindungi serta menstabilkan tubuh, juga mempunyai peran penting dalam membuat gerakan. Tidak semua hewan mempunyai rangka, misalnya gurita. Untuk membuat gerakan gurita terbantu oleh air sebagai tempat hidupnya. Sebagian hewan mempunyai rangka luar (eksoskeleton) yang berperan utama sebagai pelindung, seperti umumnya pada artropoda.

Hewan darat terutama vertebrata termasuk manusia memerlukan banyak faktor untuk menunjang gerakan tubuhnya. Vertebrata mempunyai rangka dalam (endoskeleton) yang terdiri dari tulang dan tulang rawan. Vertebrata adalah kelompok hewan yang mempunyai ruas tulang belakang yang menopang tubuh dengan kuat. Selain tulang belakang, vertebrata juga dilengkapi dengan tulang-tulang anggota tubuh yang memungkinkan terjadi gerakan yang bervariasi. Manusia mempunyai kemampuan yang sangat menakjubkan untuk melakukan sejumlah variasi gerakan yang kompleks.

9.5.1.Tulang

Di dalam tubuh manusia, tulang-tulang menyusun alat gerak pasif dalam bentuk rangka. Susunan rangka dibangun dari gelang-gelang dan lebih dari 200 potong tulang. Tulang-tulang bertemu satu dengan yang lain pada sambungan tertentu.

Sambungan itulah yang dapat membantu kelancaran gerakan. Sejumlah gerakan dapat terjadi karena adanya macam-macam hubungan antar tulang (artikulasi). Namun, gerakan tak mungkin terjadi tanpa penggerak, yaitu otot. Oleh karen itu, tualng disebut sebagai alat gerak pasif sedangkan otot yang berperan sebagai penggerak tulang disebut alat gerak aktif.

` Menurut bentuk dan ukurannya tulang dibedakan sebagai berikut:

1. Tulang pendek Tulang pendek bentuknya seperti silider kecil, berfungsi agar tulang dapat bergerak bebas. Tulang pendek terdapat pada pergelangan tangan dan kaki, telapak tangan dan kaki. 2. Tulang panjang Tulang panjang bentuknya seperti pipa, berfungsi untuk artikulasi, terdapat pada tulang hasta, tulang paha dan tulang betis. 3. Tulang pipih Tulang pipih berbentuk pipih dan lebar, berfungsi untuk melindungi struktur dibawahnya, seperti pada pelvis, tulang belikat dan tempurung kepala. 4. Tulang tidak beraturan Tulang tidak beraturan ini bentuknya kompleks dan berhubungan dengan fungsi khusus. Contoh tulang tidak beraturan adalah tulang punggung dan tulang rahang.

Gambar 9.33. Kerangka manusia.

Menurut bahan pembentuknya, tulang dapat dikelompokkan atas tulang rawan (kartilago) dan tulang (osteon).

a. Tulang rawan (kartilago) Keadaan tulang rawan lentur (elastis). Telinga, ujung hidung, dan laring (Adam`s apple) dibentuk dan ditopang oleh tulang rawan. Pada umumnya, matriks pada tulang rawan mengandung serabut kolagen dan tidak mengandung kalsium.

Tulang rawan dibentuk oleh sel-sel tulang rawan (kondrosit) yang dihasilkan oleh kondroblas (pembentuk tulang rawan). Antara sel-sel rawan terbentuk matriks dari kolagen dalam bentuk “gel” dari karbohidrat dan protein. Macam-macam tipe tulang rawan adalah sebagai berikut:

• tulang rawan hialin, sifatnya halus dan terdapat di ujung tulang. • tulang rawan elastis, sifatnya elastis pada telinga dan epiglotis. • tulang rawan yang liat (kuat) terbentuk dari serabut kolagen yang banyak dalam matriks, terdapat pada tendon dan ligamen. b. Tulang sejati (osteon) Tulang terdapat pada seluruh anggota gerak. Bagian lapisan luar tulang keras (tulang kompak) dan mengelilingi rongga yang disebut rongga sumsum. Berdasarkan teksturnya, tulang dibedakan atas 2 macam, yaitu:

• tulang kompak, membentuk lapisan luar yang padat. • tulang spons (berongga), bagian dalam pipih, seperti pada tulang tengkorak dan pada ujung-ujung tulang panjang dekat sambungan tulang. Bentuk rongga ini melindungi tulang itu sendiri jika ada tekanan, benturan atauhentakan. Bila tulang dipotong sedemikian rupa kemudian dilihat dengan mikroskop, maka akan terlihat lingkaran-lingkaran sel tulang yang tersusun secara konsentris, melingkari pembuluh darah dan saraf. Lingkaran sel tulang bersama dengan pembuluh darah dan saraf membentuk saluran Havers atau sistem Havers.

Bagian dalam dari tulang berisi sumsum tulang yang terdiri

dari dua tipe, yaitu sumsum merah dan sumsum kuning.

Sumsum merah merupakan tempat produksi sel darah merah.

Pada anak-anak, sumsum merah terdapat pada seluruh tulang; sedangkan pada orang dewasa, sumsum merah terdapat pada tulang tengkorak, ruas tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang gelang.

Sumsum kuning terdapat pada tulang-tulang anggota gerak

dewasa. Sumsum kuning terbentuk dari campuran sel jaringan

ikat, seperti jaringan lemak dan sumsum merah.

Tulang dibentuk dari osteosit dan matriks. Osteosit dibentuk dari Osteoblas. Jenis-jenis matriks adalah sebagai berikut:

• semen: tersusun dari molekul karbohidrat. • kolagen: bentuknya seperti serabut. Kolagen yang diikat oleh semen akan menampakkan ciri tulang. Tanpa kolagen, tulang menjadi rapuh seperti kepingan-kepingan karang atau kapur. M • mineral: misalnya seperti kalsium, fosfat, dan karbonat. Tanpa adanya mineral dalam matriks tulang menjadi lentur. Dalam matriks terdapat kalsium yang menjadikan tulang bersifat keras, sedangkan mineral merupakan 65% dari berat seluruh tulang. Tulang adalah jaringan hidup. Ini berarti bahwa tulang dapat tumbuh dan memperbaiki sendiri bagian yang rusak (patah, retak). Pada tulang dewasa ada bagian tulang yang dirusak (pada bagian tengah tulang pipa) oleh perombak sel tulang (osteoblas). Tulang tumbuh menjadi besar dengan perbanyakan sel dan menjadi panjang. Tempat memanjangnya tulang pada daerah pertumbuhan atau cakra epifisis (daerah dekat ujung-ujung tulang).

9.5.2. Rangka Rangka manusia (vertebrata) dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu: tengkorak, berfungsi melindungi otak; tulang badan, berfungsi menopang tubuh secara keseluruhan dan membentuk tubuh; tulang-tulang anggota, berfungsi menopang anggota gerak dan meletakkan otot ke tubuh. Secara garis besar, rangka dibagi menjadi rangka sumbu dan rangka tambahan. Rangka sumbu terdiri dari tengkorak dan tulang badan, yaitu tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk. Rangka tambahan terdiri dari tulang-tulang anggota tubuh. Berikut ini kita bahas organisasi rangka satu per satu.

a. Tengkorak Tengkorak terbentuk dari tempurung kepala (kranium), tulang muka, dan rahang. Tulang tenggkorak tersusun dari 22 tulang yang dibagi dua kelompok sebagai berikut:

Tulang tempurung kepala = kranium

Kranium atau tempurung kepala mengelilingi dan menlindungi organ yang vital, yaitu otak. Sebelum lahir, tulang tempurung kepala terpisah-pisah dan terdiri atas 8 (delapan) bagian. Setelah lahir, bagian-bagian tulang ini belum menyatu tapi berlekatan dengan jaring

serabut. Sambungan ini adalah hubungan yang tak dapat digerakkan. Selama pertumbuhan menjadi dewasa, tulang-tulang ini menyatu membentuk tempurung kepala yang menjadi pelindung otak.

Saraf dan pembuluh darah masuk dan keluar dari otak melalui lubang khusus, yaitu foramen magnum yang terletak di dasar tempurung otak menuju sumsum belakang.

Tulang muka dan rahang

Tulang-tulang muka terletak pada bagian muka kepala. Tulang ini terdiri dari 14 buah tulang yang menyusun bentuk khusu muka; di antaranya membentuk rongga mata untuk melindungi mata, membentuk rongga hidung, langit-langit, rahang atas dan rahang bawah, serta gigi.

Kecuali rahang bawah (mandibula), semua tulang-tulang muka bersatu dan tidak dapat digerakkan. Rahang bawah adalah tulang muka yang dapat digerakkan, sehingga menyebabkan mulut terbuka waktu mengunyah dan berbicara.

b. Tulang badan Tulang badan terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian dada, bagian belakang, dan bagian panggul. Setiap bagian ini terdiri dari otot dan tulang yang melindungi rongga tubuh. Bagian dada terdiri dari ruas tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang dada. Bagian belakang hanya terdiri dari ruas tulang belakang. Bagian tulang panggul terdiri dari tulang pinggul, tulang belakang, dan tulang kemaluan.

Ruas tulang belakang

Ruas tulang belakang berada di tengah tubuh yang menopang seluruh tubuh dan melindungi organ-organ lunak di dalam rongga tubuh, menyokong tubuh, dan menjaga kestabilan tubuh.

Terdapat 33 ruas tulang belakang yang membentuk tulang belakang dan melakukan gerakan yang berbeda sesuai letakknya, walaupun mempunyai bentuk dasar yang sama. Tiap ruas mempunyai lubang di tengah. Lubang-lubang ini berhubungan membentuk saluran “spinal”. Saluran ini melindungi sumsum tulang di sepanjang tulang tulang belakang. Selain itu, ada bagian-bagian ruas berbentuk duri/taju (tonjolan) yang memperkuat tulang.

Jika diamati akan terlihat bahwa tulang belakang tidak lurus, ada bagian yang melengkung. Lengkung ini sangat penting untuk membantu tubuh dalam menjaga keseimbangan berat kepala, badan, dan anggota gerak.

Struktur dari ruas tulang belakang bervariasi karena mempunyai tugas yang berbeda, yakni:

a. 7 ruas tulang leher b. 12 ruas tulang punggung c. 5 ruas tulang pinggang (lumbar) d. 5 ruas tulang kelangkang/sakrum bersatu e. 3-5 ruas tulang ekor/koksiks bersatu. Tulang leher memiliki tonjolan yang kecil, sehingga tulang ini agak lentur (fleksibel) dan dapat digerakkan, misalnya untuk gerakan kepala.

Tulang punggung gerakannya kurang fleksibel karena adanya tonjolan dan bagian lain tempat melekatnya tulang rusuk.

Tulang pinggang agak besar ukurannya. Tonjolan pada tulang ini juga agak besar sehingga kokoh dan sukar digerakkan.

Tulang kelangkang bersatu dan tak dapat digerakkan. Tulang ini menjadi bagian dari gelang panggul.

Koksiks (tulang ekor) kecil ukurannya, terdiri atas 3-5 ruas vertebrata yang bersatu dan tak berfungsi; terdapat di ujung belakang.

Tulang rusuk dan tulang dada Stuktur tulang rusuk tersusun dari:

1.7 pasang rusuk sejati (kosta vera) 2.3 pasang rusuk palsu (kosta spurla) 3.2 pasang rusuk melayang (kosta fluktuatens) Sedangakan struktur tulang dada tersusun dari bagian hulu (manubrium sterni), bagian badan (corpus sterni), dan taju pedang (proccesus xyphoigeus).

Tulang gelang Terdapat dua macam tulang gelang pada vertebrata, yaitu:

1. gelang bahu yang terdiri dari tulang belikat (skapula) yang melekat pada tulang rusuk, dan tulang selangka (klavikula) yang melekat pada tulang dada. 2. gelang panggul yang terdiri dari tulang pinggul dan tulang kemaluan. c. Tulang anggota tubuh Menurut tempatnya, ada dua kelompok tulang anggota, yaitu tulang anggota depan dan tulang anggota belakang.

Pada hewan, tulang anggota depan adalah tungkai depan, sedangkan tulang anggota belakang tungkai belakang. Tulang anggota melekat pada tubuh dengan bantuan rangka gelang. Perlekatan ini, untuk anggota depan, dilekatkan oleh pangkal lengan (humerus); sedangkan untuk anggota belakang dilekatkan oleh tulang paha (femur).

Dari siku, berpangkal dua tulang lengan bawah, yaitu tulang hasta (ulna) dan tulang pengumpil (radius). Radius dapat digerakkan di atas ulna (gerak memutar). Pada anggota belakang setelah femur terdapat tulang tempurung lutut (patella), tulang betis (fibula), dan tulang kering (tibia).

Pada anggota depan, di bawah tulang hasta dan pengumpil derdapat tulang pangkal lengan (karpal), tulang tapak tangan (metakarpal), dan tulang jari tangan (falang). Pada anggota belakang, di bawah tulang betis dan tulang kering terdapat tulang pangkal kaki (tarsal), tulang tapak kaki (metatarsal), dan tulang jari kaki (falang).

Siku dan tangan

Siku merupakan alat yang sangat penting karena dapat melakukan banyak gerakan. Ini dimungkinkan pula oleh susunan tulang-tulang dan ototnya. Tulang pangkal tangan (karpal) memungkinkan terjadinya gerak rotasi.

Ada dua tipe otot yang menggerakkan tangan, sehingga dapat melipat dan melurus. Otot-otot ini tertata pada tulang lengan bawah bagian depan hingga ke jari-jari membentuk tendon yang panjang. Tendon adalah penghubung antara ujung otot dan tulang.

Kamu dapat melihat dan merasakan otot-otot pada lengan bawah jika jari-jari digerakkan. Selain itu terdapat otot-otot kecil pada jari-jari yang menyebabkan gerakan jari-jari itu sendiri.

Kaki Tungkai didisain untuk 2 fungsi utama:

1. untuk menopang berat tubuh. 2. mengatur gerak tubuh/berjalan. Jika kaki hanya terdiri dari satu tulang yang kuat, maka dapat menopang berat tubuh, namun tidak ada fleksibilitas untuk gerakan berjalan. Untuk itu, kaki terdiri dari struktur tulang yang kecil untuk menarik otot dan tendon pada bagian muka; dan jari kaki, yaitu bagian untuk mengangkat dan meningkatkkan kekuatan gerak.

Ada tiga lengkungan pada kaki; dua diantaranya melengkung di sepanjang kaki, dan yang satu melintang. Lengkungan-lengkungan tulang dibentuk untuk beberapa kepentingan sebagai berikut:

1. membuat gerakan lengkung menjadi lebih stabil, karena pada dasar lengkungan tulang diikat ligamen. Ligamen adalah jaringan ikat yang kuat yang menghubungkan tulang dengan tulang. 2. untuk membantu gerakan mengangkat, karena dasar lengkungan dihubungkan oleh tendon. Hubungan antar tulang (artikulasi)

Hubungan tulang adalah tempat satu atau lebih ujung tulang bertemu dan dapat mengakibatkan gerak atau tidak. Hubungan tulang yang memungkinkan pergerakan disebut persendian. Persendian ini disusun oleh beberapa bagian yang dapat memperkuat sendi dan mempermudah gerakan, yaitu ligamen, kapsul, cairan sinovial dan membran sinovial.

1. Ligamen Ujung-ujung tulang diikat bersama dari luar oleh jaringan ikat yang disebut ligamen. Ligamen berfungsi seperti karet gelang yang kuat, mengikat kedua ujung tulang pada satu hubungan tulang, mencegah terkilirnya tulang (dislokasi), namun tetap memberi peluang untuk gerakan tulang.

2.Kapsul Kapsul merupakan lapisan serabut yang menyelubungi sendi dan menghubungkannya bersama-sama. Di dalam kapsul, sendi membentuk rongga.

3.Membran sinovial dan cairan sinovial Pada bagian kapsul terdapat selaput yang membatasi permukaan. Dalam selaput ini ada selapis membran tipis yang disebut membran sinovial yang dapat mensekresikan cairan yang disebut cairan sinovial. Cairan sinovial berfungsi untuk melumasi tulang.

4.Tulang rawan hialin Bagian ujung tulang pada hubungan sinovial ditutupi/dilapisi oleh lapisan tulang bawah hialin. Tulang rawan hialin ini bersama-sama dengan cairan sinovial melindungi bagian-bagian ujung tulang, sehingga dapat menghasilkan gerakan yang bebas.

Berdasarkan dapat dan tidaknya digerakkan, hubungan tulang dibedakan atas diartrosis, amfiartrosis, dan sinartrosis.

1. Diartrosis Gerak tubuh yang umum adalah gerak karena hubungan sinovial. Hampir semua hubungan tulang anggota badan adalah hubungan

sinovial. Hubungan ini didisain untuk dapat digerakkan sebanyak mungkin, walaupun memang ada sebagian hubungan ini yang arah geraknya tertentu saja.

Diartrosis memudahkan tulang untuk bergerak oleh karena adanya struktur seperti kapsul dan cairan sinovial, juga dimungkinkan oleh adanya bentuk-bentuk tertentu dari ujung-ujung tulang. Hubungan ini disebut persendian. Berdasarkan arah gerakannya, diartrosis dibedakan sebagai berikut:

a. Sendi peluru Pada kedua ujung tulang terjadi bentuk yang berlawanan, ujung yang satu berbongkol, ujung yang lain berlekuk. Bentuk bongkol tadi seperti peluru, karena itu sendi ini disebut sendi peluru (endartrosis). Bentuk dan ukuran bongkol harus sesuai dengan bentuk dan ukuran lekuk sendi pada ujung tulang yang lain. Bentuk demikian memungkinkan terjadinya gerakan lebih besar ke segala arah. Contohnya terdapat pada gelang bahu, tulang humerus dan gelang panggul, dan tulang femur.

b. Sendi engsel Pada sendi engsel, ujung tulang yang berhubungan terdiri dari bongkol dan lekuk, tetapi lekuk tidak terlalu dalam. Selain itu bagian tertentu terdapat struktur penganjal, sehingga gerakan yang dilakukan terbatas satu arah. Contohnya pada siku atau lutut.

c. Sendi putar Ada gerakan tertentu yang disebabkan oleh kedudukan tulang yang satu tehadap tulang yang lain, yaitu gerak rotasi (memutar). Contohnya antara tulang hasta dan pengumpil (gerakan spin); gerakan ini akibat adanya sendi putar.

d. Sendi pelana Ujung tulang antara ibu jari tangan dan tulang telapak tangan membentuk pelana antara satu dengan yang lain; gerakan yang dilakukan adalah dua arah, ke depan dan ke belakang atau ke kiri dan ke kanan. Hubungan tulang ini disebut sendi pelana.

2.Amfiartrosis

Amfiartrosis adalah hubungan tulang yang masih memungkinkan adanya sedikit gerakan. Amfiartrosis dihubungkan oleh kartilago. Contohnya adalah hubungan antara tulang belakang dan tulang iga.

3.Sinartrosis

Hubungan di kedua ujung tulang pada sinartrosis ini dipersatukan oleh serabut jaringan ikat. Kemudian hubungan oleh serabut ini

mengalami osifikasi, sehingga persendian sinartrosis ini tidak dapat digerakkan. Contoh hubungan sinartrosis adalah pada tulang tengkorak.

Gangguan dan kelainan tulang

Kelainan dan gangguan pada tulang dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya akibat infeksi, susunan tulang, defisiensi, dan kebiasaan yang buruk.

a. Gangguan infeksi Gangguan tulang yang menimbulkan rasa sakit waktu digerakkan antara lain disebabkan oleh radang getah dalam sendi yang terbentuk oleh kerja kuman yang merusak selaput sendi. Keadaan ini disebut artritis eksudatif.

Gangguan lain adalah adanya bunyi ketika tulang digerakkan dan menimbulkan rasa nyeri. Penyebab gangguan ini adalah berkurangnya cairan (minyak) sinovial. Keadaan ini disebut artritis sika. Infeksi lain yang menimbulkan terbentuknya nanah pada sendi dan mengakibatkan kulit berwarna merah adalah infeksi gonorea. Biasanya penyakit ini menyerang lutut dan pangkal paha. Selain gonorea, sifilis dapat juga menyerang sendi. Akibat penyakit sendi yang kronis memungkinkan sendi tidak berfungsi dan tak dapat melakukan gerakan (kaku).

b. Kelainan tulang Fungsi tulang untuk melaksanakan gerak akan terganggu jika terjadi kelainan, seperti selaput tulang rusak dan bergeser, selaput tulang sobek (memar), atau lepasnya ujung tulang dari sendi/urat sendi. Banyak kerusakan pada tulang oleh macam-macam sebab, diantaranya tulang patah (fraktura). Tulang patah disebabkan atas:

1.patah tulang tertutup; tulang patah sedangkan kulit tidak terbuka. 2.patah tulang terbuka; tulang patah hingga mencuat keluar dari kulit. patah tulang terbuka memudahkan terjadinya infeksi. c. Nekrosa Nekrosa dikenal sebagai penyakit matinya sel tulang. Di bagian luar tulang terdapat selaput tulang (periosteum) yang berfungsi dalam pertumbuhan tulang, terutama untuk suplai makanan. Jika periosteum rusak, suplai makanan terhenti, maka timbullah nekrosis. Selain itu, periosteum dapat mensuplai zat penyembuh untuk menyambung tulang patah yang tidak sampai lepas atau jika tulang hanya retak (fisura); peranan periosteum sangat penting untuk menyambungnya kembali.

d. Defisiensi Kekurangan vitamin D sehingga mengakibatkan tulang kekurangan zat kalsium sehingga membengkok.

e. Kebiasaan buruk Banyak kelainan tulang akibat kebiasaan buruk yang tidak disadari, sehingga menyebabkan terganggunya gerakan. Kebiasaan buruk yang umumnya dilakukan saat tulang sedang berumbuh mengakibatkan kelainan pada posisi tulang belakang. Kelainan tersebut antara lain:

* Keadaan tulang belakang melengkung ke depan (lordosis). * Keadaan tulang belakang melengkung ke belakang (kiposis). * Keadaan tulang belakang melengkung ke samping (skoliosis). f. Layuh semu Layuh semu disebabkan oleh rusaknya cakra epifise akibat infeksi sifilis pada anak sejak dalam kandungan. Kadaan rusaknya cakra epifise menyebabkan tulang tidak bertenaga atau menjadi layuh.

9.5.3. Otot Tulang tak dapat bergerak tanpa otot. Persendian tulang sebagai suatu konstruksi untuk pergerakan dikelilingi oleh otot. Otot mampu menghasilkan gerak karena ada sel otot. Jika ada rangsangan, sel otot dapat berkontraksi; dalam hal ini adalah otot rangka (lurik). Otot yang berkontraksi menjadi pendek dan bagian tengahnya menebal, menyebabkan tulang tempat otot itu bertaut dapat tertarik. Oleh karena kemampuannya menggerakkan tulang, otot disebut alat gerak aktif.

Jaringan otot tersusun dari sejumlah berkas otot yang dibungkus oleh fasia superfasial. Berkas otot tersusun atas serabut otot (benang otot) yang terbentuk oleh sel-sel otot. Sel-sel otot tampak lurik disebabkan oleh susunan protein otot berupa fibril yaitu aktin dan miosin. Protein otot menyebabkan adanya bagian gelap dan terang. Jika diamati dibawah mikroskop, tampak seperti terdapat garis-garis melintang dari sisi satu ke sisi lain. Di sepanjang fibril terdapat miofibril (selubung otot).

Dengan mikroskop cahaya biasa, garis-garis tidak terlalu tampak, sedangkan miofibril tampak sebagai garis tipis. Akan tetapi dengan mikroskop elektron, miofibril tampak jelas. Masing-masing miofibril terbagi menjadi pita gelap dan pita terang. Di tengah pita gelap terdapat bagian terang yang disebut zona H. Di tengah zona H terdapat garis gelap, yaitu garis M. Sementara itu di tengah pita

terang terdapat garis gelap yaitu garis Z. Daerah pada satu miofibril dan garis Z satu ke garis Z lainnya disebtu sarkomer.

Jenis otot menurut bentuk selnya adalah otot lurik dan otot polos, menurut sifatnya adalah otot sadar dan otot tak sadar, menurut lokasi adalah otot dalam dan otot rangka, menurut tempat melekatnya adalah otot rangka dan otot kulit.

Otot lurik umumnya merupakan otot sadar yang bekerja berdasarkan perintah otak, misalnya otot yang melekat pada rangka. Sedangkan otot polos merupakan otot tak sadar yang dapat bekerja tanpa perintah otak, yaitu otot pada organ-organ dalam. Ada satu pekecualian pada otot jantung, yaitu bentuk selnya seperti otot lurik, tetapi dapat bekerja secara tak sadar. Fungsi otot lurik untuk melaksanakan kerja, diantaranya: berjalan, memegang dan mengangkat. Sedangkan untuk transpor makanan dan mengalirkan darah oleh sel-sel pembuluh darah dilakukan oleh otot polos. Otot jantung berfungsi menggerakkan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Otot rangka melekat pada tulang. Ujung otot yang melekat pada tulang yang tetap dalam posisinya (tidak berubah kedudukannya) ketika otot berkontraksi, disebut origo. Sedangkan ujung otot lain yang melekat pada tulang yang berubah kedudukannya (bergerak) ketika otot berkontraksi disebut insesio. Origo otot rangka berbeda; ada yang dua, seperti otot biseps (bi=dua, ceps=cephal=kepala) dan ada yang tiga seperti otot triseps. Origo dan insesio adalah bagian ujung otot (tendon). Ada tendon yang panjang sesuai fungsinya seperti otot penggerak jari.

Mekanisme kontraksi otot

Seperti telah disebutkan bahwa otot bekerja dengan dua cara, yaitu berkontraksi (memendek dan menebal) dan relaksasi (kembali ke keadaan semula). Otot dapat memandek (kontraksi) maksimal, keadaan ini disebut tonus, kemudian relaksasi. Namun, seringkali rangsangan tertentu menyebabkan keadaan tonus tidak diikuti oleh relaksasi keadaan otot seperti itu disebut tetanus (kejang).

a. Sebab terjadinya kontraksi Telah disebutkan bahwa bagian otot yang berkontraksi sebenarnya adalah sel-sel otot. Pada diagram tentang struktur otot lurik terlihat adanya filamen protein, yaitu aktin yang tipis dan miosin merupakan struktu yang agak tebal yang dihubungkan oleh struktur benang, seperti jembatan.

Rangsangan yang tiba ke sel otot akan mempengaruhi asetikolin yang peka terhadap rangsangan. Asetilkolin adalah ester asetil dari kolin yang merupakan pemindah rangsang yang diproduksi oleh bagian ujung serabut saraf. Asetilkolin yang lepas akan membebaskan ion kalsium yang berada di antara sel otot. Ion kalsium ini masuk ke dalam otat mengangkut troponium dan tropomisin ke aktin. Kemudian posisi aktin berubah dan mempengaruhi filamen penghubung.

Aktin tertarik mendekati miosin, sehingga aktin dan miosin bertempelan membentuk aktomiosin. Akibatnya benang (sel) menjadi pendek. Pada keadaan inilah otot sedang berkontraksi. Setelah itu ion kalsium masuk kembali ke plasma sel, sehingga ikatan troponium dan ion kalsium lepas, menyebabkan lepasnya perlekatan aktin dan miosin, keadaan inilah yang disebut otot relaksasi.

b. Energi untuk kontraksi otot Ingat bahwa kegiatan kontraksi memerlukan energi. Energi yang digunakan disuplai dalam bentuk energi kimia. Energi ini diambil dari molekul ATP (Adenosin Trifosfat dan Kreatinfosfat) yang berenergi tinggi. Energi ini menggerakkan filamen penghubung antara aktin dan miosin. Kreatinfosfat menyumbangkan fosforil pada ADP selama otot berkontraksi. ATP yang dihidrolisis akan terurai menjadi ADP (Adenosin Difosfat) dan mengeluarkan energi. Jika kehabisan ATP dan tinggal ADP, ADP ini juga akan terurai menjadi AMP (Adenosin Monofosfat). Proses perubahan ATP dan ADP menjadi AMP sebagai berikut:

ATP .. ADP + P + E ADP ..AMP + P + E

Dalam keadaan seperti ini (ADP • AMP + P + E), otot tidak dapat berkontraksi lagi, sebab tidak ada energi lagi. Fase ini disebut fase anaerob. ATP harus dibentuk kembali agar otot dapat bergerak.

c. Pembentukan kembali ATP Di dalam otot tersimpan gula otot, yaitu glikogen. Glikogen akan dilarutkan menjadi laktasidogen (pembentuk asam laktat=asam susu). Laktasidogen kemudian diuraikan menjadi glukosa dan asam susu. Oleh peristiwa respirasi dengan O2, glukosa dipecah menjadi H2O dan CO2 sambil membebaskan energi. Proses perubahan tersebut tampak sebagai berikut:

Glukosa + O2 ..H2O + CO2 + E

Energi ini akan digunakan untuk membentuk ATP. Fase ini disebut fase aerob (menggunakan oksigen).

Menurut sifat kerjanya, gerak dibedakan menjadi dua macam, yaitu antagonis dan sinergis.

a. Kerja yang berlawanan (antagonis) Kerja otot yang antagonis terjadi bila salah satu otot berkontraksi, sedangkan otot yang lainnya relaksasi, contohnya: otot biseps (kontraksi) dan otot triseps (relaksasi). Arah gerak otot yang antagonis misalnya:

• ekstensor dan fleksor; gerak meluruskan dan membengkokkan, • abduktor dan adduktor; gerak menjauhkan dan medekatkan tungkai dari sumbu tubuh,d • epressor dan elevator; gerak ke bawah dan ke atas, • supinator dan pronator; gerak menengadah dan melungkup. b. Kerja yang bersamaan (sinergis) Gerak beberapa otot yang searah, contohnya pronator teres dan pronator kuadratus terdapat pada lengan bawah.

Gangguan pada otot

Gangguan pada otot dapat disebabkan karena faktor luar dan faktor dalam. Faktor luar meliputi kecelakaan dan serangan organisme. Faktor dalam meliputi kesalahan gerak dan tidak pernah melatih otot. Gangguan pada otot antara lain terlihat pada tabel berikut:

Nama gangguan Penyebab Gejala Karena serangan Tetanus bakteri Clostriduim Tondisi ketegangan mikroorganisme Atrofi otot tetani virus polio otot yang terus menerus (terus berkontraksi) Mengecilnya otot, dikuti dengan kelumpuhan Karena aktivitas Kaku leher (stiff) gerak yang menghentak atau salah gerak menyebabkan otot trepesius leher meradang dan kaku Kram Atrofi otot terus menerus melakukan aktivitas otot tidak pernah digunakan untuk melakukan aktivitas. otot menjadi kejang dan tidak mampu lagi berkontraksi okuran otot mengecil atau fungsinya turun Karena hal lain Distrofi otot karena bawaan Genetik (sejak di dalam kandungan) distrofi otot merupakan penyakit kronis melemahnya otot sejak kanak-kanak hingga dewasa . Hernia abdominal sobeknya dinding otot perut di dalam rongga perut usus menjadi masuk ke celah otot dinding perut yang lemah atau robek Myastenia gravis kelainan pada sistem kekebalan tubuh otot melemah secara berangsur-angsur hingga menyebabkan kelumpuhan

Rangkuman

Tubuh hewan memiliki enam jaringan utama, yaitu jaringan

epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan syaraf. Jaringan epitel melapisi permukaan tubuh sebelah luar (kulit), berbagai rongga, dan saluran di dalam tubuh. Fungsinya sebagai pelindung jaringan yang terdapat di sebelah dalamnya, sebagai bagian dari kelenjar, dan sebagai tempat penyerapan. terdiri dari bentuk pipih, kubus, batang, dan kolumnar. mengikat sel-sel sehingga membentuk suatu jaringan dan mengikat suatu jaringan dengan jaringan lainnya, menyokong dan melindungi bagian-bagian tubuh, mengisi rongga-rongga yang kosong, menyimpan lemak (sumber energi), dan untuk transposrtasi

Klasifikasi hewan terbagi atas dua bentuk, yaitu invertebta (hewan tidak bertulang belakang) dan vertebrata (hewan bertulang belakang). Vermes memiliki tubuh simetris bilateral, habitat di perairan dan daratan (tanah), sistem saraf ganglion (tangga tali), sistem repirasi menggunakan permukaan tubuh, flame cell (sel api), reproduksi seksual, aseksual dan hermaprodit. Bersifat parasit dan saprofit, terbagi atas 3 filum, yaitu: Platyhelminthes, Nemathelminthes dan Annelida.

Platyhelminthes terbagi atas tiga kelas, yaitu Turbellaria (Planaria sp), Trematoda (Fasciola hepatica = cacing hati), dan Cestoda (Taenia saginata = cacing usus sapi).

Jenis-jenis dominan sebagai parasit dari Nemathelminthes, diantaranya adalah Ascaris lumbricoides (cacing perut), Ancylostoma sp dan Necator sp (cacing tambang), Enterobius/Oxyuris vermicularis (cacing kremi) dan Wucheria bancrofti (cacing filaria).

Annelida terbagi atas tiga kelas, yaitu: Polychaeta (Eunice viridis (palolo), dimakan. Dan Lysidice oele (wawo), dimakan); oligochaeta (Lumbricus terestis, Pheretima sp=cacing tanah), dan Hirudinae (Hirudo medicinalis, Haemodipsa sp).

Diantara vermes yang berperan penting pada bidang pertanian adalah cacing tanah berfungsi untuk menggemburkan tanah pertanian. Beberapa jenis dapat bersifat parasit pada tumbuhtumbuhan, seperti: Melaidogyne sp dan Heterodera sp.

Serangga terdiri atas caput (kepala), dada (toraks) dan abdomen (perut). Terdapat membran tymphanum sebagai alat pendengaran, tubulus malphigi sebagai alat eksresi dan ganglion saraf. Sistem pencernaan makanan terdiri tiga, yaitu: foregut (mulut, faring, oesofagus, tembolok, dan empedal (gizzard) berfungsi untuk menggiling makanan; midgut (lambung dengan 8 pasang gastrik

caeca, melakukan proses pencernaan dan penyerapan; dan hind-gut, terdiri atas ileum, kolon, rektum, dan anus.

Metamorfosis pada serangga terbagi atas tiga bentuk, yaitu: ametabola (tidak ada pergantian bentuk, terjadi pertambahan besar ukuran. Misalnya Colembola dan Thysanura); hemimetabola (metamorfosis tidak sempurna), fase dimulai dari telur – larva (nimfa)

– dewasa (imago). Misalnya Orthoptera, Hemiptera dan Odonata; dan holometabola (metamorfosis sempurna), dimulai dari fase telur – larva – pupa – imago. Misalnya: Coleoptera, Diptera, Hymenoptera, dan Lepidoptera. Beberapa serangga jenis membantu proses penyerbukan untuk pertanian dan perkebunan, seperti Apis dorsata, A. indica, A. mellifera (lebah madu), Monomorium sp (semut hitam), Xylocopa latipes (tawon), Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit (SPKS) seperti Elaeidobius kamerunicus dan Thrips hawainensis, Forcipomya sp (penyerbuk tanaman coklat), beberapa Odonata, Coleoptera dan Homoptera bersifat sebagai predator bagi serangga hama lainnya.

Vertebarta terbagia tas 5 kelas, yaitu Pisces, Amfibi, Reptilia, Aves, dan Mamalia. Alat gerak pada vertebrata meliputi tulang dan otot. Tulang merupakan alat gerak pasif, sedangkan otot merupakan alat gerak aktif. Berdasarkan bentuk dan ukurannya, tulang dibedakan atas tulang pendek, tulang panjang, tulang pipih, dan tulang yang tidak beraturan. Sedangkan menurut bahan pembentuknya, tulang dibedakan atas tulang rawan dan tulang. Tulang rawan dibentuk oleh kondroblas, terdapat pada telinga, ujung hidung, dan laring. Tulang dibentuk oleh osteoblas, terdapat pada kebanyakan tulang lainnya.

Tulang sebagai alat gerak pasif, juga berfungsi sebagai tempat pembuatan darah merah dan tempat melekatnya otot. Tulang-tulang dalam tubuh tersusun membentuk rangka dan berfungsi membentuk tubuh serta melindungi bagian atau organ tubuh lainnya.

Persendiaan mempunyai unsur-unsur yang dapat mempermudah gerakan, yaitu ligamen, kapsul, cairan sinovial, dan membran sinovial.Menurut dapat atau tidaknya digerakkan, hubungan antar tulang dapat dibedakan menjadi diartrosis, amfiartrosis, dan sinartrosis.

Otot merupakan alat gerak aktif, yang berfungsi menggerakkan tulang. Otot tersusun dari sel-sel otot, berkas otot, benang serabut otot, dan jaringan otot.

Ada tiga jenis otot, yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung. Otot lurik merupakan otot sadar yang berkerja atas perintah otak,

terdapat pada otot rangka. Otot polos merupakan otot tak sadar yang bekerja dibawah pengaruh saraf otonom, terdapat pada alat-alat dalam. Otot jantung merupakan otot lurik, tetapi bekerja dibawah pengaruh saraf otonom.

Kerja otot ada dua macam, yaitu kontraksi dan relaksasi. Kontraksi maksimum disebut tonus, dan tonus yang tidak ralaksasi disebut tetanus. Jenis kerja otot ada dua, yaitu kerja berlawanan (antagonis) dan kerja bersamaan (sinergis).

Kontraksi otot terjadi karena adanya rangsangan yang menyebabkan asetilkolin membebaskan ion Ca2+. Ion Ca2+ masuk ke dalam otot mengangkut troponium dan tropomisin ke aktin.

Sel-sel penyusun embrio hewan tersusun dari tiga lapisan, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm, yang masing-masing akan membelah membentuk spesifikasi sel berkembang menjadi organ-organ. Pada hewan kedewasaannya ditandai dengan kemampuan untuk menghasilkan sel kelamin berupa sel telur maupun sel kelamin jantan.

Pertumbuhan hewan meliputi 2 fase, yaitu: fase embrionik (pembelahan, blastulasi, gastrulasi, morfogenesis, induksi embrionik, diferesiensi, organogenesis) dan fase pasca embrionik (metamorfosis, regenerasi). Perkembangan meliputi fertilisasi, pembelahan dari zigot sampai terbentuk jaringan dan organ.

Soal Latihan

A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e untuk
jawaban yang tepat!
1. Termasuk jaringan ikat padat adalah jaringan ….
a. tendon
d. kolagen
b. fibroblast
e. mesenkim
c. fibrosit
2.
Manakah yang dikategorikan sebagai zat pelelah pada otot ….
a. asam fosfat
d. asam lemak
b. glukosa
e. glikogen
c. asam laktat
3.
Bagian-bagian dibawah ini yang banyak mengandung zat kalsium
fosfat dalam keadaan normal adalah ….

a. darah
d. sel epitel
b. sel saraf
e . otot
c. tulang
4. Macam jaringan yang tidak bertambah banyak pada orang dewasa
….
a. sel saraf
d. sel leukosit
b. sel trombosit
e. sel epitel
c. sel eritrosit
5. Tenaga untuk kontraksi otot berasal dari ….
a. oksidasi asam laktat
b. pemecahan glikogen jadi asam laktat
c. sintesis adenosine trifosfat
d. pemecahan asam laktat
e. penguraian fosfat organik
6. Otot mampu menjadi alat gerak aktif karena ….
a. otot menghasilkan tenaga
b. adanya serabut-serabut kontraktil
c. adanya selubung otot
d. adanya plasma otot
e. otot bersifat lentur
7.Bukan membedakan antara kartilago dan tulang sejati adalah ….
a. kelenturannya
b. morfologinya
c. struktur penyusunnya
d. ada tidaknya matriks
e. letaknya dalam tubuh
8. Hubungan antartulang yang terdapat pada siku adalah ….
a. sendi peluru
b. sendi pelana
c. sendi engsel
d. sendi putar
e. sendi pergelangan tangan
9.
Pada tulang tengkorak terdapat hubungan antar tulang yang tidak
dapat digerakkan. Hubungan seperti ini disebut ….
a. diartrosis
b. skoliosis
c. kiposis
d. sinfibrosis
e. amfiartrosis

10.
Dari gerak antagonis di bawah ini pasangan yang cocok ….
a. fleksi – ekstensi
b. pronasi – supinasi
c. pronasi – abdukasi
d. abdukasi – ekstensi
e. rotasi – adduksi
11.
Sistem gastrovaskuler pada Planaria sp mempunyai kesamaan
fungsi dengan sistem ….
a. saraf
b. regulasi
c. ekskresi
d. respirasi
e. transportasi
12. Klitelum dimiliki cacing dari jenis ….
a. cacing pita
b. cacing tambang
c. cacing tanah
d. lintah
e. pacet
13. Seseorang akan terinfeksi cacing pita jika memakan daging sapi
yang mengandung ….
a. sistiserkus
b. serkaria
c. proglotid
d. onkosfer
e. skoleks
14. Diantara cacing berikut yang dalam daur hidupnya pernah
singgah di jantung dan hati adalah ….
a. F. hepatica dan N.americanus
b. A. duodenale dan N. americanus
c. F. hepatica dan O. vermicularis
d. T. saginata dan T. solium
e. A. lumbricoides dan O. vermicularis
15. Hewan dibawah ini yang bukan termasuk Annelida adalah ….
a. lintah
b. pacat
c. lintah kuning
d. cacing palolo
e. cacing tanah

16. Contoh dibawah ini yang bukan temasuk Diptera adalah ….
a.
Culexs fatigans
b. Aedes aegypti
c. Anopheles ludwi
d.
Ctenocephalus filis
e. Drosophila melanogaster
17.
Diantara ordo insekta dibawah ini bersifat holometabola adalah
….
a. Diptera
b. Thysanura
c. Orthoptera
d. Siphonoptera
e. Hemiptera
18. Sifat polimorfisme dapat ditemukan pada serangga jenis ….
a. kupu-kupu
b. undur-undur
c. anai-anai
d. lalat buah
e. nyamuk
19. Dibawah ini yang bukan modifikasi tungkai serangga adalah ….
a. natatorial
b. fusorial
c. raptorial
d. saltatorial
e. classing
20. Dibawah ini yang termasuk tipe mulut serangga, kecuali ….
a. mengunyah
d. menelan
b. menggigit
e. menjilat
c. mengisap

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
1. Jelaskan dengan singkat siklus hidup:
a. Taenia saginata
b. Ascaris lumbricoides
c. Fasciola hepatica
2. Jelaskan perbedaan antara strobilasi dan metameri!
3. Tuliskan ciri-ciri filum Nemathelminthes!
4. Mengapa
cacing tanah dapat menyuburkan tanah?
Jelaskan pendapat Kalian!
5. Bagaimanakah daur hidup cacing tambang di tubuh manusia?
6. Sebutkan tahapan metamorfosis yang terjadi:
a. hewan holometabola
b. hewan hemimetabola
c. hewan ametabola
7.
Banyak serangga yang merusak tan di bidang pertanian, tetapi
serangga juga sangat penting dalam pemberantasan secara
biologis. Jelaskan dan berikan contohnya!
8. Pterygota
meliputi serangga bersayap yang dapat
dibedakan menjadi dua kelompok. Jelaskanlah!
9. Apakah yang dimaksud dengan:
a. tubulus malpigi
b. kopulasi
c. spermateka
d. trakeol
10. Sebutkan lima jenis serangga yang berguna pada bidang
pertanian!
11. Buatlah secara skematis perbedaan otot polos, otot lurik, dan
otot jantung!
12. Apakah yang dimaksud dengan osifikasi?
13. Sebutkan pembagian tulang rawan kartilago!

14. Gambarkan satu penampang melintang saraf dengan
keterangan yang lengkap!
15. Apakah yang dimaksud dengan:
a. Sarkolema
b. Ektoflois
c. Eukariotik
d. Sarkoplasma
16. Apakah yang dimaksud dengan metamorfosis?
17. Jelaskan pertumbuhan pada fase pasca embrionik belalang!
18. Apakah yang dimaksud dengan fase gastrulasi? Jelaskan
dengan satu contoh!
19. Sebutkan masa gestasi:
a. Kucing
b. kambing
c. kuda
d. gajah
20. Sebutkan perbedaan metamorfosis secara holometabola dan
hemimetabola!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>